
"Tapi dia terus memaksa, akhirnya aku pun menceritakan semuanya padanya."
"Dia menawarkan bantuan, tapi aku menolaknya."
Viona menatap Andi dan bertanya,
"Kenapa kamu menolaknya ?"
Andi menatap Viona dengan serius dan berkata,
"Kamu berharap aku menerimanya, ? kamu menyesali ku menolak tawarannya.
Viona buru-buru memegang tangan Andi dan menggelengkan kepalanya sambil berkata,
"Kalau kamu menerimanya, aku bahkan akan meremehkan mu, aku tidak akan Sudi menerima uang itu.."
"Aku hanya ingin tahu alasan mu menolaknya,"
ucap Viona sambil menatap Andi dengan rasa ingin tahu.
Andi menghela nafas lega dan berkata,
"Aku tidak ingin hubungan persahabatan terikat dengan hutang materi, di akhir cerita dia malah meminta ku menghubunginya bila berubah pikiran."
"Tapi aku tidak bisa melakukan itu, itu sangat bertentangan dengan nurani ku, kamu juga pasti sudah tahu Sarah menyukai ku."
"Dan aku seumur hidup tidak mungkin bisa membalas perasaan nya, aku tidak mau memperbanyak hutang ku padanya.."
Viona sambil tersenyum berkata,
"Kamu kenapa tidak bisa membalas perasaan nya,?"
"Padahal Sarah kan sangat cantik baik dan kaya lagi, "
"Apalagi ini nya besar kan mantab...."
ucap Viona sambil memperagakan kedua tangannya didepan dada sambil tertawa.
Andi tersenyum melihat sikap kekasihnya yang lucu, Andi mengulurkan tangannya menyentuh hidung kekasihnya dengan lembut dan berkata,
"Apa masih perlu ditanyakan lagi, kenapa nya..?"
Viona menggelengkan kepalanya dengan manja dan berkata,
"Aku justru ingin tahu langsung dari mulut mu"
Andi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Baiklah aku beritahu pada mu.."
"Aku tidak bisa menerima gadis mana pun untuk mengisi hati ku, karena hati ku sudah masuk dalam penjara hati mu.."
ucap Andi sambil menatap Viona dengan mesra.
Viona sambil tertawa berkata,
"Gombal... ! tapi cukup enak di dengar, aku menyukainya.
Andi tersenyum dan berkata,
"Apapun anggapan mu, biarlah waktu yang akan membuktikan semuanya.."
__ADS_1
"Banyak orang bilang cinta tidak perlu janji tapi perlu bukti, karena saat api cinta padam biasanya cinta pun akan ikut hilang.."
"Tapi aku akan buktikan cinta ku berbeda, cinta ku tidak bakal padam atau pun hilang, cinta ku akan mengikuti hingga ajal ku tiba."
ucap Andi menjelaskan sambil menatap Viona dengan serius.
Viona mengangguk dan sambil tersenyum dia berkata,
"Kalau benar seperti yang kamu ucapkan, maka aku adalah gadis yang paling beruntung dan paling berbahagia sedunia.."
"Aku akan menunggu hari di mana kamu dengan resmi datang melamar dan menikahi ku."
"Lalu kita akan hidup bersama sampai menjadi sepasang kakek-kakek dan nenek-nenek yang paling berbahagia sedunia. "
ucap Viona sambil menyusupkan kepalanya kedalam pelukan Andi.
Andi mencium kepala Viona dengan lembut kemudian berkata,
"Ayo Vi ke bank sekarang, kamu hapalkan nomor rekening mu..?"
Viona mengangkat kepalanya menatap Andi dan berkata,
"Di,... bukankah kamu juga pas-pasan ? dan pasti sangat membutuhkan uang ini, lebih baik kamu simpan saja sendiri.."
"Apalagi kamu kan mau pindah ke kota J, pasti memerlukan banyak biaya."
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Saat ini yang paling membutuhkan uang ini adalah kamu, dengan kondisi ayah mu saat ini."
"Keluarga mu tidak mungkin sanggup mengirimi mu uang untuk kuliah dan biaya hidup mu.."
"Jadi dia tidak punya kewajiban untuk menanggung biaya hidup dan kuliah mu.."
"Kontrak kalian kan hanya untuk menunda jatuh tempo hutang ayah mu, hingga perkuliahan mu tamat, dan berusaha melunasi hutang tersebut sebelum kuliah mu selesai."
"Sehingga kamu tidak perlu menjadi istrinya untuk melunasi hutang itu.."
"Benar tidak..?"
tanya Andi sambil menatap Viona.
Viona mengangguk dan berkata,
"Draftnya memang tertulis seperti itu, sesuai petunjuk mu sebelumnya, dan memang draft seperti itulah yang aku inginkan.."
"Dan dia sudah memenuhinya.."
Andi mengangguk sambil menghela nafas panjang dan melanjutkan berkata,
"Inilah alasan ku kenapa sebelum pergi menjauhi kalian."
"Aku harus memastikan kamu ada uang cukup untuk meneruskan kuliah mu."
"Sambil menunggu ayah mu bisa bangkit kembali bisnisnya."
Sehingga bisa melunasi hutang nya, sebelum kamu menyelesaikan kuliah.."
"Dengan uang ini meski tidak banyak, tapi aku rasa cukup untuk mu bertahan satu atau dua tahun kedepan.."
"Aku akan bekerja sambil kuliah di kota J, uangnya nanti akan ku kirim ke kamu buat melanjutkan kuliah hingga selesai."
__ADS_1
"Syukur-syukur dalam satu atau dua tahun ini, aku berhasil mendapatkan rejeki besar. "
"Sehingga bisa melunasi hutang ayah mu, jadi kita bisa kembali berkumpul bersama lagi."
Ucap Andi sambil mencium kening Viona.
Viona memejamkan matanya mendengar penjelasan Andi, hatinya sangat terharu tanpa bisa menahannya lagi.
Dua butir air bening kembali mengalir dari kedua sudut matanya yang terpejam.
Dua butir air bening itu mengalir menggantung di pipinya yang putih dan halus.
Andi dengan lembut menyeka dua air bening itu dan berkata,
"Vi jangan seperti ini, tersenyum lah, jangan bersedih hati lagi kamu harus bahagia.."
Viona membuka matanya dan mengangguk sambil berkata,
"Di,... kamu berkorban begitu banyak hingga harus meninggalkan kuliah dan pergi bekerja sambil kuliah.."
"Sedangkan aku disini malah menjadi kekasih orang lain, apa itu pantas di,.. ? antara pengorbanan mu dengan apa yang kamu dapatkan dari ku rasanya tidak pantas..?"
"Kamu akan terlihat sangat bodoh, berkorban demi seorang gadis yang hidup menjadi kekasih orang lain.."
Andi memeluk Viona dalam dalam dan berkata,
"Semua akan menjadi pantas, bila suatu hari nanti kita bisa hidup bersama sama lagi."
"Meskipun kelak kenyataan tidak sesuai harapan, aku pun tidak akan pernah menyesalinya."
"Aku akan selalu mencintaimu tanpa penyesalan.."
"Meski orang sedunia menertawakan aku bodoh, aku tetap tidak akan pernah menyesalinya.."
ucap Andi tegas dan penuh tekad.
Viona hanya bisa mengangguk dan tersenyum bahagia sambil bercucuran air mata.
Dia hanya bisa mempererat pelukannya pada punggung Andi.
"Ayo Vi kita berangkat sekarang, semakin siang nanti semakin panas, kasihan kulit mu yang gak biasa berjemur .'
Viona mengangguk sambil melepaskan pelukannya dan berkata,
"Di,... nanti di hari terakhir kita, berjanjilah kamu jangan terlalu baik dengan ku.."
"Aku takut aku tidak bisa mengontrol diri untuk berpisah dari mu.."
Andi mengangguk dan berkata,
"Tenang saja masih ada 3 hari lagi, kita nikmati saja sepuasnya, setelah itu apapun permintaan mu, aku pasti akan memenuhinya."
Andi kemudian merangkul bahu Viona, membimbingnya menuju area parkir motor.
Viona membalas dengan melingkarkan tangannya di pinggang Andi.
Andi pun tersenyum bahagia menikmati kemesraan, yang sebelumnya belum pernah dia bayangkan akan ada hari seperti ini.
Sambil berjalan Andi berkata,
"Vi kalau waktu SD aku menyatakan perasaan ku padamu, kira-kira kita bisa bersama-sama seperti ini gak ya ?"
__ADS_1