
Wasit buru-buru maju menghadang di depan Andi dan memberikan teguran peringatan serta mengurangi poin Andi satu angka.
Setelah wasit memberinya peringatan, Andi pun tersadar dan berusaha meredam amarahnya,
Dia sebisa mungkin kembali fokus kearah pertandingan, jangan sampai memikirkan ucapan Si Ginting padanya tadi.
Setelah berusaha beberapa kali menarik dan membuang nafas, akhirnya Andi pun bisa kembali menenangkan pikiran nya kembali.
Melihat Andi sudah tenang, wasit kembali menanyakan kepada Andi, apakah dia masih sanggup meneruskan pertandingan..
Andi memberikan anggukan, karena mulutnya terpasang karet pelindung, tidak bisa di gunakan untuk berbicara.
Ginting yang tadinya terduduk di lantai, lalu pura-pura berdiri melakukan protes kearah wasit dan juri.
Tapi saat Andi di tegur dan di kurangi poinnya, dia menatap Andi sambil tersenyum mengejek.
Andi menahan kesal, di dalam otak Andi, dia sudah mengambil keputusan.
Dia akan menghabisi Ginting malam ini, tidak akan bersungkan padanya setelah dia berani berkata begitu tentang Viona.
Andi menebak si Ginting ini pasti punya hubungan dengan Rio, bila tidak bagaimana dia bisa tahu soal hubungannya dengan Viona.
Wasit mengembalikan Andi dan Ginting ke posisi semula, saling berangkulan seperti tadi
Kemudian dia memberi kode pertandingan di lanjutkan kembali dengan tangannya.
Begitu tanda kode di lepaskan oleh wasit, Ginting langsung bereaksi cepat mengunci pinggang Andi.
Mengunci mengangkat, lalu membanting Andi ke bawah, semua terjadi dengan sangat cepat.
Setelah Andi terbanting kebawah, di langsung duduk diatas perut Andi, menghujani Andi dengan pukulan nya.
Ginting menggunakan tinju di bantu siku berusaha membongkar pertahanan tangan Andi, untuk memasukkan pukulan nya kearah kepala Andi.
Tapi berpuluh kali mencoba selalu gagal, sedangkan Andi yang tertindih di bawah kelihatan tidak berdaya, hanya bisa terus bertahan menjaga wajah dan Kepalanya.
Agar tidak sampai terkena serangan yang dilontarkan oleh Ginting secara bertubi-tubi.
Ini sebenarnya adalah strategi Andi ingin menjebak Ginting, dengan membuatnya bergembira dan bersemangat.
Sehingga lengah dan muncul celah buat Andi. Andi mengambil cara ini dengan membiarkan dirinya di kunci di banting kebawah.
Ini untuk memenuhi harapan Ginting, agar dia senang..dan termakan pancingannya.
Benar saja Ginting sangat semangat dan terus menyerang Andi dari atas seperti orang gila.
__ADS_1
Para penonton bersorak gembira mendukung Ginting, hanya Berry dan Violin yang menatap kearah Andi dengan tatapan cemas.
Akhirnya kesempatan yang Andi tunggu tunggu tiba.
Saat Ginting melepaskan tinju kanan nya dari samping ke wajah Andi.dari sebelah atas.
Andi pun menggunakan punggung tangan kirinya menahan tinju yang Ginting lepaskan.
Saking kerasnya wajah Andi terdorong kesebelah kanan, sehingga posisi rahang sebelah kiri Andi pun terbuka.
Di saat itulah Ginting mengangkat tangan kiri nya sekuat tenaga menyerang rahang Andi dengan tinju tangan kirinya dari atas ke bawah.
Tapi sebelum tinjunya tiba, sebuah pukulan tangan kanan Andi yang mirip kibasan panik.dari samping, tepat menghantam pelipis kiri Ginting di dekat sudut matanya.
Ginting langsung merasa pandangannya menjadi gelap, suaranya pun hilang, kemudian dia merasa kepalanya berputar hebat.
Lalu tubuhnya kehilangan kontrol jatuh ambruk miring kesisi kiri tubuh Andi, tergeletak di sana tak bergerak lagi.
Sebenarnya apa yang Andi lakukan sehingga Ginting bisa sampai seperti itu.
Pelipis kiri Ginting yang terkena hantaman keras berisi tenaga dalam keluarga Huo, yang sengaja di pusatkan di tonjolan jempol yang tertekuk kedalam, mengikuti tangan Andi yang terkepal.erat
Saat tangan Andi di hempaskan dari samping kanan bawah keatas.
Sehingga tidak ada yang tahu, itu adalah serangan mematikan yang sangat terarah dan mematikan.
Minimal orang yang terkena serangan itu akan lumpuh atau bahkan bisa kehilangan nyawa
Karena ketika tonjolan tulang jempol Andi, yang di tekuk dan terisi tenaga dalam, yang begitu fokus.
Membentur sasaran, kekuatan dahsyat yang terfokus itu langsung meledakkan berbagai syarat di dekat pelipis Ginting.
Hal itulah yang membuat Ginting langsung terkapar. tidak bergerak.
Andi pura-pura bingung melihat kondisi Ginting yang terkapar miring tak bergerak, Andi setelah bangun pura pura tidak menyadari apa yang terjadi pada Ginting.
Andi berdiri bodoh menatap wasit yang terus melakukan hitungan hingga angka 10, wasit pun bangun berdiri mengangkat tangan Andi keatas menyatakan Andi yang keluar sebagai pemenangnya.
Semua penonton sangat terkejut dan tak percaya, mereka semua menganggap Andi sangat beruntung berhasil menang karena hokinya tebal.
Sedangkan Ginting sudah di tandu keluar dari arena pertarungan.
Berry Violin dan seluruh kru ko Ahong juga ko Ahong sendiri dan Maria bersorak dengan gembira merayakan kemenangan Andi.
Kedua sabuk juara milik Ginting, kini di kalungkan di kiri kanan bahu Andi yang kekar dan berotot.
__ADS_1
Semua rombongan Andi menyambut dengan sangat gembira kemenangan Andi, hanya Andi sendiri yang tidak terlalu gembira.
Dia terus terbawa oleh kata kata Ginting tadi, yang di bisikkan ketelinga nya, Andi terkadang mengerutkan alisnya.
Andi terbawa oleh pikiran nya sendiri, yang tidak bisa tenang.
Andi sangat mencemaskan Viona, Andi sangat takut apa yang di bisikan oleh Ginting benar terjadi pada Viona.
Setelah berfoto-foto dengan penuh tidak fokus dan menerima salam dari wasit panitia dan promotor acara One Pride. MMA.
Selesai berbasa-basi singkat, Andi pun buru-buru ingin kembali keruang ganti, untuk menenangkan pikirannya sendiri.
Tapi wartawan menghadang langkah Andi dan bertanya kepada Andi, meminta tanggapan Andi atas kemenangan ini.
Karena sedang galau Andi pun menjawab sekenanya dan berkata,
"Kemenangan ku ini hanya keberuntungan saja.."
Setelah itu Andi pun buru-buru masuk kedalam kamar ganti di kawal oleh ko Ahong dan krunya.
Mereka melarang wartawan untuk masuk menganggu Andi di dalam kamar ganti.
Jawaban Andi yang asal itu, tentu membuat para wartawan penasaran, sehingga mereka tetap menunggu di depan ruang ganti.
Andi yang sudah berada di bawah pancuran air hangat, menggunakan air pancuran hangat itu untuk menghapuskan kenangan bisikan wajah tertawa mengejek Ginting dan Rio yang silih berganti muncul dalam pikirannya.
Bagaimana Andi berusaha ucapan Ginting itu terus terngiang-ngiang di telinga nya, tidak mau hilang.
"Tidak ..tidak ...tidak mungkin.. Viona ada di.mess yang terisolasi..!"
"Semua itu tidak mungkin..benar..!"
ucap Andi sendiri berulang ulang seperti orang kurang waras.
Tapi tiba-tiba di dalam pikiran Andi kembali muncul wajah Ginting yang sedang berbisik padanya.
"Salam dari Rio, tidak sangka pelacur kecil mu itu masih perawan.."
"Suara jeritan nya saat di pompa sungguh indah.."
"Tidak...! tidak...tidak...!"
teriak Andi sambil memukul dinding di hadapannya, hingga melesak kedalam, tapi tinju Andi sendiri juga terluka dan berdarah.
Andi seperti tidak perduli dengan luka di tangan nya, akhirnya Andi jatuh berlutut di atas lantai, sambil menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya yang berlumuran darah nya sendiri.
__ADS_1