AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERTEMUAAN TAK TERDUGA


__ADS_3

"Gimana di pesawat baru ku mantab tidak ?"


tanya Berry sambil tersenyum lebar.


Andi tersenyum dan berkata,


"Bagus hanya saja terlalu boros boros duit.."


Berry tersenyum lebar dan berkata, "kamu tenang aja di,.. pesawat ini aku beli dari keuntungan besar, kenaikan harga besi dan baja dunia yang akhir akhir ini meningkat pesat."


"Aku dulu beli beberapa pabrik besi dan baja dengan harga sangat miring, bahkan sempat hampir hancur harga saham ku itu."


"Tapi aku gak perduli, malah tambah modal beli lebih banyak, aku yakin harga itu suatu hari pasti akan naik.."


"Dan sekarang jadi kenyataan, sehingga kita kaya raya di,..."


ucap Berry sambil tersenyum gembira.


Andi sambil tersenyum memberikan tanda jempol kearah Berry.


"Maaf pak Berry pramugari Kimberly mendadak sakit, tidak bisa masuk kerja.."


ucap seorang pramugari cantik datang memberi laporan ke Berry.


"Jadi, kamu jadi sendirian,..?"


tanya Berry sambil menoleh kearah kepala pramugarinya.


"Tidak pak saya sudah Carikan pramugari pengganti yang sedang off terbang."


ucap pramugari itu menjelaskan.


"Maksudnya pramugari sementara,? nanti kalau sudah dapat jadwal, dia berhenti kerja dari kita.."


tanya Berry heran.


"Nggak sih pak, dia benar-benar full off dari penerbangannya, alias sudah mengundurkan diri.."


"Ohh itu bagus malah, tapi apa kamu tahu alasan off-nya..?"


Pramugari itu menghela nafas panjang dan berkata,


"Biasa lah pak, menyinggung pilot dan tamu penting, jadi di skorsing 3 bulan gak terbang."


"Karena tidak terima dengan keputusan pihak maskapai, jadi dia milih mundur.."


ucap pramugari kepala memberi penjelasan.


"Apa maksud mu dengan menyinggung, artinya luas itu, coba yang lebih spesifik.."


ucap Berry ingin tahu.


Pramugari senior itu berkata dengan pelan,


"Dia masih muda cantik dan masih gadis, jadi pilot dan tamu penting tertarik ingin membooking nya."


"Dia menolak keras, jadi deh di singkirkan.."


Berry mengangguk dan berkata,


"Ya sudah suruh datang sebelum pesawat berangkat.."


"Orangnya sudah hadir pak, dia sedang ku tugaskan merapikan kamar bapak dan kamar tamu.."

__ADS_1


ucap pramugari senior itu cepat.


Berry mengangguk dan berkata,


"Ya sudah biarkan saja dia bekerja dengan kita, memang kacau dan ruwet sih bekerja di perusahaan penerbangan komersil.."


Selesai berkata, Berry pun kembali ketempat duduknya, Berry duduk terdiam menatap keluar jendela pesawat.


Tiba tiba Berry jadi teringat dengan Davina gadis cantik yang juga seorang pramugari.


Teringat dengan Davina, Berry tiba-tiba jadi rindu dan ingin tahu kabar gadis tersebut.


Dahulu gadis itu pernah bilang padanya, bila ingin jadi pasangannya harus punya pesawat pribadi.


Kini kebetulan dia sudah punya, Berry jadi ingin tahu kabar gadis itu.


Berry sambil tersenyum sendiri, mengeluarkan ponselnya, dia melihat lihat koleksi fotonya, foto bersama yang di ambil saat dia Andi Violin bersama Davina main main dan jalan-jalan bersama.


Berry setelah melihat lihat foto Davina, dia pun melakukan panggilan telepon.


"Maaf pak, bapak ingin minum apa ?"


tanya sebuah suara lembut dari samping.


Tanpa menoleh Berry memberi tanda bahwa dia tidak ingin minum, pramugari itu boleh pergi.


Tiba tiba panggilan Berry nyambung, Berry pun tersenyum senang.


" ¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶. !"


Dari samping Berry, tiba-tiba terdengar nada dering.


Pramugari yang menawarkan Berry minum buru buru berusaha mematikan panggilannya.


Seiring dengan itu panggilan Berry jadi terputus.


Berry mengulangi panggilannya, begitu nyambung, lagi lagi pramugari di sampingnya panik.


Karena hpnya kembali berbunyi dengan berisik, di saat dia sedang melayani bos barunya.


Pramugari itu, takut bila bos barunya tersinggung,.dia bisa kembali kehilangan pekerjaannya.


Karena ini bunyi menganggu yang kedua kalinya, Berry pun menoleh kearah pramugari pelayanan makanan minuman, yang sedang berdiri di sampingnya.


Di saat bersamaan pramugari itu juga sedang berusaha mematikan ponselnya secara total.


Lalu menatap kearah Bos barunya,. dengan wajah pucat ketakutan.


Saat sepasang mata mereka bertemu gadis itu terbelalak tak percaya sambil menunjuk kearah Berry.


Sedangkan Berry juga sedang menatap kearah gadis itu dengan tatapan mata kaget senang dan bahagia.


Sesaat kemudian keduanya pun tersenyum lebar, Berry mengangkat Hpnya, menunjukkan gambar panggilan di layarnya,.sambil menunjuk HP pramugari itu.


Keduanya semakin tersenyum lebar.


Berry mengulurkan tangannya memegang tangan Davina dan berkata,


"Duduklah di sini, temani aku ngobrol.."


"Ngomong ngomong sudah hampir 6 arau tujuh tahun kita gak bertemu dan saling kontak.."


ucap Berry sambil tersenyum.

__ADS_1


Davina menggelengkan kepalanya dan berkata dengan pelan,


"Jangan sekarang, nanti aku bisa kena marah.."


"Biar aku selesaikan dulu tugasku ini, nanti baru kita ngobrol dengan puas di ruangan ku di belakang sana, ok..?"


Berry pun tersenyum lebar dan berkata,


"kamu mau layani siapa ? di depan sana itu Andi dan Violin, mereka baru berkumpul jelas tidak mau di ganggu ."


"Di depannya lagi, itu suaminya Santi,.. itu lebih lebih tidak usah di dekati, aku aja malas dan takut dekat kesana.."


ucap Berry serius.


"Tapi kereta ini,..?"


ucap Davina ragu.


Berry langsung menekan tombol panggilan pramugari diatas kepalanya.


Melihat aksi Berry, Davina langsung pucat.


Benar saja begitu Berry tekan tombol tersebut, kepala pramugari Erika dengan terburu-buru berlari kecil menghampiri Berry dan berkata,


"Ya pak Berry ada yang bisa saya bantu ?"


Erica menatap kearah Davina dengan khawatir, sebelum dia menatap ke Berry dengan sikap takut takut.


Berry sambil tersenyum berkata,


"Santai aja Erika, tidak ada masalah.."


"Aku hanya mau beritahu, nasib mu kurang beruntung, untuk penerbangan kali ini terpaksa kamu harus handle sendirian semuanya.."


Mendengar ucapan Berry,.Erika dengan terkejut langsung berkata,


"Maaf pak kalau Davina ada salah, aku janji akan ajarin dia lebih baik lagi."


Berry tersenyum lebar dan berkata,


"Bukan itu maksud ku Erika, maksud ku, Davina ini adalah calon istri ku."


"Jadi dia gak mungkin kerja jadi pramugari lagi, tolong kereta ini kamu yang bantu urus..'


Mendengar ucapan bosnya, Erika menatap kearah Davina dan Berry secara bergantian dengan tatapan sulit percaya.


"Berr kamu apa apaan,!? jangan sembarangan bercanda deh, gak lucu ahh..!"


tegur Davina dengan wajah merah jengah, dia berusaha menarik tangannya dari pegangan tangan Berry.


Berry tidak berusaha menahannya, dia takut menyakiti Davina.


Berry menatap Davina dengan serius dan berkata,


"Kamu mungkin sudah lupa, tapi aku tidak.."


"Kamu pernah berkata pada ku, kecuali aku punya pesawat, kalau tidak kamu tidak akan pernah bisa menerima perasaan ku..benar tidak..?"


"Aku,.. aku,.. waktu itu hanya bercanda dengan mu,.. aku tidak serius.."


ucap Davina gugup dan malu.


Berry menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Tapi aku menganggapnya serius, kini pesawat aku sudah punya, cincin juga sudah ku siapkan dari 6 tahun yang lalu.."


__ADS_2