AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ANDI MENGALAMI KESAKITAN


__ADS_3

"Lin kamu tidak seharusnya menipu mama mu.."


ucap Andi sedikit menyesal.


"Lalu aku harus bilang apa ? bilang di sini sedang menjaga kakak ?"


ucap Violin dengan bibir cemberut.


Andi menghela nafas dan berkata,


"Gara gara aku kamu jadi harus berbohong sama Tante, ini semua salah ku."


"Bila sudah keluar dari sini, aku harus pergi minta maaf dan jelaskan pada mama mu.."


ucap Andi merasa bersalah.


"Ihh kakak ini sudah pikun ya, ? bila kakak pergi lagi temui mama, bukan cuma kakak yang kena damprat."


"Tapi itu sama saja kakak ingin mencelakai ku, kena damprat sama mama..kakak ini gimana sih ?"


tegur Violin dengan wajah semakin cemberut.


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Ya sudahlah lupakan saja, kakak tidak akan pergi temui mama mu."


"Tapi kamu bagaimana menjelaskan pada mama mu, bila Ronaldo tiba-tiba datang mencari mu kerumah.?"


"Kalau itu kakak tidak perlu khawatir, Ronaldo saat ini sedang magang ke kota L, jadi dia tidak mungkin datang kerumah ku.."


ucap Violin sambil tersenyum bangga.


Andi hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat sikap Violin.


Violin tersenyum penuh kemenangan, sambil menatap Andi yang terlihat tidak berdaya menghadapi sikap nya.


"Kak patung ini,..?"


ucap Violin sambil menatap patung yang dia letakkan di depan Andi barusan.


Andi tersenyum memegang patung itu dengan hati-hati, dan menatap patung itu dengan mesra kemudian berkata,


"Ini patung kakak mu Viona, aku sengaja mengukirnya, patung ini tadinya ada sepasang."


"Aku menyimpan patung yang ini, sedangkan kakak mu menyimpan patung yang mirip dengan ku."


Violin menatap dengan kagum kearah patung tersebut dan berkata,


"Ukirannya bagus sekali kak, sangat mirip kapan kapan kakak ukirkan satu dong untuk ku.?"


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bukan aku tidak mau, tapi tanpa ijin dari kakak mu, aku tidak berani."

__ADS_1


"Kakak mu pernah meminta ku berjanji seumur hidup, hanya boleh mengukir patung dirinya dan tidak diijinkan mengukir gadis lain.."


"Ihh dasar kakak egois, menyebalkan."


"Ya sudah nanti aku minta lewat kakak saja, dasar.."


ucap Violin kecewa dan sebal.


"Kak jam tangan baru ya ? kapan kakak belinya ? sepertinya baru lihat.."


tanya Violin tiba-tiba.


Andi tersenyum dan berkata dengan bangga,


"Ini dari kakak mu, dia sengaja menggunakan gaji magangnya khusus belikan jam ini untuk ku.."


"Jam ini sangat mahal, dan asli dari Swiss.."


ucap Andi bangga sambil menatap jam yang melingkar di tangannya dengan bangga.


"Cih cuma jam aja...apa hebatnya, di bandingkan dengan uang yang kak Andi tuker dengan taruhan nyawa, bisa dapat 1000 biji jam seperti itu."


ucap Violin kurang puas.


Andi menghela nafas panjang menanggapi sikap Violin, lalu berkata.


"Kamu masih kecil tidak akan mengerti perasaan ini, bila suatu hari kamu dewasa nanti."


"Kamu tentu akan mengerti sendiri, apapun barang yang di berikan oleh orang yang kita cintai."


ucap Andi menjelaskan.


"Ya...ya...aku memang masih kecil,.. berbeda lah dengan kakak ku yang sudah dewasa dan cantik.."


ucap Violin cemberut dan kurang puas, sambil mengembalikan tas Andi kedalam lemari.


Di dalam hati Violin berkata,


"Kamu pikir aku tidak tahu, meski aku masih kecil aku juga tahu menghargai apapun yang kakak berikan untuk ku.."


"Meski kakak anggap itu biasa dan wajar, tapi di hati ku selama nya aku tidak akan pernah lupa."


Andi tahu Violin sedang kesal, jadi dia memilih melihat patung Viona, sambil melihat chat terakhir mereka sebelumnya.


Tiba-tiba HP Andi mendapatkan pesan masuk dari Bank.


Andi segera membuka rekening nya, Andi tersenyum puas melihat kini saldonya ada


45 M.


Andi segera menghitung bagian Berry dan mentransfernya.


Lalu Andi mentransfer 35M ke rekening Viona, dan mengirim pesan ke Viona.

__ADS_1


"Vi,... akhirnya kita bisa kembali bersama lagi, ini 35M kamu gunakan untuk bayar Si Rio dan bereskan urusan hutang ayah mu, jangan lupa minta bukti pelunasan..hutang.."


"Aku sementara ini masih belum bisa ke kota B menemui mu, karena masih ada urusan pekerjaan yang belum selesai."


"Tapi secepatnya bila selesai aku akan segera pergi menemui mu.."


Setelah mengirim pesan tersebut, Andi pun tersenyum sendiri membayangkan akhir bahagia dirinya yang bisa kembali berkumpul bersama Viona.


Gadis pujaan hatinya yang sudah dia rindukan siang dan malam.


Andi tahu, meski Viona sudah membaca chatnya, Viona juga tidak bisa membalas chatnya saat ini.


Ada kemungkinan 3 bulan lagi Viona baru bisa meninggalkan PT PC dan kembali ke kota B, untuk mengurus masalahnya dengan Rio.


Andi akan menunggu nya hingga waktunya tiba, bila Viona nanti membutuhkannya untuk di temani pergi menemui Rio, dia baru akan berangkat ke sana.


Untuk sementara waktu, Andi akan menggunakan waktunya untuk memulihkan kondisi nya, sambil fokus dengan kuliahnya.


Juga sambil menanti pertarungan nya, melawan Ginting yang secara kebetulan akan di adakan di kota B 3 bulan mendatang.


Sebenarnya setelah uang untuk Viona sudah terkumpul, Andi sudah malas untuk turun bertanding.


Tapi berhubung dia sudah menandatangani perjanjian menerima tantangan resmi dari Ginting, Andi tidak punya alasan untuk menghindarinya.


Mau atau tidak mau, dia harus maju meladeninya, bila menang hitung hitung buat bayar Budi ko Ahong, yang sudah banyak membantunya di masa masa sulit.


Selain itu Andi juga bisa memanfaatkan momen itu untuk berkumpul dengan Viona.


Dan dia akan berbicara dengan Viona, agar ikut dengan nya pindah kuliah di kota J


Sehingga mereka bisa lebih sering bersama sama, selain itu Viona juga bisa dekat dengan orang tua nya.


Andi akan menggunakan sisa uangnya, yang ada beberapa miliar untuk membantu ayah Viona membangkitkan usaha nya kembali.


Berry sudah kembali lagi ke rumah sakit, setelah mengurus bonus kemenangan Andi dan mengambil perlengkapan Andi di kost.


Violin sendiri yang melihat Andi sibuk melamun sambil terus melihat HP nya.


Dia memilih nonton film Mr Bean, film lucu' lucu kesukaan nya, sambil tertawa sendiri.


Saat berry masuk kedalam kamar, tanpa menghiraukan kedua orang itu yang masing-masing sedang sibuk sendiri.


Beery memilih untuk menyusun barang barang perlengkapan Andi ke dalam lemari.


Tapi baru saja dia selesai menyusun barang perlengkapan Andi.


Beery di kejutkan oleh suara Violin yang bertanya dengan cemas.


"Kak Andi kamu kenapa ?"


"Argghh,...! kepala ku sakit sekali Lin, gak tahu kenapa ?"


ucap Andi dengan wajah pucat dan penuh keringat.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Berry dengan panik langsung berlari keluar dari kamar, pergi mencari perawat dan dokter.


__ADS_2