
"Ya sih, orang lelah tidur sebentar ya wajarlah."
"Apalagi cuaca sedang panas dan terik, dia tidak di posisi yang kerja, mana lah dia mengerti.."
ucap Andi memanas manasin mereka.
"Setuju,..."
ucap mereka semua sambil acungkan jempol kearah Andi.
Andi tersenyum dan kembali menambahkan,
"sebenarnya aku secara pribadi juga sangat benci dan tidak suka dengan Bos Wang Lei yang sombong arogan dan cerewet itu.."
"Tapi mau gimana lagi, sebagai bawahan yang hidup dari makan gaji, kita bisa apa,.selain menelannya semua."
"Tapi sepertinya tuhan punya mata, hari ini si orang sombong itu harus terjegal di sini.."
ucap Andi sambil tertawa dan memberikan tanda jempol kearah Joni CS.
Yang langsung di sambut dengan tertawa gembira semuanya.
Setelah suara tertawa mereda, Andi baru kembali melontarkan pertanyaan pancingan.
"Sebenarnya bagaimana kalian bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat untuk menutup akses jalan..?"
"Sehingga berhasil mengerjai si Marga Yang dan marga Wang itu..?"
"Bagi bagi dong tips nya, siapa tahu suatu hari bermanfaat untuk ku.."
"Ini Jon rokoknya, jangan sungkan bawa aja semuanya bagi bagi dengan teman teman.."
ucap Andi sambil menyodorkan sisa rokoknya ke Joni semua..
Joni tersenyum senang dan berkata,
"Terimakasih di,.. begini, sebenarnya bila bukan karena masalah pembuangan air dari pabrik yang masuk kerumah warga saat hujan lebat."
"Dan lokasi pabrik yang menutupi pintu akses keluar masuk beberapa desa yang terletak di belakangnya."
"Sehingga warga harus mengambil jalan memutar yang cukup jauh, bila ingin keluar dari desa tersebut."
"Kami juga tidak mudah, untuk bisa mempengaruhi warga setempat untuk datang kemari melakukan demo."
"Di tambah lagi beberapa hari yang lalu, beberapa kepala desa setempat mendapatkan cipratan rejeki dari Bos Wang Xing."
"Bos Wang Xing meminta para kepala desa setempat membantunya menghambat rencana pembangunan pabrik di lokasi ini.."
"Memanfaatkan hal ini, kami pun bergerilya mencari dukungan kemana mana.."
"Secara kebetulan kami berhasil mempengaruhi putra tunggal Tang Lung, "
"Maka semakin pas lah semua nya, berjalan sesuai rencana.."
ucap Joni dengan bangga bercerita pada Andi.
"Siapa itu Tang Lung ?"
tanya Andi pura-pura kurang puas.
"Tang Lung itu adalah jagoan silat yang paling terkenal di seluruh wilayah ini.."
__ADS_1
"Dia sangat di hormati oleh semua warga di sini, setiap ada keributan apapun yang tidak bisa di tangani oleh pihak berwajib."
"Bila Tang Lung tampil pasti beres, karena itu lah warga sangat menghormati nya..'
ucap Joni menjelaskan.
"Ohh, hanya orang kasar saja, tukang kelahi, mana bisa di banding dengan kamu Jon.."
ucap Andi sengaja mengangkat angkat Joni.
"Ahh kamu bisa aja, aku mana bisa di bandingkan dengan Tang Lung ya jauhlah.."
ucap Joni pura-pura merendah padahal hatinya sangat senang.
"Kalau itu aku gak setuju, buktinya lihat sekarang Tang Lung saja bekerja di bawah arahan kamu Jon."
"Setuju gak teman teman.."
ucap Andi sambil melihat ke yang lainnya.
"Setuju...!!"
jawab teman teman Joni kompak.
"Nah tuh lihat, gak salah lagi Jon, kamu memang yang paling top salut deh.."
ucap Andi sambil mengacungkan jempol nya.
Joni tertawa senang dan berkata,
"Ya terserah kalian dah, ha..ha..ha..!"
Sesaat kemudian Andi pun berkata,
"Di tempat kerja ku juga banyak orang yang seperti itu, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian untuk membalas mereka..'
"Kelihatannya aku harus banyak banyak belajar keberanian dari anda Jon.."
ucap Andi memuji muji Joni setinggi langit agar mendapatkan simpati darinya.
Sehingga dia bisa mendapatkan lebih banyak informasi dan bukti bukti dari Joni.
"Jon ada satu hal aku kurang ngerti bagaimana kamu bisa mempengaruhi kepala desa dan anaknya Tang Lung, ? untuk bersedia mengikuti rencana mu.?"
Joni tertawa dan berkata,
"Sebenarnya mudah saja, kami semua mempunyai tujuan yang sama, yaitu tidak ingin pabrik ini beroperasi.."
"Aku karena tidak suka dengan kepala proyek marga Yang itu.."
"Kepala desa karena dapat tugas dari Wang Xing, begitu pula dengan putra Tang Lung,.dia juga diam diam dapat uang yang tidak sedikit dari Wang Xing.."
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak benar, meskipun tujuannya sama, bisa saja mereka punya ide sendiri sendiri dan masing masing tentu ingin jadi pemimpin..benar tidak..?"
Joni sambil tertawa berkata,
"Kamu benar di,.. tentu saja semua karena aku punya rekaman ini.."
"Apaan tuh,.. ?"
__ADS_1
tanya Andi pura-pura antusias..
Joni sambil tertawa bangga berkata,
"Di dalam sini ada beberapa rekaman rahasia memalukan dari para kepala desa, dan tentu saja putra Tang Lung juga ada.."
"Boleh aku melihatnya, penasaran nih Jon, nanti aku suruh Marco beli makanan dan minuman untuk traktir kalian semua gimana ? deal..?"
ucap Andi sambil tertawa senang.
Joni tertawa dan berkata,
"Boleh saja tapi ini rahasia orang, kamu cuma boleh nonton di sini saja.."
"Sipp,.. !"
ucap Andi sambil memberi tanda jempol.
Andi lalu menoleh kearah Marco dan berkata,
"Marco tolong belikan makan siang dan bir kemari bisa..?"
Marco mengangguk, lalu dia mengeluarkan HP nya, memesan semua lewat delivery online.
Setelah itu dia menyimpan HP nya dan berkata
"Udah beres.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Makasih Marco.."
Marco hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyum kecil.
Andi sendiri terlihat sibuk dan tertawa terkekeh kekeh heboh melihat rekaman video rahasia Joni.
Saat makanan datang Joni CS sedang makan minum dengan heboh, Andi diam diam mengirim rekaman itu satu persatu di share ke hpnya.
Setelah itu dia baru bergabung ikut makan minum sambil ngobrol ngobrol tertawa tawa.
Sesekali dia akan memberikan pujian pada Joni.
Selesai makan minum, Andi pun berkata,
"Jon dan semuanya, senang berkenalan dengan kalian."
"Jam istirahat ku sudah habis, aku dan Marco harus segera kembali ke kantor .."
"Kalian silahkan teruskan saja, aku permisi dulu.."
Joni dan teman temannya mengangguk melambaikan tangan mereka ke Andi.
Andi dan Marco pun kemudian meninggalkan tempat itu, untuk kembali ke mobil Nicole yang parkir di ujung belakang truk bahan bangunan.
Setelah kembali ke mobil, Andi pun berkata,
"Nicole bukti sudah ada dan cukup kuat, panggil lah pihak berwajib dan pengacara perusahaan kemari."
"Nanti kita akan temui kepala desa pemuka desa, juga perwakilan masyarakat desa, untuk melakukan dialog tertutup di dalam lokasi pabrik."
"Bila semua berjalan lancar, kedepan nya, kurasa proyek kita tidak akan ada gangguan dari masyarakat lagi.."
__ADS_1
ucap Andi yakin.
Nicole mengangguk tanpa banyak bertanya, dia langsung hubungi pengacara perusahaan, sekaligus meminta pengacara nya menghubungi pihak kepolisian untuk datang kelokasi pabrik.