AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEPEDIHAN HATI SARAH


__ADS_3

Viona mengangguk kan Kepalanya dengan cepat matanya sedikit berkaca-kaca karena terharu dengan ketulusan Sarah.


"Vi terus terang aku sangat iri dengan mu yang bisa mendapatkan cinta tulus dari dia."


ucap Sarah sambil melirik kearah Andi secara terus terang.


Kemudian dia melanjutkan berkata,


"Aku sangat mengagumi ketulusan cinta kalian berdua."


"Aku mendoakan kalian berdua semoga bisa hidup berdua bersama, saling mencintai hingga tua nanti.."


"Andi adalah pria terbaik yang pernah aku kenal selama ini, kamu tidak boleh menyakiti dan menyia-nyiakan cinta nya."


"Atau aku tidak akan pernah memaafkan mu, dan tidak akan pernah mengakui mu sebagai sahabat ku lagi.."


ucap Sarah menatap Viona dengan serius.


Viona mengangguk airmatanya sudah jatuh bergulir membasahi pipinya mendengar ucapan Sarah.


Sarah tersenyum menyentuh tangan Viona dengan lembut dan mengalihkan pembicaraan sambil berkata,


"Jangan lupa acara besok pagi ya, jangan tidur terlalu malam agar besok pagi gak telat bangun."


"Jangan lupa kalau ada acara ajak-ajak aku juga, ok..?"


Viona mengangguk cepat dan berkata,


"Minggu aku dan Andi rencananya mau masak-masak di kost Andi, kamu datang ya, Santi juga ikut, kita makan siang bersama-sama."


Sarah pun tertawa bebas dan berkata,


"Kalau itu aku pasti ikut, cuma aku bicara pahitnya di depan aku cuma bisa makan gak bisa masak ."


Viona tertawa dan berkata,


"Aku dan Santi juga sama kurang lebih lah kita, nanti kita andalkan chef Andi saja."


Viona menatap kearah Andi sambil menepuk bahu nya.


Andi tersenyum tak berdaya, dan berkata.


"Tiga bidadari sudah bicara seperti itu, aku si kurcaci bisa apa selain menurutinya.."


Mendengar ucapan Andi Sarah dan Viona pun tertawa.


"Kurcaci badannya sebesar itu, siapa yang percaya, apalagi telinga nya gak runcing tuh.."


ucap Sarah sambil tertawa.


Viona pun ikut tertawa sambil menutupi mulutnya dengan tangan.


"Awas gigi palsu kalian berdua lepas, kebanyakan tertawa.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Siapa yang pake gigi palsu..?!"

__ADS_1


ucap kedua gadis itu kompak.


"Gigi ku asli lagi..!"


ucap kedua gadis itu kembali serempak.


Mereka berdua saling pandang kemudian mereka berdua tertawa bersama-sama sambil menutupi mulut mereka.


Andi pun ikut tersenyum merasakan suasana gembira yang di bawakan oleh Sarah.


Sarah kemudian menatap Andi dan Viona dengan serius dan berkata,


"Aku akan katakan pada kalian berdua, setelah hari Minggu besok, kita akan berpisah."


"Aku akan pindah ke London dan meneruskan kuliah ku disana."


Andi dan Viona terkejut, mereka berdua saling pandang, sejenak kemudian kembali menatap kearah Sarah ingin mendengarkan penjelasan nya.


Andi dan Viona tiba-tiba merasa ada sesuatu yang hilang dari hati mereka, mereka baru saja merasakan persahabatan yang begitu kompak dan dekat tiba-tiba sebentar lagi akan hilang.


Sangat mirip dengan kondisi perasaan mereka berdua yang sebentar lagi juga akan terpisahkan oleh kenyataan yang pahit dan kejam.


"Sar kamu serius apa sudah di pikirkan dengan matang-matang dan tenang..?"


"Ini bukan karena aku kan Sar..?"


tanya Andi yang merasa bersalah dan menyesal.


"Ke GR An loe..."


ucap Sarah sambil tertawa.


"Tentu saja tidak lah di..kamu tidak boleh berpikir seperti itu, lalu menyalahkan dirimu sendiri."


"Aku tidak mau lihat hal itu, ini tidak ada hubungannya dengan kalian berdua, ini semua adalah murni datang dari aku dan rencana kedua orang tua ku."


"Hal ini sudah lama direncanakan oleh ayah ibu ku, aku hanya sedang menunggu masalah administrasinya beres."


"Setelah beres aku pun bisa langsung berangkat.."


"Cuma karena suntuk di rumah, menunggu pengurusan yang lama dan tidak pasti."


"Makanya aku memutuskan mengambil kuliah lokal dan les bahasa Inggris yang lebih dalam lagi, untuk mendukung ku saat berangkat kuliah kesana.."


ucap Sarah menjelaskan sambil tersenyum lembut menatap Andi dan Viona.


Andi dan Viona di dalam hati berpikir, pantas saja Sarah tadi berbicara begitu banyak soal perasaannya secara terus terang ke Viona.


Rupanya Sarah memang punya maksud untuk pamit dan berpisah dari mereka.


Sambil tertawa Sarah berkata,


"Sudahlah kalian jangan terlalu banyak pikir lagi, anggap saja hari Minggu besok kalian menyiapkan acara perpisahan buat ku."


"Bukankah itu hal yang keren dan bisa menjadi kenangan indah tak terlupakan bagi ku, tentang persahabatan tulus kita berempat."


ucap Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


Andi dan Viona mengangguk dengan wajah sedih.


"Sudah ahh kalian berdua ini.."


"Aku pulang duluan, kalau kelamaan disini kita bertiga bisa termehek-mehek di sini.."


"Belum juga berangkat dah termehek-mehek gak seru ahh.."


"Udah aku pulang dulu thanks semuanya.."


"Bye...! sampai besok pagi...!"


ucap Sarah berjalan meninggalkan Andi dan Viona yang masih bengong sambil melambaikan tangannya.


Melihat Sarah sudah pergi Andi dan Viona baru tersadar dari lamunan mereka masing-masing.


Mereka berdua buru-buru mengantar Sarah hingga ke mobilnya dan melambaikan tangannya kearah Sarah.


Saat mobil Sarah lewat didepan mereka, dia memberikan klakson ke mereka berdua, lalu mobil itu melaju pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah Sarah pergi, Andi dan Viona pun berangkulan meninggalkan tempat tersebut menuju kost Andi


Hujan rintik-rintik mewarnai langkah mereka berdua menuju kost Andi.


Seolah-olah langit ikut merasakan kesedihan di hati mereka berdua.


Sambil melangkah Viona berkata,


"Di,.. kenapa perpisahan selalu datang begitu cepat, padahal kita belum puas menikmati kebersamaannya..?"


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Itulah maka nya ada pepatah mengatakan tidak ada pesta yang tidak usai, tidak ada pertemuan yang tanpa perpisahan."


Viona hanya bisa mengangguk sambil menyusupkan kepalanya kedalam pelukan Andi.


Begitu tiba di kost Andi, Andi langsung membawa Viona masuk kedalam kostnya, mereka berdua langsung menuju kamar kost Andi.


Sementara itu Sarah sambil menyetir terus menghapus airmatanya yang terus mengalir seperti keran air yang bocor.


Tidak mau berhenti mengalir, meski telah di hapus berulang ulang oleh Sarah.


"Di...Vi...maaf aku telah berbohong pada kalian berdua tadi.."


"Aku tidak punya maksud buruk dengan kebohongan ini.."


"Aku hanya ingin kalian merasa lebih baik dari tidak menyalahkan diri kalian atas kepergian ku ini.."


gumam Sarah seorang diri sambil menghapus airmatanya.


"Aku hanya bisa mendoakan semoga kalian berdua bisa hidup berbahagia bersama selamanya.."


"Andi sama seperti kamu mencintai Viona, aku pun sangat mencintai mu.


"Mungkin seumur hidup, aku pun tidak pernah bisa melupakan kebersamaan kita, yang singkat tapi membawakan kebahagiaan dan perubahan yang besar dalam hidupku.."


Hujan rintik-rintik mulai membasahi kaca depan mobil Sarah.

__ADS_1


__ADS_2