
"Karena yang membutuhkan uang banyak adalah aku, jadi aku yang harus berangkat ke sana, untuk kerja sambil kuliah.."
Vero mengangguk dan tidak bertanya lagi.
Andi di dalam hati sangat bersyukur, kalau Vero terus bertanya tentang Viona, dia benar-benar akan kesulitan untuk menjawabnya.
"Di..apakah kamu sudah punya rencana bekerja apa ? dan melanjutkan kuliah mu di mana ?"
tanya Vero.
Andi mengangguk kecil dan berkata,
"Kalau kampus sih udah ketemu, hanya saja kalau pekerjaan aku belum tahu.."
"Kamu punya rencana mau cari pekerjaan seperti apa ?"
tanya Vero kembali.
"Aku tidak tahu Ver pekerjaan apapun itu, asal bisa secepatnya menghasilkan uang banyak aku akan lakukan.."
Di.. coba kamu hubungi, orang-orang ini, mungkin mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan."
"Mereka adalah pelanggan di tempat senam ku, katakan saja kamu teman ku."
"Mereka pasti akan membantu mu.."
Andi menerima setumpuk kartu nama dari Vero, dan berkata,
"Terimakasih banyak Ver."
"Kamu malam malam gini datang ke kost ku, karena ini ya ?"
"Kamu seorang gadis malam malam datang kemari, untung tidak terjadi apa-apa, kalau ada apa-apa aku pasti akan menyesal seumur hidup."
ucap Andi sambil menatap Vero dengan penuh terimakasih.
"Udah gak usah di besar besarkan, aku kemari naik motor aman tidak perlu khawatir."
"Udah malam aku pulang dulu, makasih teh hangatnya.."
ucap Vero kemudian dia berdiri dan ingin melangkah kearah pintu.
"Tunggu Ver sebentar, aku akan temani kamu pulang.."
"Gak usah repot di...nanti kalau terlihat pacar mu, aku jadi gak enak."
"Tenang aja aku bisa sendiri.."
ucap Vero berusaha menolaknya, dia tidak ingin menyusahkan Andi.
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Ver, kamu tunggu aja sebentar.."
Andi langsung berlari naik ke lantai dua, tanpa menunggu jawaban dari Vero.
Sesaat kemudian Andi sudah kembali keruang tamu, Andi memberikan sebuah jaket ke Vero dan berkata
"pakai ini.... ayo kita jalan .."
Vero dengan senyum tak berdaya terpaksa memberikan kunci motornya ke Andi.
Andi menerimanya, lalu dia berjalan kearah motor Vero, Vero menyusul di belakangnya, sambil mengenakan jaket Andi.
Tak lama kemudian Andi membonceng Vero menuju kost Vero.
__ADS_1
Vero yang duduk di belakang Andi tiba-tiba berkata,
"Di...boleh tidak aku memeluk mu, sebagai kenang-kenangan sebelum perpisahan..?"
Andi diam sejenak kemudian mengangguk dan berkata,
"Terserah kamu Ver.."
Vero langsung melingkarkan kedua tangannya di perut Andi, badannya di condong kan kedepan, menempel di punggung Andi.
"Makasih ya di.."
bisik Vero pelan.
Andi mengangguk dan berkata,
"Sama sama Ver.."
Mereka berdua larut dalam keheningan, hingga tiba di depan kost Vero Andi baru berkata,
"Sudah sampai Ver...."
Vero membuka matanya, lalu dia perlahan-lahan turun dari motornya.
Setelah Vero turun dari motor, Andi pun ikut turun dari motor Vero, lalu memberikan kunci motornya ke Vero dan berkata,
"Sampai jumpa Ver..aku pulang dulu."
Andi membalikkan badannya hendak melangkah keluar dari halaman depan kost Vero.
"Tunggu di..!"
Andi menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dan berkata,
"Ya Ver..."
ucap Vero menghampiri Andi sambil hendak memberikan kunci motornya ke Andi.
Andi tersenyum lembut menatap Vero dan berkata,
"Tidak Ver tidak perlu,.aku pulang jalan kaki saja sambil menikmati udara segar."
"Pakai motor kan juga bisa.."
ucap Vero dengan tangan terulur kearah Andi hendak menyerahkan kuncinya.
Andi memegang tangan Vero dengan lembut memasukkan kunci kedalam telapak tangan Vero, lalu dengan lembut menutup tangan Vero.
"Tidak Ver, aku sudah cukup banyak merepotkan mu, aku tidak boleh menambahnya lagi."
"Terimakasih Ver, aku pulang dulu.."
ucap Andi kemudian melepaskan pegangannya dari tangan Vero dan berbalik ingin melangkah pergi.
Tapi Vero menahan tangan Andi dan berkata,
"Tunggu di..."
Andi menoleh menatap Vero dengan heran.
Vero tersenyum kemudian melepaskan jaketnya, dan membantu memakaikan nya, ke badan Andi.
Lalu dia kembali maju memeluk Andi.
mereka berdua larut dalam keheningan, sesaat kemudian Vero berkata,
__ADS_1
"Terimakasih di.."
Lalu dia melepaskan pelukannya, berlari kedalam kostnya sambil menutupi mulutnya agar suara Isak tangisnya tidak terdengar oleh Andi.
Andi menghela nafas panjang, kemudian dia pun berjalan meninggalkan kost Vero.
Andi mempercepat langkahnya meninggalkan kost Vero, setelah agak jauh Andi baru memperlambat langkahnya.
Andi berjalan dengan santai kembali ke kostnya.
Dtengah jalan Andi yang merasa sedikit lapar,
Menghentikan langkahnya dan mampir sejenak ke penjual nasi goreng dan capcai langganannya.
Andi memesan seporsi nasi goreng dan sepiring capcai.
Sambil menunggu pesanannya selesai di buat, Andi melihat kesekitarnya.
Dia melihat sepasang muda-mudi yang sedang makan sambil saling menyuapi dengan mesra.
Andi jadi terbayang dirinya dan Viona dulu, juga pernah makan bersama seperti ini.
Tapi saat ini, semua telah berubah,.saat ini Andi hanya duduk seorang diri di sini, ditemani kesepian dan cuaca malam yang dingin.
Saat masakan pesanan Andi tiba, si tukang nasi goreng iseng bertanya,
"Sendirian di..tumben mana teman yang lain ?"
"Pulang kampung mas.."
jawab Andi singkat.
Si tukang nasi goreng menuangkan segelas air hangat buat Andi.
Setelah itu dia pun permisi pergi kebelakang tenda nasi goreng.
Andi melirik sekilas ke arah perginya si tukang nasi goreng, ternyata si tukang nasi goreng pergi ke bagian belakang,, duduk sambil berpelukan mesra dengan istrinya.
Yang ikut datang kesana menemani dan membantunya.
Melihat kemesraan mereka, Andi hanya bisa menghela nafas, memakan sesuap demi sesuap nasi goreng di hadapannya.
Dua butir airmata menggantung di pipi Andi.
Vi sedang apa kamu sekarang..?"
gumam Andi dalam hati sambil terus makan.
Setelah menghabiskan nasi goreng dan capcai nya, Andi membayar makanannya.
Lalu berjalan seorang diri dengan lesu berlalu dari tempat tersebut.
Saat tiba di kost, keadaan kost sudah sepi dan sedikit gelap, Andi melangkah lesu masuk kedalam kostnya.
Tadi karena terburu-buru, saat pergi, Andi sampai lupa membawa HP nya yang sedang di cas.
Setelah kini kembali ke kamar, Andi buru-buru mencabut charger nya karena baterai HP Andi sudah penuh.
Andi melihat daftar pesan di HP nya, dia tersenyum pahit.
Di sana hanya ada pesan masuk dari Santi dan Sarah.
pesan yang dia kirim ke Viona belum terbaca juga belum ada balasannya.
"Di...kamu harus tegar dan kuat, jangan cengeng, semangat lah, berjuang lah agar Viona bisa kembali lagi ke sisi mu.."
__ADS_1
"Kamu jangan sia sia kan harapan dan kepercayaan dia pada mu..'
"Tunjukkan diri mu memang layak untuk di jadikan sandaran hidup."