AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENCOBA GAUN PESTA


__ADS_3

Sementara Andi berlari sore, Rio datang ke kost Viona menemui Viona.


Viona yang sedang baring-baring di kasurnya, mendengar HP nya bunyi.


Dia buru-buru mengambil HP nya untuk melihat siapa yang menelponnya.


Viona tentu berharap Andi yang menelponnya, tapi saat melihat penelpon nya adalah Rio dia langsung lemes.


Tapi dia tidak berani tidak mengangkatnya, karena kini dia terikat kontrak menjadi kekasih Rio.


"Ya Rio ada apa ,?"


tanya Viona berusaha bersikap biasa.


"Ini aku sekarang ada di depan kost mu, bisa keluar sebentar aku ingin bicara.."


"Di sini emangnya tidak bisa ya ? kita bicara.."


"Aku lagi capek Rio malas turun kebawah.."


ucap Viona beralasan.


Rio langsung berubah wajahnya mendengar jawaban Viona, wajahnya langsung mengeras.


Dia sangat tersinggung dan kesal, dia sudah jauh-jauh khusus datang kemari menemui gadis itu.


Karena ingin mengajaknya ke mall mencari pakaian buat ke pesta paman kecilnya besok malam.


Tapi di luar dugaan saat tiba di sini, Viona malah bersikap begini padanya.


"Baiklah kalau kamu memang lelah tak apa-apa, sampai ketemu di pengadilan besok.."


ucap Rio dingin.


Lalu dia mematikan ponselnya.


Viona sangat terkejut mendengar ancaman Rio yang sepertinya tidak main-main itu.


Dengan terburu-buru dia bangun dari tidurnya.


Lalu berlari keluar dari kamar turun ke bawah dan berlari keluar dari kostnya.


Sambil berteriak


"Rio tunggu..!!"


Viona berlari dengan terburu-buru, lalu membuka pintu pagar dan keluar dari kostnya.


Rio belum pergi dari sana, dia hanya tersenyum dan menatap Viona dengan kagum.


Viona yang terburu-buru belum sempat merapikan rambut nya, malah terlihat semakin cantik dan seksi dengan celana pendek dan baju tidur yang tipis.


Sehingga sedikit membayang bentuk tubuhnya yang indah, dengan kulit yang putih mulus terpampang dengan jelas.


Mulai dari bagian leher dada bahu lengan sampai ke paha dan betis yang begitu putih mulus terpampang jelas di hadapan Rio.


Menyadari tatapan mata Rio, Viona sedikit salah tingkah, dia buru-buru menggunakan sepasang lengannya menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka.


"Kamu benar-benar tega ya...ada apa aku sudah di sini bicara' lah..mau apa ?"

__ADS_1


ucap Viona kesal.


Rio tersenyum lebar penuh kemenangan, dengan tatapan mata tidak berhenti menjelajahi tubuh Viona.


Rio pun berkata,


"Jangan salah paham dulu..."


"Aku tadi tidak bermaksud serius.."


"Buktinya aku tidak langsung pergi..dan masih setia menunggu di sini.."


"Sudah jangan banyak mutar-mutar ngomongnya, to the point aja kamu mau apa ?"


Potong Viona tidak sabar dengan bibir cemberut.


Tapi Viona tidak sadar dalam keadaan begini, dia justru terlihat semakin cantik dan menarik.


Rio sambil tersenyum melanjutkan berkata,


"Begini besok malam paman kecil ku mengadakan pesta, aku ingin mengajak mu kesana agar bisa memperkenalkan mu sebagai kekasih ku di sana.."


Viona mengerutkan alisnya dan berkata,


"Apa itu perlu... bukankah hubungan kita cuma karena kontak itu, ingat Rio..di antara kita tidak punya perasaan apa-apa.."


"Kamu tidak bukan berarti aku juga tidak, bila tidak buat apa aku repot-repot membantu keluarga mu.."


ucap Rio sambil tersenyum santai.


Kemudian melanjutkan berkata,


"Masih terlalu cepat untuk mengatakan tidak.."


ucap Rio sambil tersenyum mengejek.


Mendengar ucapan Rio apalagi melihat senyumnya yang sombong dan penuh percaya diri itu.


Dada Viona seakan-akan mau meledak karena menahan emosi.


Ingin rasanya dia maju memberikan tamparan bolak balik ke wajah Rio yang kurang ajar itu.


Sayang nya itu semua cuma pikirannya saja, dia tidak punya keberanian untuk menyinggung Rio sama sekali.


"Ya sudah,.. cepat katakan saja apa mau mu sekarang, bila tidak ada urusan lain sampai ketemu besok malam saja.."


ucap Viona ketus, lalu ingin membalikkan badannya hendak masuk kembali ke kostnya.


"Tunggu Vi ..aku belum selesai bicara.."


"Aku ingin mengajak mu sore ini ke mall, berbelanja gaun pesta dan perlengkapan mu untuk keperluan mu datang ke pesta.."


"Terimakasih...tapi aku masih memiliki gaun pesta, tidak perlu repot-repot.."


ucap Viona sambil membalikkan badannya hendak masuk.


"Viona kamu harus ingat klausul mempermalukan pacar mu di depan umum, hukuman nya apa bukan ?"


tanya Rio dengan suara dingin.

__ADS_1


Sambil menghela nafas tak berdaya, Viona berkata,


"Baiklah aku akan ikut dengan mu, tunggu sebentar aku mau berganti dulu.."


Rio tersenyum penuh kemenangan, kemudian memberi kode mempersilahkan Viona pergi berganti pakaian.


Tak lama kemudian Viona dan Rio sudah meluncur pergi ke mall berdua.


Santi yang melihat hal itu, hanya bisa bertanya tanya di dalam hati.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


Apa hubungan nya dan Andi telah berakhir sekarang bertukar pasangan menjadi kekasih Rio.


Bila itu terjadi Andi sungguh kasihan, dan sahabat nya itu benar-benar kelewatan dalam mempermainkan perasaan orang.


Atau Viona diam-diam satu kaki berpijak dua kapal..


Atau semua ini ada hubungannya dengan permasalahan keluarga Viona.


Akh sudahlah daripada menebak sembarangan, lebih baik besok bicara sama Andi saja.


Tentu semua akan menjadi lebih jelas.


Batin Santi dalam hati.


Sementara itu Viona kini sudah ada di mall bersama Rio, Rio langsung membawanya masuk kesebuah butik high' class, yang memiliki barang barang dengan harga selangit.


Semua nya yang di pajang di sana adalah gaun import, dengan desain perancang terkenal dari segala penjuru dunia.


Rio membawa Viona memilih beberapa gaun pesta, kemudian meminta Viona mencobanya satu persatu.


Seorang pelayan toko dengan sopan melayani semua kebutuhan Viona.


Viona dengan wajah malas masuk ke kamar ganti, di temani oleh karyawan toko yang membantunya mencoba pakaian tersebut satu persatu.


"Nona tubuh anda sungguh sempurna, mengenakan gaun apapun semua terlihat sangat cocok.."


ucap pelayan tersebut memuji Viona.


Viona hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Terimakasih.."


Viona harus keluar masuk kamar ganti, untuk menunjukkan gaun yang dia kenakan satu persatu ke Rio.


Viona yang sebenarnya sedang tidak mood dan malas, menjadi semakin malas, saat dengan sangat terpaksa dia harus bolak-balik berganti gaun dan menunjukkan gaun yang dia kenakan ke Rio.


Setelah mencoba hampir 30 gaun akhirnya dengan wajah letih dan jengkel Viona berdiri di hadapan Rio dan berkata.


"Sebenarnya kamu mau gaun yang gimana ? aku sudah sangat lelah.."


"Kalau terus begini saat pesta berlangsung mungkin aku tidak sanggup hadir..."


ucap Viona jengkel.


Rio tersenyum dan berkata sambil melihat pelayan toko tersebut.


"Tolong bungkuskan gaun ke 10 dan gaun ke 15 yang di coba oleh kekasih ku."

__ADS_1


__ADS_2