
James mencium kepala Santi dengan lembut.
Untuk menenangkan hati Santi.
.Setelah menghela nafas panjang, menguatkan perasaannya, Santi kembali melanjutkan kata-katanya,
"James sebenarnya sepulang dari acara Hiking bersama, aku sudah memutuskan mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini padamu."
"Aku akan berterus terang pada mu, kondisi ku yang sudah,... aku sudah pasrah."
"Bila nanti kamu tetap ingin menerima ku apa adanya."
"Maka aku akan menyerahkan seluruh hidup ku untuk mencintai mu seorang."
"Dan berusaha yang terbaik untuk mendampingi dan membahagiakan mu.."
"Tapi bila tidak, aku akan menerima semua nya dengan pasrah, dan hanya bisa menyalahkan nasib dan takdir ku sendiri."
Tapi sebelum menemukan waktu yang tepat untuk membicarakan nya dengan mu.."
"Aku malah menemukan diri ku, telah hamil anak bajingan laknat itu...aku aku...aku ..hu..hu..hu...hu...! lepaskan aku...!"
ucap Santi sambil meronta dari pelukan James
Karena james tidak menyangka nya, Santi pun terlepas dari pelukan nya.
Sambil menangis Santi berkata,
"Biarkan aku pergi... maafkan aku...aku tidak pantas untuk mu...!"
Setelah berkata,
Santi langsung menangis sambil menutupi mulutnya sendiri dengan tangan nya.
Lalu dia berlari meninggalkan restoran tersebut sambil menangis.
James sesaat terpana, melihat sikap Santi. Sehingga dia sedikit terlambat bereaksi dan mencegah Santi pergi.
Begitu tersadar, James langsung melesat mengejar Santi, tanpa memperdulikan tatapan heran semua orang di sana.
James berlari mengejar Santi, beberapa pelayan pria pelayan restoran yang mengira James ingin makan gratis, lalu melarikan diri.
Mereka berusaha menghalangi James sambil berkata,
"Pak bayar dulu...!"
Tapi sebelum mereka berhasil menyelesaikan kalimatnya, tubuh mereka telah terpelanting jatuh bergulingan, akibat terdorong oleh kibasan tangan James.
Tanpa memperdulikan orang itu, James terus mengejar kearah Santi.
Saat melewati kasir James hanya melempar Black Card-nya kekasir.
Tanpa menghentikan langkahnya sama sekali.
__ADS_1
Akhirnya di depan pintu keluar restoran, James berhasil merangkul pinggang dan perut Santi dengan erat dan berkata,
"San jangan pernah tinggalkan aku, jadilah istri ku.."
"Mari kita lupakan masa lalu itu, mari kita hadapi masa depan dan besarkan bersama anak itu.."
"Aku tidak perduli terhadap semua itu, aku hanya ingin bersama mu selamanya."
"James lepaskan tangan mu, jangan gila."
"Biarkan lah aku pergi, aku tidak pantas untuk mu."
"Kamu berpikirlah dengan jernih, aku tidak pantas menerima perlakuan mu ini.."
Santi berusaha melepaskan tangannya James dari pinggang nya.
Tapi James tidak bersedia melepaskan nya, akhirnya Santi membalikkan tubuhnya menghadap ke arah James, dia memegang wajah James dengan kedua tangannya yang gemetar.
Sambil menahan Isak tangisnya, dengan cucuran air mata yang terus jatuh membasahi pipinya.
Santi berkata
"Sebaliknya kamu lupakan saja aku, masih banyak gadis baik-baik di luar sana yang lebih pantas menjadi pendamping hidup mu."
"Ini bukan hanya soal mempertimbangkan perasaan mu, tapi juga harus pertimbangkan perasaan kedua orang tua mu dan keluarga mu.."
"Aku akan selalu mendoakan kamu hidup berbahagia dengan nya.'
"Lepaskan tangan mu, biarkan aku pergi lupakan lah aku.."
"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu pergi, kamu dengarkan aku.."
ucap James sambil memeluk Santi kedalam pelukannya dengan lebih erat.
Seakan-akan Santi akan terbang pergi darinya, bila dia mengendorkan pelukannya.
"Aku tidak perduli mereka setuju atau tidak, mereka setuju aku tinggal, mereka tidak aku pergi."
"Ini sudah bukan pertama kalinya aku hidup berpisah dari mereka."
"Aku boleh kehilangan dunia, aku boleh kehilangan apapun, kecuali kamu.."
"Santi ku mohon..please..jangan pergi tinggalkan aku..'
ucap James penuh harap.
James tiba-tiba berlutut di depan Santi, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya.
Begitu dibuka di dalam kotak kecil itu, ada sebuah cincin berlian yang berkilauan sangat indah.
Dia lalu berkata,
"Santi lihatlah, ini adalah cincin peninggalan ibu kandung ku Ketika aku masih kecil, Ibu ku sebelum meninggal meminta ku menyimpannya untuk calon istri ku kelak.."
__ADS_1
"Kamu pakailah cincin ini, maka mulai saat ini kamu akan menjadi istri resmi ku.."
Santi menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangannya, sepasang matanya membelalak indah, air mata kembali mengucur semakin deras.
Sesaat kemudian Santi ikut berlutut di depan James sambil masih terus bercucuran air mata.
tapi bibirnya tersenyum penuh kebahagiaan, dia memegang wajah James, dengan kedua tangannya.
Santi meraih wajah James mendekati nya kemudian dia mendarat kan ciumannya ke bibir James dengan mesra dan di penuhi rasa haru, setelah itu dia melepaskan nya.
Dan berkata,
"Terimakasih James atas cinta dan pengorbanan mu yang begitu besar demi aku."
"Aku sangat bersyukur dan berbahagia, di saat aku sedang dalam keadaan seperti ini, setidaknya masih ada seorang pria yang dengan tulus mencintai ku.."
"Tapi aku tidak boleh egois, maafkan aku James, aku tidak bisa menerimanya."
"Selamat tinggal, jaga diri mu baik baik.."
ucap Santi kemudian dia berlari pergi meninggalkan James.
Kebetulan ada taksi yang lewat di sana, Santi langsung menghentikan taksi tersebut, dia buru-buru membuka pintu mobil taksi dan masuk kedalam.
Lalu atas perintah Santi, taksi itu langsung bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Sepanjang perjalanan Santi hanya terus menahan suara tangisannya dengan menutup mulut dengan tangan nya.
Sedangkan airmata nya yang terus mengalir di biarkan terus menitik keatas pangkuannya.
Sedangkan di tempat lain, James yang menghadapi penolakan berulang kali dari Santi. Dia berlutut terpekur di sana dengan perasaan hampa hancur dan terluka.
Tanpa memperdulikan tatapan semua orang padanya, James terus berlutut di sana tak bergeming, hingga akhirnya hujan mulai turun membasahi rambut dan wajahnya.
Pelayan restoran yang dari awal melayani James, merasa kasihan dan tersentuh oleh sikap James.
Dia membawa sebuah payung meneduhi James, sambil menyerahkan kartu Black card yang James tinggalkan di kasir tadi.
Pelayan itu dengan hati-hati berkata,
"Tuan ini kartu nya, jangan pernah menyerah bila tuan mencintai nya."
"Kejar lah dia kembali, mungkin ini adalah ujian ketulusan tuan padanya.."
Ucapan gadis itu bagaikan petir yang menyambar di samping telinga James, yang langsung membuat dia kembali tersadar.
James menatap kearah gadis itu, dan dia tersenyum lembut pada gadis itu dan berkata,
"Terimakasih banyak nona, maafkan sikap ku sebelumnya pada mu.. sampai jumpa.."
James kemudian sambil menggenggam kotak cincinnya erat erat, dia langsung berlari menembus hujan mengambil mobilnya dan meluncur meninggalkan tempat tersebut.
Menyusul kearah di mana Santi pergi tadi.
__ADS_1
Si gadis pelayan itu hanya bisa berdiri mematung di sana, jantungnya hampir copot, dia seperti orang Ling Lung, yang kehilangan kesadarannya.