AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERENCANA BUKA PABRIK DI CHINA


__ADS_3

Begitu Carol datang dengan kotak P3K, Andi membiarkan Carol merawat luka luka yang di derita Berry.


Dia hanya duduk diam melihat Carol merawat luka Berry.


Setelah selesai di mana Berry tinggal menggunakan batu es mengompres luka memar dan bengkak di wajahnya sambil bersandaran di sofa.


Sedangkan Carol merapikan kembali peralatan P3K yang akan dia bawa untuk di simpan kembali kedapur.


Andi sambil menatap Berry bertanya pelan,


"Nah sekarang ceritakan apa yang terjadi..?"


Berry sambil tersenyum pahit berkata,


"Semalam Lia yang menelpon ku, katanya mantan suaminya sedang mabuk di depan apartemennya."


"Mantan suaminya itu terus menggedor gedor pintu apartemen Lia.."


"Lia yang ketakutan langsung menelpon ku dan meminta aku untuk datang membantunya.."


"Saat aku tiba di sana, tidak tahu gimana caranya, pintu apartemen Lia sudah terbuka."


"Saat aku masuk kedalam apartemen Lia, aku melihat seorang pria bertubuh tinggi besar berkulit hitam sedang memukuli Lia."


"Dia sedang melepas celananya, seperti ingin memperkosa Lia."


"Sedangkan Lia terlihat sedang menangis tak berdaya."


"Melihat hal itu akupun maju menghentikan perbuatannya, dan menariknya menjauh dari lia,.."


"Tapi begitu melihat kehadiran ku, dia langsung dengan emosi menyerangku.."


"Aku berhasil menghindar dan menghajarnya, meski dia jauh lebih besar dan kuat, aku masih mampu mengatasinya, karena dia sedang mabuk."


ucap Berry sambil nyengir menahan nyeri.


Andi pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya,


"Bagus dong berarti kamu jadi Hero save beauty, lalu kenapa kamu jadi begini,..?"


tanya Andi sambil tersenyum mengejek Berry.


"Dengar dulu cerita ku, ceritanya belum habis, itu baru awal saja."


ucap Berry sambil meringis sewot.


Andi pun kembali menanggapinya dengan tersenyum.


"Kamu sepertinya senang ya teman mu babak belur, dasar Anj*ng..."


umpat Berry sebal.


"Jadi aku harus gimana,? merenggut kesal atau menangis,..?"

__ADS_1


ucap Andi sambil menahan tawa.


"Tuh kan,... dasar Anj*ng loh..!"


teriak Berry sambil melempar bantal kearah Andi.


Andi menangkap nya dan berkata,


"Ya sudah, maaf,.. maaf,.. ok, nah sekarang cerita lah.."


Berry sambil bersungut-sungut kemudian melanjutkan ceritanya.


"Setelah berhasil mengusir si bajingan itu pergi, aku pun membantu mengobati Lia yang sedikit babak belur di pipi dan bibirnya..'


Saat aku membantu Lia kembali ke kamar kami pun..."


ucap Berry sambil tersenyum senyum puas.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Lalu..?"


Berry tiba tiba menghentikan senyumnya dan berkata,


"Saat aku dan Lia sudah selesai dan ingin mengenakan kembali pakaian kami."


"Tiba-tiba sekelompok orang menerobos masuk kedalam kamar, mereka di pimpin oleh mantan suami Lia, mereka menghajar ku hingga babak belur."


"Di bawah todongan pistol, aku tidak bisa melawan,.apalagi mereka pada bertubuh besar dan ramai, jadilah aku seperti ini.."


tanya Andi.


"Lia selamat karena polisi keburu datang."


"Saat aku di siksa diam diam Lia berhasil menghubungi 911."


"Polisi tiba tepat waktu, dan menggiring mereka semua pergi."


"Lia juga ikut dengan polisi pergi sebagai saksi plus korban.."


"Sedangkan aku di lepaskan, setelah di interogasi ditempat,.."


ucap Berry menutup ceritanya.


"Ya sudah kamu istirahat saja, hari ini juga tidak banyak kerjaan.."


"Paling paling transaksi pembayaran dan tanda tangan akte jual beli didepan notaris saja."


"Mungkin besok atau lusa baru mulai sibuk merombak mesin pabrik, sesuai dengan plan kita.."


ucap Andi sambil menepuk bahu Berry dengan ringan.


Menjelang siang Andi dan Carol pun pergi ke kantor notaris, untuk bertemu dengan Mr Bronson.

__ADS_1


Menyelesaikan transaksi dan segala pengalihan surat surat sertifikat pabrik dari Mr Bronson ke Andi.


Tanpa kesulitan berarti Andi dan Carol menyelesaikan semua itu.


Setelah selesai Andi melanjutkan dengan perjalanan menuju kampus kampus yang ada di sekitar New York dan pergi ke yayasan ketenagakerjaan.


Andi membuka lowongan kerja mencari tehnisi dan ahli desain juga mencari tenaga kerja buruh biasa.


Setelah kembali kerumah, Andi juga menugaskan Carol untuk menghubungi pihak gereja dan berbagai perkumpulan orang kulit hitam.


Untuk datang mendaftar sebagai tenaga kerja.


Setelah Berry sembuh, Berry pun kembali aktif terlibat dalam berbagai proyek yang sudah Andi rancang.


Andi setelah mendapatkan kepala tehnisi, kepala ahli desain, dan kepala ahli pemasaran.


Dia pun meminta mereka membentuk team dan mencari anggota yang cocok untuk melaksanakan proyek yang telah Andi dan mereka rancang bersama.


Kepada kepala tehnisi, Andi menyerahkan tugas tambahan untuk mencari tenaga kerja yang murah dan berkualitas untuk membantu proses produksi.


Ide dari Andi, hanya saja pelaksanaan nya, di sesuaikan dengan kemampuan mereka mendesain membuat dan memasarkannya.


Dalam 3 bulan pertama Andi dan team yang di pimpin nya,.. akhirnya berhasil memproduksi 10 unit motor roda 3 yang mirip mobil kecil yang bisa muat 3 orang.


Kendaraan ini bisa menggunakan listrik maupun bahan bakar minyak biasa.


10 unit ini setelah di adakan perundingan dengan Bos Wang Bos Chen Bos Mike, akhirnya di putuskan produk tersebut akan dilepas dengan banderol harga USD 1000, produk tersebut akan coba di launching di New York sendiri 2 unit, di China 4 unit di Singapura 2 unit di Australia 2 unit.


Begitu di launching produk ciptaan Andi setelah melalui beberapa tes keamanan kenyamanan dan ketahanan mesin.


Hasilnya cukup memuaskan di keempat negara yang menjadi tempat tujuan launching mereka.


Sehingga 10 unit itu langsung habis dan mendapatkan sambutan yang cukup baik dari masyarakat setempat.


Pesanan orderan pun sangat banyak yang masuk, di bulan kedua sejak launching, Pabrik Andi hanya mampu memproduksi 50 unit.


Di bulan ketiga atas desakan bos Wang Bos Chen Bos Mike yang mulai melihat peluang besar di segmen tersebut.


Andi mulai menambah mesin dan menambah rekrutan SDM untuk membantu meningkatkan jumlah produksi, berusaha sebisanya memenuhi permintaan pasar.


Dengan menambah jumlah mesin dan karyawan produksi, tepat di bulan ke 6 Andi berhasil memproduksi 1000 unit perbulannya.


Tapi permintaan pasar yang begitu banyak yang masuk, membuat Andi mulai kuwalahan memenuhi permintaan pasar.


Setelah berunding dengan Bos Wang Chen dan Mike, akhirnya di putuskan, akan di buat pabrik dalam skala besar di China.


Dengan pertimbangan jumlah SDM lebih banyak, lebih murah, bahkan mesin pabrik tiruan yang berkualitas pun di sana bisa di buat, dengan harga miring.


Lokasi tanah yang luas, ijin pendirian dan peraturan yang tidak sulit, membuat semua cost dari berbagai sektor bisa ditekan hingga titik terendah.


Setelah di putuskan Andi pun berangkat ke China bersama team nya.


Andi hanya membawa Kepala tehnisi, kepala produksi, kepala desain dan kepala marketing berangkat menyertai nya ke China.

__ADS_1


Sedangkan di New York Andi serahkan sepenuhnya ke Berry dan Carol untuk mengurusnya.


__ADS_2