AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI DEPAN GEDUNG PEMBERKATAN


__ADS_3

Bahkan sebelum masuk kedalam ruangan pemberkatan, si pria sempat bertanya ke nya, dengan tatapan mata penuh curiga.


"Sayang siapa pemuda itu ? apa kamu kenal dengan nya. ?"


Pengantin wanita itu sambil tersenyum lembut menyentuh tangan suaminya dan berkata,


"Bila aku kenal dengan nya, apa aku masih akan berdiri di sini menjadi pendamping mu ? dasar bodoh.."


Mendengar ucapan istrinya, pengantin pria itu pun menghela nafas lega, dan berkata,


"Ayo kita masuk kedalam, jangan sampai jam baiknya terlewatkan.."


Pengantin wanita mengangguk kecil, lalu sambil tersenyum bahagia, dia mengikuti pria itu berjalan bergandengan tangan masuk kedalam ruangan pemberkatan.


Andi hanya bisa menatap dengan penuh rasa kagum dan iri terhadap kebahagiaan kedua orang itu.


Setelah semua orang masuk kedalam dan acara pemberkatan pernikahan di mulai.


Di bagian paling luar, di dekat anak tangga pertama untuk memasuki pelataran halaman depan tempat acara.


Kini hanya ada Andi yang duduk seorang diri di sana,.sambil melamun menatap langit.


Hingga acara bubar dan tempat itu kembali sepi, Andi tetap saja masih duduk tak bergeming dari tempatnya.


Beberapa saat kemudian para kru penyelenggara pernikahan Violin dan Ronaldo pun tiba.


Mereka mulai sibuk melakukan berbagai persiapan, mulai dari menggelar karpet merah, memasang karangan bunga, memasang foto prewedding Violin dan DoDo,.di depan pintu masuk ruang pemberkatan, hingga memasang hiasan hiasan di ruang pemberkatan, dan semua hal yang berhubungan dengan acara tersebut.


Semua di persiapkan dengan teliti oleh kru Even Organizer,.agar konsumen mereka puas dan tidak kecewa di hari berbahagia mereka.


Di sela sela kesibukan para kru Even Organizer, satu persatu tamu undangan yang datang menghadiri acara pemberkatan pernikahan itu, mulai berdatangan.


Ada beberapa tamu undangan yang mengenali Andi, mereka pada berbisik bisik sendiri.


Terutama mereka yang bekerja di RS M, mereka semuanya tentu mengenali Andi.


Saat James dan Santi, Sarah dan Dragon tiba mereka langsung menghampiri Andi.


"Di,..kamu datang juga,.. kupikir.."


ucap Santi sambil menghentikan kata kata nya dan menatap Andi dengan penuh prihatin.


Andi tersenyum pahit dan berkata,


"Jangan lupa aku juga masih terhitung kakak iparnya.."


Candaan garing Andi tidak membuat diantara mereka ada yang tertawa.


Sebaliknya mereka malah menatap Andi dengan tatapan mengasihani.


"Di,.. kamu harus bisa belajar move on.."


ucap Sarah sambil menepuk bahu Andi untuk menguatkan Andi.

__ADS_1


"Terimakasih atas perhatian kalian semua nya, tapi percayalah, aku baik baik saja.."


"Kalian semuanya masuklah lebih dulu kedalam sana, agar dapat tempat duduk tamu mulai ramai.."


ucap Andi beralasan.


"Mengapa kita gak masuk sama sama aja ?"


tanya Santi yang kasihan tidak mau melihat Andi sendirian di luar sana.


Tapi Andi menggelengkan kepalanya dengan tegas berkata,


"Kalian masuk lah lebih dulu, nanti aku baru menyusul.."


"Tenang saja, aku tidak apa-apa,.."


"Percayalah.."


ucap Andi berusaha meyakinkan mereka.


Mereka berempat saling pandang sejenak, kemudian mereka menganggukkan kepala, kearah Andi dan berkata,


"Baiklah kami masuk dulu, sampai ketemu di dalam sana..ya..?"


Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun.


Andi menatap bayangan punggung keempat sahabatnya yang telah menemukan kebahagiaan hidup mereka.


Di dalam hati Andi berkata,


"Mengapa aku tidak pernah bisa seperti mereka, semua berjalan dengan sederhana.."


"Aku benar-benar sungguh lelah. menjalani semua ini.."


ucap Andi berkeluh kesah di dalam hati.


"Kak Andi mengapa kak Andi di sini, ayo ikut dengan Dodi dan Rina masuk kedalam.."


ucap dua anak tanggung yang memakai jas dan gaun pesta indah dan rapi, sambil memegang kedua tangan Andi dengan sangat akrab.


"Kalian sama siapa ? mana papa mama ?"


tanya Andi sambil menatap Dodi dan Rina yang berdiri di hadapan nya.


"Ada tuh mama dan papa menyusul di belakang.."


ucap Rina cepat sambil menunjuk kearah papa mama nya yang sedang berjalan menghampiri Andi.


Melihat kehadiran kedua orang itu, Andi pun mengajak kedua bocah itu menghampiri kearea kedua orang tua nya.


"Pa Ma kalian telah tiba, apa kabar ? sehatlah ?"


tanya Andi berbasa basi.

__ADS_1


Mama dan papa Viona tersenyum tidak enak hati sambil menatap kearah Andi.


"Papa Mama jangan khawatir, Andi tidak apa-apa kok.."


"Kalian berdua tenang saja.."


ucap Andi sambil berusaha tersenyum dan bersikap senormal mungkin.


"Di,.. Mama dan papa benar benar merasa malu dan bersalah dengan mu.."


"Mengapa orang sebaik kamu harus selalu di sakiti oleh putri putri kami.."


"Dulu Viona,.. Sekarang kembali Violin,..Haiss,.. mama,.. sudah tidak tahu mau berkata apalagi..selain memohon pengertian mu memaafkan kami.."


ucap mama Viona sambil menatap Andi dengan kasihan.


"Mama jangan berpikir begitu, itu sangat salah, seharusnya Andi lah yang harus meminta maaf kepada kalian berdua.."


"Karena Andi lah, mereka berdua harus menderita dan terluka, bila bisa di tukar seharusnya Andi lah yang pergi bukan Viona.."


"Terutama terhadap Violin, Andi benar benar berhutang banyak padanya, seumur hidup pun Andi tidak akan pernah bisa melunasinya."


ucap Andi serius


Mama Viona maju memegang tangan Andi dan berkata,


"Tidak di,..kamu harus tegar dan semangat, relakanlah dan lepaskanlah semua nya.."


"Yakinlah hari esok pasti akan lebih indah,.."


Papa Viona juga maju memegang pundak Andi dan berkata,


"Ayo nak Andi, mari kita masuk kedalam bersama-sama.."


Andi menggelengkan kepalanya, dia memegang tangan papa dan mama Viona menyatukannya dan berkata,


"Tidak pa ma, kalian duluan saja, Andi nanti saja menyusul belakangan.."


Kedua orang tua Viona saling pandang kemudian mama Viona kembali berkata,


"Baiklah kami masuk duluan, nanti jangan lupa susul lah kami kedalam.."


Andi menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun, hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Papa mama Viona dan kedua adiknya pun berjalan masuk kedalam gedung pemberkatan.


Mereka menunggu pengaturan dari panitia even organizer, yang akan mengatur semuanya sesuai prosesi pernikahan pada umumnya.


Dodi dan Rina di persiapkan untuk menyambut pengantin sebagai penabur bunga.


Sedangkan papa Viona, nanti akan dipersiapkan menemani Violin masuk kedalam aula ruang pemberkatan, dimana papa violin akan bertugas mengantar Violin menuju pelaminan untuk di serahkan ke DoDo sebagai pasangan pengantin pria Violin.


Tak lama mereka berempat masuk, sebuah mobil pengantin pun tiba di depan halaman gedung, dari dalam mobil tersebut, terlihat Ronaldo turun dari sana, sambil tersenyum bahagia menganggukkan kepalanya memberi hormat ke semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


Tapi saat dia melihat kehadiran Andi di sana, wajah Ronaldo pun berubah menjadi tidak sedap dipandang.


__ADS_2