
Andi merangkul Violin berdiri di sebuah terowongan yang bagian langit langit hingga dinding kiri kanannya adalah kaca akuarium tebal transparan.
Di mana mereka bisa menikmati berbagai jenis ikan besar kecil warna-warni berenang melintas lewat di balik kaca transparan itu.
Andi dan Violin hanya cukup berdiri diam ditempat, membiarkan lantainya yang bergerak pelan sendiri, seperti eskalator, hanya saja eskalator bergerak menanjak keatas.
Sedangkan yang ini bergerak.datar, Violin terlihat sangat gembira menunjuk kesana kemari sambil berbicara dengan Andi penuh semangat.
Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum dan mengangguk penuh pengertian.
Hingga mereka menyelesaikan perjalanan di dalam terowongan aquarium itu, violin pun berkata,
"Kak tahu tidak kenapa aku memilih kemari dan terlihat sangat gembira.."
Andi tersenyum dan berkata,
"Memilih kemari aku kurang paham alasan mu, karena pengunjung di sini biasanya adalah anak anak, remaja, dan pasangan yang menemani anak anaknya kemari.."
"Tapi bila gembira, mungkin karena ada aku yang menemani mu,.."
"Benar tidak ?"
tanya Andi sambil tersenyum.
Violin tersenyum dan berkata,
"Benar separuhnya, untuk jawaban kedua.."
"Begini kak, aku sebenarnya sejak kecil sangat ingin kemari, tapi karena tidak punya uang.."
"Aku hanya bisa menyimpan keinginan ku itu, dan hanya bisa mendengar dan membayangkannya lewat cerita teman teman ku yang pernah datang kemari.."
"Setelah besar dan punya penghasilan sendiri, aku tidak punya waktu dan tidak punya teman untuk menemani ku kemari."
"Kini bersama kakak aku bisa mewujudkan semua nya, makanya aku sangat gembira kak.."
ucap Violin menjelaskan pada Andi.
Andi mengangguk dan menatap kearah Violin dengan penuh pengertian dan berkata,
"Kalau begitu aku akan temani kamu berkeliling hingga puas di sini, setelah itu kita bisa lanjutkan ke wahana ikan lumba lumba show dan wahana kereta gantung."
Violin merangkul lengan Andi dan sambil tersenyum bahagia, dia berkata,
"Makasih ya kak, kakak sungguh-sungguh sangat baik pada Lin.."
"Lin sangat bahagia kak,.'
Andi tersenyum dan berkata,
"Masih banyak kebahagiaan yang akan menanti mu, setelah kita selesai resepsi nanti.."
"Apa itu kak ?"
tanya Violin penuh penasaran.
__ADS_1
Andi sambil tersenyum berkata, "cerita gak ya ? atau buat surprise aja..?"
"Cerita lah kak.."
ucap Violin merengek manja.
Andi tersenyum dan berkata "baiklah, begini ceritanya, rencananya aku ingin mengajak mu jalan jalan keliling dunia.."
"Tapi untuk mewujudkan rencana ini, aku perlu persetujuan mu, yaitu kamu jangan lamar kerja dulu dalam enam bulan ini.."
"Atau kamu boleh lamar kerja, tapi kamu baru akan masuk kerja 6 bulan kemudian.."
"Satu hal lagi, kita terpaksa menunda kehamilan, selama 1/2 tahun ini.."
"Nah setelah 6 bulan dan kita sudah pulang nanti, baru kamu masuk kerja dan kita mulai buat program untuk punya anak.."
"Gimana ?"
"Ini rencana ku, tapi semua perlu persetujuan mu, kalau kamu ok, baru semua bisa terlaksana.."
ucap Andi berbicara sambil melangkah pelan, sambil merangkul pinggang Violin.
Violin mendengar usulan Andi dengan serius, lalu dia berhenti melangkah. memutar tubuhnya menghadap kearah Andi.
Tiba-tiba dia melingkarkan tangannya kebelakang leher Andi sambil mengangkat kedua kaki kebelakang.
Sehingga Andi pun otomatis menahan pinggang Violin yang langsing dengan kedua tangannya.
Violin langsung mendekatkan wajahnya di samping wajah Andi dan berbisik ditelinga Andi,
Setelah itu violin pun mengecup pipi Andi dengan penuh kasih sayang
Setelah itu dia baru kembali merangkul pinggang Andi dan membiarkan Andi kembali merangkul pinggang nya.
Mereka berdua kembali melanjutkan langkah pelan sambil saling berangkulan.
"Rencananya kita mulai dari mana kak jalannya ?"
tanya Violin.
"Rencananya kita akan mulai keliling Asia tenggara, seperti Singapura Malaysia Thailand Vietnam.."
"Setelah itu kita baru lanjut ke China Shanghai, Hongkong Taiwan Jepang Korea Selatan."
"Lalu kita keliling Eropa, terakhir kita baru ke Amerika dan Kanada."
"Wah banyak banget kak, apa cukup 6 bulan kak, jangan jangan 6 tahun lagi..?"
ucap Violin sambil menahan tawa.
Andi ikut tertawa dan berkata,
"Ya, itu kan rencana, kalau gak habis, ya kita tetap pulang, nanti sisanya kita guyur guyur setahun dua kali jalan jalan, nanti juga akan habis.."
Violin menoleh kearah Andi dan berkata.
__ADS_1
"Jangan lupa janjinya, awas kalau nanti kebobolan hancur deh semuanya.."
"Baru di ajak renang aja, udah mimisan..apalagi.."
ucap Violin menggoda Andi sambil tersenyum simpul.
Andi pun tertawa dan berkata,
"Mau gimana lagi, kamu terlalu seksi, ya akhirnya begitulah."
Mereka berdua mengobrol mesra sambil berkeliling, tak terasa wahana itupun selesai.
Mereka melanjutkan ke wahana atraksi lumba-lumba, Andi tak lupa membeli semangkuk besar es krim BR kesukaan istri kecilnya itu.
Sebelum akhirnya mereka berdua masuk dan duduk di bangku yang di sediakan.
"Sayang jangan duduk di bagian depan, lebih baik kita duduk agak di belakang."
"Nanti baju kita bisa basah terciprat air kolam.."
ucap Andi mengingatkan.
Violin mengangguk dan berkata,
"Ya udah kita pindah kebelakang aja, kita kan gak bawa baju ganti.."
"Hp kita nanti juga bisa ikut basah.."
ucap Violin menyetujui usulan Andi.
Meski dia sebenarnya ingin lihat dari dekat, tapi dia juga tidak mau berbasah basahan terkena cipratan air dari kolam ikan yang berbau amis.
Violin Meno ton pertunjukan sambil tertawa gembira dan makan Es krim ditangan nya seorang diri.
Andi hanya menemani saja, dia sendiri sebenarnya tidak begitu berminat menonton acara itu dan makan es krim.
Dia hanya menikmati kegembiraan dan kebahagiaan, yang sedang di rasakan oleh istri kecilnya itu.
Kebersamaan yang penuh kebahagiaan itu, suasana seperti itu, yang Andi cari.
Melihat Violin tertawa begitu gembira dan bahagia, Andi pun tidak bisa menahan diri untuk merangkul bahunya dan menciumi rambut violin yang halus dan wangi dengan mesra.
Melihat reaksi Andi, Violin sambil tertawa membalas dengan menciumi pipi Andi dengan lembut sambil tersenyum.
Bila tidak sedang di kelilingi keramaian Andi berpikir dia pasti tidak akan bisa menahan diri untuk mencium bibir istri kecilnya yang sangat menggemaskan itu.
Tapi berhubung di sana sangat ramai Andi terpaksa menahan diri.
Hingga acara tersebut selesai dan di lanjutkan dengan naik kereta gantung, di mana satu kereta hanya ada mereka berdua.
Saat kereta berhenti diudara di ketinggian, Andi pun sengaja' duduk merapat dan menempelkan wajahnya berdekatan dengan wajah Violin.
Andi menunggu hingga Violin yang sedang asyik melihat pemandangan laut biru, begitu berbalik arah.
Sepasang bibir mereka pun bertemu, meski awalnya sedikit kaget, tapi Violin tidak menolaknya.
__ADS_1
Sambil tersenyum violin balas memegangi pipi Andi dan memberikan ciuman lembut buat Andi.