AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
VIONA KESAKITAN


__ADS_3

Menunggu beberapa saat tidak ada balasan, Viona sambil menghela nafas sedih.


bergumam,


"Violin benar, apapun itu semua sudah jadi masa lalu, aku harus melupakannya dan menjalani kehidupan ku sekarang dengan baik.."


"Dengan demikian baru tidak mengecewakan semua pengorbanan Andi pada ku.."


"Andi ingin aku bahagia, maka aku harus hidup dengan bahagia bersama Rio sekarang.."


"Rio kemana dia, kenapa belum.pulang juga, ? padahal udah jam 3 pagi sekarang.."


batin Viona sambil menatap kearah jam kecil, yang ada di samping kasurnya yang besar dan luas.


Viona kembali menyalakan HP nya, melakukan panggilan ke Rio, telpon nyambung tapi tidak di angkat.


Baru pada panggilan ketiga kalinya, telpon di angkat.


"Ya hallo siapa ini..?"


tanya sebuah suara lembut dan manja dari seberang sana.


Viona terkejut dan heran saat mendengar suara tersebut, dengan emosi Viona setengah membentak berkata,


"Siapa kamu ?! mana Rio..?!"


Wanita di seberang sana menjauhkan telpon dari wajahnya, lalu berkata,


"Galak amat,.pantes aja Rio gak pernah betah di rumah,..kamu pasti Viona kan ? dengar baik baik ya, nama ku Vivian Lim kamu mau apa ?!"


Gadis itu membentak balik dari seberang sana, tidak mau kalah gertak, lalu dia mematikan panggilan Viona.


Ponsel Rio pun di matikan nya sekalian, lalu dia kembali tidur menyusup kedalam pelukan Rio yang sedang tertidur pulas..


Antara sadar dan tidak Rio berkata,


'Panggilan darimana sayang,? mengganggu saja.."


"Tidurlah lagi sayang, bukan siapa siapa, hanya orang iseng, yuk kita tidur lagi.."


ucap gadis cantik itu dengan sikap manja membelai lembut dada dan perut Rio.


Kemudian perlahan-lahan tangannya menyusup ke bawah perut Rio.


Rio tersenyum nikmat, sesaat kemudian Rio membalikkan badannya menindih tubuh gadis itu yang Sexy langsing dan mulus.


Rio mendaratkan ciuman nya dengan penuh nafsu kearah leher gadis itu, yang putih dan jenjang sambil menarik turunkan pinggulnya bergoyang goyang.


Gadis itu mengeluarkan er*ngan manja dan nikmat, mengiringi deru nafas Rio yang memburu, sambil melilitkan sepasang kakinya yang panjang putih dan mulus, diatas bok*ng Rio yang sedang bergerak naik turun.


Tak lama kemudian terlihat tubuh gadis itu menegang, agak sedikit melengkung ke atas, wajahnya mendongak keatas, sepasang matanya mendelik keatas setengah terpejam.


Dia mengeratkan sepasang kakinya yang mulus jenjang, melingkar di pinggang Rio dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Sedangkan sepasang tangannya memegang kepala belakang Rio dengan erat.


Akhirnya tubuhnya tersentak berulang kali, seperti sedang di setrum dengan tongkat listrik secara berulang kali.


Lalu dia pun terkulai lemas,


Bersamaan dengan tubuhnya yang terkulai lemas, Rio pun tubuhnya ikut menegang, hingga akhirnya ikut terkulai lemas dengan nafas terputus putus diatas tubuh gadis itu.


Setelah itu mereka berdua berciuman mesra dan kembali tidur sambil saling berpelukan.


Di tempat lain Viona yang terputus panggilan nya, dengan penuh emosi melakukan panggilan berulang ulang ke HP Rio.


Tapi kali ini panggilan nya tidak pernah bisa tersambung lagi.


Akhirnya dengan kesal Viona membanting hp nya keatas kasur.


Lalu dia terduduk lemas bersandaran di sandaran kasurnya, menutupi wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya, dia menangis dalam diam hingga bahunya berguncang guncang.


Jam segini yang mengangkat telpon suaminya adalah suara seorang wanita, siapapun sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi antara suaminya bersama wanita sialan itu.


Kini Viona mulai sadar, bagaimana sakitnya perasaan Andi, saat tahu dia telah menghianati cinta diantara mereka.


Padahal pengorbanan nya buat Rio belum ada apa-apa nya, di bandingkan pengorbanan Andi untuknya.


Tapi dia sudah merasa sesakit ini hatinya, batin Viona.


"Inilah karma, kini karma ku mulai berbuah.."


Viona semalaman tidak bisa tidur hingga pagi, dia hanya terus menangis sedih, hingga matanya merah dan bengkak.


Paginya saat Viona keluar dari kamarnya dan hendak turun ke lantai bawah, dia mendengar suara siulan lagu riang seseorang dari balik pintu depan.


Saat pintu terbuka dari luar, berjalan masuk seorang pria berwajah tampan bertubuh tinggi besar.


Pria itu adalah Rio suaminya yang baru pulang, terlihat sangat happy tanpa beban, wajahnya terus menyunggingkan senyum gembira sambil bersiul riang, dia melemparkan jasnya secara asal keatas kursi.


Melihat hal ini dada Viona seperti mau meledak rasanya.


Rasanya dia ingin melompat kebawah menerkamnya dan mencekiknya hingga mampus.


Tapi semua itu adalah pikiran alam liarnya saja, pada kenyataannya dia hanya bisa berkata,


"Kamu dari mana saja Rio ? kenapa baru pulang..?"


Rio yang tadinya sedang tersenyum senang, tiba tiba menghentikan suara siulan dan senyumnya.


Dengan wajah dingin dia berkata,


"Apa perduli mu ? bukankah kamu juga sibuk pergi mengurus si pecundang itu..?"


"Tutup mulut mu Rio..!!"


bentak Viona penuh emosi.

__ADS_1


"Kenapa sakit hati,..? aku mau bicara apa ? itu urusan ku, mulut mulut ku.."


"Minggir aku mau lewat..."


ucap Rio sambil mendorong Viona ke pinggir..


"Aihh...!!"


teriak Viona kaget, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terpeleset jatuh dari tangga bergulingan ke bawah..


Posisi anak tangga tempat Viona berdiri untungnya tidak terlalu tinggi.


Tapi posisinya yang sedang hamil, terjatuh dari atas tangga, tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi kandungan nya..


Benar saja Viona setelah terjatuh dari tangga, dia merintih kesakitan sambil memegangi perut bawahnya.


"Rio...Rio...Rio...tolong aku..aduh.


sakit .. !"


rintihnya tertahan sambil mengigit bibir bawahnya sendiri menahan rasa sakit yang luar biasa di perutnya.


Dari sela sela paha kakinya mengalir keluar darah segar.


Melihat kondisi Viona, Rio yang sedang kesal kini menjadi terkejut dan pucat wajahnya.


Dia bukannya khawatir dengan Viona, yang dia khawatirkan adalah bayi dalam kandungan Viona, bila terjadi sesuatu pada bayi tersebut.


Kedua orang tua nya pasti akan memarahinya habis habisan.


Rio buru buru berlari menghampiri Viona menggendongnya sambil berkata,


"Tahan Viona, aku akan membawamu kerumah sakit sekarang..."


"Aduh Rio..sakit...aduh...!"


rintih Viona sepanjang perjalanan dengan airmata bercucuran.


Rio terlihat panik dan buru buru mengendarai mobil nya, mengantar Viona menuju rumah sakit terdekat.


Beberapa waktu kemudian, setelah mendapatkan penanganan dari dokter kandungan rumah sakit dan di berikan obat, kondisi Viona pun berangsur-angsur membaik.


"Bagaimana keadaan bayi dan istri ku dokter..?"


tanya Rio yang duduk berhadapan dengan dokter kandungan yang menangani Viona.


"Untungnya kalian tiba tepat waktu, terlambat sedikit saja, bayi dalam kandungan istri mu pasti tidak tertolong lagi..'


ucap Dokter kandungan itu sambil menatap Rio dengan serius.


"Kalian berdua harus lebih berhati hati, kejadian hari ini tidak boleh sampai terulang lagi."


"Bila tidak bukan hanya kandungan nya saja yang terancam, nyawa istri mu pun bisa ikut terancam.."

__ADS_1


__ADS_2