
Andi yang melihat sikap Viona yang aneh, dia pun berjalan kembali mendekati Viona.
Andi meniru gaya di film-film, saat sepasang kekasih selesai berkencan, dan sang pria mengantar sang pujaan hatinya sampai di depan pintu rumahnya.
Kira-kira apa yang bakal mereka ucapkan dan lakukan Andi pun menirunya.
Andi dengan lembut merangkul pinggang Viona berdekatan dan berhadapan dengan nya.
Sehingga mereka bisa saling merasakan degup jantung mereka masing-masing yang berdegup kencang dan cepat.
Mereka juga bisa merasakan hembusan nafas mereka masing-masing yang hangat.
Andi menunduk berbisik di telinga Viona dan berkata,
"Vi terimakasih banyak, hari ini aku sungguh sangat bahagia.."
Viona menganggukkan kepalanya tersenyum malu dan berkata,
"Aku juga sama di.."
"Vi.."
panggil Andi lembut.
Viona mengangkat wajahnya menatap Andi dari dekat.
Begitu wajah Viona terangkat menatap kearah Andi.
Andi langsung memegang belakang kepala Viona menahannya dengan tangannya yang kiri.
Lalu kepala Andi menunduk kebawah menutupi bibir Viona yang lembut dengan bibirnya.
Sedangkan tangan kanannya membelai pipi Viona, hingga turun ke rahang sampai ke leher nya yang jenjang dengan lembut dan mesra.
Sepasang mata Viona yang tadinya mengantuk kini terbelalak indah, tubuhnya bergetar hebat dan menegang.
Tangannya berusaha mendorong dada Andi menjauh darinya.
Tapi saat Andi ******* bibirnya lebih dalam dengan lembut, tubuh' Viona menjadi lemas.
Sepasang kakinya yang indah dan jenjang seperti kehilangan tenaga.
Viona melingkarkan kedua tangannya yang putih mulus di belakang leher Andi, untuk menahan dirinya agar tidak terjatuh,
Dengan sedikit berjinjit, dia membalas ciuman Andi dengan mesra, meluapkan perasaannya yang selama ini tertahan oleh berbagai keraguan dan pertimbangan.
Kedua insan itu saling memangut dengan mesra, hingga Andi merasa nafas Viona mulai memburu.
Perlahan-lahan Andi melepaskan ciumannya dari bibir Viona dengan lembut.
Sebenarnya gaya di film masih berlanjut dengan menciumi dan menghisap leher kekasihnya.
kemudian berlanjut mencium dan menjilati belakang telinga kekasihnya, sambil tangannya perlahan-lahan turun ke dada meremasnya dengan lembut.
Sedangkan tangan yang lainnya membelai pinggul Kemudian menuju ke bagian paling sensitif.
__ADS_1
Tapi Andi tidak berani melanjutkannya, karena dia menganggap bagian itu terlalu menjijikkan dan melecehkan Viona, yang begitu percaya padanya.
Andi tidak ingin mengecewakan Viona, apalagi sampai membuat nya sedih.
Andi tidak tega dan tidak sampai hati melakukan hal sejauh itu sebelum mereka resmi menjadi suami istri.
"Vi makasih ya, maaf kalau aku bertindak kelewatan..jangan kapok dan marah ya Vi, "
ucap Andi setengah berbisik.
Viona sangat malu, dia menundukkan kepalanya dan mengangguk kecil dan berkata,
"Ya tidak apa-apa di."
"Jangan sering-sering ya, aku takut di.."
"Kita masih kuliah kalau ada apa-apa, masa depan kita jadi taruhannya.."
ucap Viona lembut berusaha memberi pengertian ke Andi.
Viona mulutnya mengingatkan Andi, sebenarnya dia sedang mengingatkan dirinya sendiri.
Tadi dia sendiri sudah lepas kontrol, bila Andi tadi berbuat lebih jauh kemungkinan besar dia tidak akan bisa menolaknya.
Sehingga dia sendiri sedikit takut dengan dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol diri.
"Maafkan aku Vi telah membuat mu takut, aku berjanji Vi ini yang terakhir kalinya."
"Aku tidak akan pernah mengulanginya lagi."
"Ya jangan sampai seperti itu juga, maksud ku kita boleh tapi jangan sering dan harus tahu batasannya.."
Andi menatap Viona dengan tak percaya dan bertanya,
"Kamu serius Vi, aku masih boleh... dan kita boleh melakukan nya lagi kapan-kapan "
Viona wajahnya menjadi merah, untuk menutupi rasa malunya dia mencubit pinggang Andi dengan gemas dan berkata,
"Sudah ahh jangan di bahas lagi, malu.."
Andi meringis menahan sakit tidak berani bersuara.
"Di kamu tadi kok terlihat sangat terampil, kamu sering melakukan hal itu ya ?"
"Siapa yang mengajari mu Santi apa Sarah ?"
Andi buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Vi jangan salah paham, dengan mu adalah yang pertama, soal aku bisa hal itu."
"Aku sepenuhnya meniru dari Drakor.."
Mendengar penjelasan Andi yang polos, Viona menahan tawanya dengan menutupi mulutnya yang terkikik geli.
"Emang apa yang mereka lakukan di film itu di..?"
__ADS_1
Andi tersenyum Canggung dan berkata,
"Ya seperti yang kita lakukan tadi, hanya saja..."
Andi terlihat ragu untuk menceritakan secara lengkap apa yang dia tonton.
"Hanya saja apa ?"
tanya Viona menatap Andi penasaran.
Andi sedikit membungkuk berbisik didekat telinga Viona.
Wajah Viona sebentar merah padam sebentar pucat setelah di bisikin oleh Andi, tidak tahu karena geli-geli nikmat terkena hembusan nafas Andi yang hangat.
Atau karena malu mendengar apa yang Andi ceritakan padanya, di samping itu dia juga seperti ketakutan dan agak ngeri membayangkan cerita dewasa yang Andi ceritakan pada nya.
Selama ini dia tidak pernah nonton film seperti itu, dia juga tidak pernah mendengarnya.
Ini adalah pertama kalinya dia mendengar cerita begituan.
Tentu saja dia sedikit shock dan terkejut mendengarnya, selain itu dia juga merasa sedikit takut tapi penasaran ingin mengetahuinya lebih lanjut.
Setelah mendengarkan cerita Andi hingga selesai Viona menoleh kearah Andi dan berkata,
"Di yang kamu nonton itu film Drakor atau film porno, kok kedengarannya seperti film porno ?"
Andi buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku juga tidak tahu itu film apa, cuma yang jelas film itu ada kode Drakor nya dipojok kanan film.."
"Film serial itu juga ceritanya cukup bagus gak melulu vulgar..Mungkin bagian vulgarnya cuma selingan pelengkap saja."
"Kamu suka nonton film porno ya di..?"
tanya Viona curiga sambil mengerutkan alisnya.
Andi kembali menggelengkan kepalanya sambil tersenyum berkata,
"Gak Vi, aku cuma suka nonton semua kegiatan mu, kalau ada filmnya aku pasti akan beli berapa pun harganya.."
"Aku ingin mengoleksi dan menontonnya setiap hari bila ada waktu senggang dan santai."
ucap Andi jujur.
Viona tertawa mendengar hal itu, dia memukul lengan Andi sambil berkata,
"Ihh dasar psikopat gila.."
Andi tidak membantah dia hanya tersenyum tak berdaya, karena yang dia ucapkan barusan memang sejujurnya sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.
Buat orang-orang pada umumnya, pikirannya dan keinginan nya Tersebut memang terdengar aneh mirip psikopat, seperti yang di bilang Viona.
Itu tidak salah, tapi buat Andi itulah jawaban sejujurnya, karena di pikiran nya sepenuhnya memang hanya terisi Viona saja.
Viona juga mengerti itu, dia hanya di mulutnya saja berkata seperti itu.
__ADS_1
Tapi di hatinya dia sangat gembira dan senang dengan ucapan Andi yang terasa jujur polos dan terlihat lugu sedikit agak ketolol-tololan.