AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
INGIN MENGUNJUNGI KOST ANDI


__ADS_3

Andi hanya fokus membawa motor menuju kantin favoritnya.


Dia tidak menyadari sama sekali perubahan sikap Santi yang duduk di belakangnya.


Akhirnya mereka tiba ditempat tujuan yang letaknya memang tidak jauh dari kampus.


Kantin terlihat tidak terlalu rame, karena jam kedatangan mereka masih termasuk jam tanggung.


"San mau minum jus apa ?"


tanya Andi sambil menyerahkan daftar menu minuman ke Santi.


Santi melihat sebentar kemudian berkata,


"Jus alpukat aja deh.."


"Ok,... yakin tidak mau makan,?"


tanya Andi sambil berdiri, bersiap pergi memesan jus alpukat dan mengambil makanan.


Santi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Andi lalu berjalan ke meja kasir memesan jus pada ibu kantin, lalu dia mengambil piring, mengisinya dengan nasi putih, yang masih mengepulkan uap panas karena baru matang.


Andi memilih-milih beberapa macam lauk kesukaan nya, seperti Ayam bakar, telur ceplok sambal goreng, dan beberapa sayuran pelengkap.


Andi mengambil beberapa goreng an seperti bakwan dan Gehu, serta beberapa biji cabe rawit.


Andi biasanya tidak suka dengan menu tambahan itu, cuma kini dia sedang bersama Santi.


Andi yakin sebagai cewek, Santi pasti akan menyukai makanan camilan seperti ini.


Andi mengambil kesimpulan ini, dengan pertimbangan ibunya dan adik perempuannya juga sangat menyukai gorengan.


Benar saja sesuai dugaan Andi, Santi yang katanya cuma mau ngejus aja.


Begitu Andi meletakkan piring berisi gorengan di hadapannya, tanpa basa-basi,.Santi langsung mencomotnya dan memakannya dengan lahap.


Di saat Santi dan Andi sedang asyik menikmati makanan favorit, di hadapan mereka masing-masing.


Seorang pelayan kantin, yang datang mengantarkan jus pesanan Andi untuk Santi.


Karena pelayan itu merasa sudah sangat akrab dengan Andi, tanpa basa basi dan sungkan.


Dia langsung menepuk pundak Andi dan berkata,


"Wah hebat...mas Andi sekarang, sudah ada pasangannya, kenalin ke kita-kita dong pacarnya."


Andi dan Santi yang sedang makan, sangat kaget mendengar ucapan pelayan itu yang datang secara tiba tiba.


Mereka berdua terlihat buru-buru ingin membantah, sekaligus mengklarifikasinya.


Tai saking buru buru, mereka berdua malah jadi tersedak hampir berbarengan.


"Uhuk..! Uhuk...! Uhukk...!"


Andi buru-buru menyambar air putih di depan nya dan di berikan ke Santi.


Santi langsung menyambutnya dan meminumnya, setelah itu, dia baru mengembalikan nya lagi ke Andi.


Andi pun tanpa banyak berpikir langsung meminumnya.


Tanpa mereka berdua sadari, mereka malah minum dari gelas yang sama.


"Aduhhh....! mesranya... segelas berdua..bikin gak kuat deh lihatnya.."


ucap pelayan nakal itu menggoda Andi.

__ADS_1


Wajah Andi dan Santi pun langsung merah, Santi menundukkan kepalanya dalam-dalam, lalu buru-buru menyambar jus didepan nya dan langsung menyedotnya.


Untuk menutupi rasa grogi dan sungkan nya.


Saking malunya Santi bahkan tidak berani mengangkat kepalanya untuk menatap kearah Andi.


Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Santi, meski dia sendiri juga merasa malu dan grogi.


Tapi saat melihat sikap Santi, Andi diam diam jadi merasa sedikit heran.


Karena Santi yang dikenalnya selama ini, hampir tidak pernah berlaku aneh begini.


Biasanya Santi yang Tomboi selalu bersikap, pemberani, ceplas-ceplos.


Kenapa kini malah terlihat seperti gadis pingitan yang malu-malu kucing.


Tapi justru sikap Santi ini, menurut Andi, Santi lebih terlihat manis, imut ketimbang biasanya.


"Inaaaa....! cucian piring di belakang masih banyak, kamu jangan banyak mulut,


Nanti menakuti dan menggangu tamu yang sedang makan..!"


tegur Bu Jawi setengah berteriak kearah Pelayan nya.


Andi pun langsung memberikan senyum mengejek Ina.


Ina yang sadar, Andi sedang meledeknya, sambil menunjukkan wajah cemberut, dia langsung spontan membalas Andi dengan cubitan gemas dan berkata,


"Mas Andi awas ya,..."


Kemudian dia buru-buru berlari kearah belakang, takut di marahin oleh Bu Jawi bos nya yang galak.


Santi sudah mulai bisa menenangkan perasaannya, dia kembali meneruskan makan gorengan di hadapannya dengan cuek.


Andi menghentikan makannya, Kemudian dia berjalan pergi mengambil gelas kosong, mengisinya dengan air hangat.


"San makan gorengan harus minum air hangat."


Agar minyak yang nempel di tenggorokan, tidak mendatangkan batuk dan radang tenggorokan.


Santi tiba-tiba merasa hangat dan nyaman dengan perhatian yang di tunjukkan oleh Andi.


Bila saja dia tidak tahu dari awal, Andi hanya mencintai Viona seorang dan hatinya sepenuhnya, hanya untuk Viona, tidak mungkin bisa muat gadis lain lagi.


Dia pasti akan memberanikan diri untuk mencoba peruntungan mengungkapkan isi perasaan nya ke Andi.


Sayang nya, dia tidak mungkin lakukan hal itu, karena dia tahu dengan jelas perasaan Andi terhadap sahabatnya itu.


Jadi Santi hanya bisa menahan kesal dengan sahabatnya Viona yang tidak tahu di untung.


Bila dia jadi Viona.


Dia pasti akan merasa sangat berbahagia dan puas, bisa di cintai oleh pria sebaik Andi.


Santi pasti tidak akan ragu untuk menerima, dan membalas mencintai Andi dengan sepenuh hati.


"Kamu kenapa melamun San ? kamu sedang mikirin apa ?"


tanya Andi, yang langsung membuyarkan lamunan Santi.


"Ini...itu..."


jawab Santi yang mendadak terlihat gugup, tidak tahu mau jawab apa.


"Kamu jangan tanggapi guyonan Ina tadi, dia memang suka gitu, bila bicara gak mikir, maklumlah ndeso.."


Tukas Andi yang mengira Santi gugup akibat candaan Ina tadi.

__ADS_1


Andi kembali melanjutkan menjelaskan sebisanya, untuk mengurangi rasa canggung,


"Tapi intinya hati Ina itu cukup baik kok, aku kalau makan ke sini kemalaman gakda lauk lagi, dia lah yang suka bikinin Indomie dan ceplok telor untuk ku, sebagai teman makan nasi ku."


ucap Andi menjelaskan.


Sambil tersenyum Santi menggoda Andi,


"Mungkin dia suka sama kamu kali ? udah jadiin aja daripada makan hati nunggu Viona."


Andi meremas tisu ditangannya Kemudian menimpuk kepala Santi.


"Aduhh..!"


jerit Santi kaget bukan karena sakitnya tapi lebih karena kagetnya.


"Kamu itu ya,.. kalau ngomong suka ngaco asal jeplak aja."


"Ina itu udah punya suami dan anak di Jawa sana..jangan ngasal deh.."


Sambil tertawa Santi berkata,


"Gak pa pa kan lagi musim sekarang Perjaka stress suka nya sama janda, seperti itu loh lagunya cita citata."


"Udah ahh, kamu semakin ngaco aja, hayuk kita kembali ke kampus saja."


ucap Andi malas melayani Santi yang pintar bicara.


Santi cuma menanggapinya dengan tertawa-tawa.


Saat duduk di boncengan, sebelum motor di jalan kan, Santi bertanya,


"Kost loe di mana di, katanya tidak jauh dari sini ya ?"


"Loe tahu darimana ?"


tanya Andi heran.


Santi nyengir, dia sudah keceplosan, dia dari awal emang sudah tahu, soal kost Andi yang dekat dengan kantin favorit Andi ini, yang dia dapat tahu dari Mia dan Eva kedua mentornya itu.


"Ada aja... Rahasia.."


jawab Santi asal, agar gak nyakitin perasaan Andi.


Karena gosip menyakitkan dan merendahkan nya ini, sebenarnya dah nyebar di seantero kampus.


Apalagi setelah Rio kalah di pertandingan kemaren dengan Andi, gosip ini semakin santer lagi beredar, dan kini menjadi Hot Topic anak-anak kampus.


Andi jarang bergaul dan berkumpul dengan anak-anak yang suka nongki-nongki di kampus, jadi dia tidak mendengarnya.


"Kost ku kecil dan jelek, loe yakin mau ngelihat nya."


tanya Andi ragu.


Santi tersenyum dan berkata,


"Sekarang kembali ke kampus lebih gak asyik, sekarang baru jam 10 an, kuliahnya masih jam 2 siang, mau pulang juga nanggung."


"Lagian kost pasti sepi, lebih baik main ke kost mu aja dah."


"Setidaknya ada teman ngobrol-ngobrol."


"Baiklah.."


jawab Andi sambil menstarter motor Scoopy lalu bergerak menuju kostnya.


Kost Andi memang sangat dekat dengan kantin Bu Jawi, letak kantin itu cuma terpisah sebuah jalan, yang terletak persis di belakang bangunan kost Andi.

__ADS_1


__ADS_2