AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
NASIB SANTI


__ADS_3

Dengan perasaan terkejut Santi buru-buru mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya sampai sebatas dada.


Wajah Santi langsung pucat, saat melihat di balik selimut dia benar-benar tidur tanpa mengenakan apapun.


Saat Santi memeriksa bagian rahasia di bawah pusarnya, dia semakin kaget saat merasakan ada sesuatu yang lain di sana.


Santi buru-buru mengedarkan pandangannya ke sekitarnya, saat melihat tidak ada siapapun di sana, seluruh ruangan terasa hening dan sepi.


Hanya ada pakaiannya yang berserakan di atas lantai, dengan perlahan-lahan, Santi mencoba menyingkap selimutnya memperhatikan lebih jelas bagian bawah tubuhnya.


Sepasang mata Santi terbelalak indah tak percaya apa yang di lihat nya, ternyata tepat diatas sprei di mana dia terbaring tanpa busana.


Ada sebuah bercak darah di atas sprei yang dia tiduri, selain itu di dekat noda darah juga ada bekas cairan lengket.


Santi mencoba menyentuhnya dengan jarinya, lalu membawanya ke hidung untuk di cium.


Ada bau menyengat seperti bau bay Clean pemutih pakaian, Santi hampir muntah saat mencium baunya.


"Apa ini ?"


batin Santi heran.


Santi termenung mencoba mengingat peristiwa pasca dia pulang kerumah Sarah.


Santi ingat dia pergi ke WC, kemudian menyusul Sarah masuk ke kamar.


Tapi kamar ini jelas bukan kamar Sarah, Santi jelas-jelas ingat semalam, dia cuma melepaskan pakaian luarnya sebelum tidur, kenapa saat bangun kini dia malah jadi polos tanpa busana begini.


Sebenarnya apa yang terjadi semalam, batin Santi termenung tapi dia tidak berhasil mengingat apapun.


Sambil menarik selimut menutupi tubuhnya dengan agak stress dan Linglung, Santi memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai.


Lalu dengan tertatih-tatih sambil memegangi bagian perut bawahnya yang terasa sakit.


Santi berjalan dengan susah payah menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamar tersebut.


Santi dengan tubuh tel*njang berdiri di bawah pancuran air hangat, yang mengguyur kepala hingga seluruh tubuhnya.


Santi memejamkan matanya, mencoba mengingat peristiwa semalam, dan siapa pelaku yang harus bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa dirinya ini.


Tanpa sadar Santi melakukan pipis sambil berdiri, Santi tidak menyadari air seni yang keluar kini berwarna merah membasahi lantai yang berwarna kuning keputihan.


Genangan air berwarna merah dalam sekejap tersapu air dari pancuran, hilang tak berbekas masuk kedalam lubang pembuangan air.


Santi tidak menyadari hal itu, dia hanya tahu saat pipis bagian itunya, terasa sangat perih dan sakit.

__ADS_1


Perlahan-lahan Santi mulai teringat, sepertinya dalam keadaan antar sadar dan tidak sadar, dia semalam sempat bermimpi, ada seorang pria bertubuh kekar tinggi besar dengan punggung bertatto seekor ular cobra.


Di dalam mimpi tersebut pria itulah, yang dengan ganas menindihnya dan berhubungan badan dengan nya semalam.


Santi mematikan kran air, membuka matanya dengan terkejut sambil menutupi mulutnya sendiri yang setengah terbuka, dengan menggunakan tangannya.


"Ahh apa yang telah kulakukan, aku sungguh ceroboh mengapa aku bisa melakukan hal itu dengan nya."


"Bagaimana bila nanti aku hamil..ahh ini...? sekarang aku harus bagaimana ?"


gumam Santi panik seorang diri.


Santi kembali menyalakan kran air, dan menggosok-gosok seluruh tubuhnya dengan perasaan jijik menyesal dan malu..


Akhirnya Santi terduduk diatas lantai, dengan lemas dan airmata bercucuran bercampur dengan air shower mandi, yang mengalir deras membasahi kepalanya.


Santi menjambak-jambak rambutnya sendiri sambil menangis sedih.


"Aku..aku sudah tidak suci lagi..aku harus bagaimana kedepannya..?"


"Bila pun suatu hari aku bisa bersama Andi..atau ada pria lain yang mencintai ku.."


"Bagaimana aku bisa menjelaskan hal ini padanya.."


"Bagaimana aku akan menghadapi suami ku kelak, bila dia tahu aku sudah seperti ini.."


Dia benar-benar bingung dan tidak tahu harus bagaimana.


Bahkan siapa pelakunya pun dia tidak tahu, bagaimana dia mau menuntut pertanggungjawaban nya, bagaimana dia bisa menemukannya, bila dia hanya punya bayangan tatoo ular cobra di punggung orang itu.


Santi hanya bisa menangis sedih seorang diri dalam diam, di temani oleh guyuran air dari shower di kamar mandi.


Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya dengan lesu Santi berdiri.


Mematikan keran air berjalan keluar dari Shower Room yang berlapis kaca.


Santi menggunakan handuk mengeringkan rambut dan tubuhnya, kemudian memakai kembali seluruh pakaiannya.


Santi bercermin melihat wajah sendiri, setelah berulang kali mencoba tersenyum, akhirnya dia pun keluar dari kamar mandi.


Memeriksa sebenarnya dia menginap di kamar siapa semalam.


Dengan melihat foto-foto yang tergantung di dalam kamar tersebut, Santi pun tahu ini sebenarnya kamar siapa.


"Ternyata semalam tanpa sadar aku malah masuk ke kamar kakaknya Sarah yang bernama James itu."

__ADS_1


gumam Santi seorang diri.


"Apakah dia pelakunya ? tapi rasanya tidak mungkin dia sudah minggat begitu lama dari rumah, mana mungkin dia pulang tiba-tiba begini.."


gumam Santi membantah nya sendiri.


"Atau papa Sarah yang melakukannya ? ahh tidak..tidak..smoga saja bukan.."


"Itu benar-benar tidak boleh terjadi.."


ucap Santi membantah sambil menggelengkan kepalanya sendiri dengan ketakutan.


"Tapi bila hal itu benar terjadi, rumah tangga ayah ibu Sarah sedang dalam masalah, ditambah dengan kemunculan ku ditengah-tengah."


"Aku bisa terkena tuduhan pelakor, bagaimana aku punya muka untuk berhadapan dengan Sarah..."


"Ahh ini benar-benar gila, ini tidak boleh terjadi."


Santi kembali menjambak rambutnya sendiri dengan panik.


"Atau bisa jadi ini perbuatan satpam atau pelayan pria dirumah ini.."


Ada begitu banyak kemungkinan yang tidak pasti, Santi benar-benar hampir gila di buatnya.


Santi menatap wajahnya sendiri didepan cermin, sambil menepuk-nepuk pipi nya sendiri dengan kesal hingga menjadi merah.


"Mengapa aku bisa sesial ini ? aku sungguh ceroboh.."


gumam Santi menatap wajahnya sendiri dengan kesal di depan cermin.


Lalu dia menyisir rambutnya sendiri dengan kasar, hingga rambutnya banyak rontok berserakan di lantai.


Tanpa berani berpikir lebih banyak yang membuat kepalanya serasa mau pecah.


Santi segera keluar dari kamar kakak Sarah, langsung pergi ke kamar Sarah, mencari temannya itu.


Begitu masuk kedalam kamar Sarah, ternyata Sarah masih asyik tertidur pulas, Sarah juga sama dengan dirinya langsung tidur tanpa sempat berganti pakaian.


Tapi tentu saja Sarah tidak se sial nasib dirinya, yang lagi apes tiada duanya, batin Santi kesal dan sedih.


Di dalam hati Santi sebenarnya agak takut dan khawatir, dia takut bila akibat hal semalam, dia benar-benar hamil maka benar-benar habislah dirinya.


Bagaimana dia akan punya muka bertemu orang tuanya, tapi bila tidak pulang, dia harus bagaimana ? karena dari hari ke hari perutnya bakal terus membesar.


Hal itu tidak mungkin bisa dia tutupi.

__ADS_1


.


__ADS_2