
Setelah ditunggu tunggu tidak juga terjadi apa-apa, Santi membuka sebelah matanya melihat apa yang terjadi.
Dia terbelalak tidak percaya, melihat apa yang terjadi di depan nya.
Rio terlihat meringis kesakitan tak berdaya, tangannya tertahan oleh cengkraman tangan James.
Sebelum rasa kagetnya hilang, pinggang Santi dipeluk dengan lembut oleh tangan James yang lain.
Lalu tubuhnya ditarik ke sisi lain dalam pelukan James.
Santi yang terkejut secara reflek melingkarkan sepasang tangannya dibelakang leher James, agar tidak jatuh.
Santi terus menatap wajah James dengan tak percaya, dia benar-benar tidak menyangka, di saat-saat dirinya dalam bahaya, lagi lagi pria inilah yang selalu muncul melindunginya.
Hati Santi bergemuruh hebat, jantungnya berdetak dengan sangat kencang, matanya tidak berkedip menatap wajah penolongnya yang tampan ini.
James membantu Santi berdiri dengan mantap, lalu melepaskan pelukannya dari pinggang Santi yang ramping.
Saat James melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Santi, Santi baru tersadar dari lamunannya.
Dia buru-buru melepaskan sepasang tangannya, yang melingkar di belakang leher James.
Dengan wajah merah padam, Santi dengan kepala tertunduk dalam dalam, buru-buru mundur menjauhi James.
Lalu berkumpul bersama Viona yang sedang menangis sedih dalam pelukan Sarah.
Sementara itu Rio yang tidak menyangka ada
Sebuah tangan lain yang muncul tiba-tiba,
dari belakang Santi, untuk menahan tinjunya dengan telapak tangan.
Dia tetap melanjutkan serangan nya dengan sekuat tenaga, bermaksud menghancurkan telapak tangan orang tidak tahu diri yang berani muncul menyambut tinjunya.
Tapi diluar dugaan Tinju Rio kini malah jadi tertahan di sana, tidak bisa bergerak, di bawah cengkraman tangan James, yang menjepit kepalan tangannya seperti Capitan baja.
Rio berusaha menahan rasa nyeri di kepalan tangan nya, yang terasa semua tulang di kepalan tinjunya serasa akan diremukkan oleh cengkraman tangan James.
Rio yang kesakitan hampir saja menjatuhkan diri berlutut di depan James.
Tapi sebelum kejadian memalukan itu menimpa nya.
Manajer restoran yang melihat keributan ditempat tersebut, segera mendatangi mereka dengan beberapa satpam dan berkata,
"Maaf kalian tidak di ijinkan membuat keributan di sini.."
James sambil tersenyum berkata,
"Maaf ini cuma salah paham kecil saja, kami tidak sedang ribut hanya bercanda saja.."
"Ini kartu ku... sebagai permintaan maaf terhadap ke tidak nyamanan para tamu di sini."
"Semua tagihan mereka malam ini masukkan saja sebagai tagihan ku.."
ucap James sambil memberikan kartu nya kepada manajer restoran.
__ADS_1
Ucapan James langsung di sambut tepuk tangan semua pengunjung di sana.
James tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya kearah semua tamu di sana.
Kemudian dia berkata pelan,
"Cukup bercandanya teman, ayo kita pulang sekarang.."
James belum melepaskan cengkeramannya dari tangan Rio, sambil pura-pura sok akrab James merangkul pundak Rio.
Lalu dia mencengkram tulang pundak Rio dengan kuat, dan menyeretnya meninggalkan tempat tersebut.
Rio tidak berdaya menolak, dia juga tidak berani melawan dan berontak.
Karena bila dia melakukan itu maka tangan dan pundaknya pasti akan diremukkan oleh James.
Dan sebagai seorang petarung MMA, Rio paham benar.
Bila hal itu terjadi, seumur hidup dia akan menjadi orang cacat.
Jangankan bertanding, bahkan untuk sekedar mengangkat pulpen menulis pun, dia tidak akan sanggup.melakukannya dengan baik.
Rio sedang berpikir keras siapa orang ini,? rasanya dia tidak pernah mendengar dan melihat ada orang sekuat ini dalam dunia pertarungan.
Kekuatan nya sungguh di luar akal sehat, bahkan petarung pro UFC sekalipun, rasanya tidak ada yang semengerikan orang ini.
"Jangan khawatir, selama kamu menuruti kata-kata ku, aku jamin kamu pasti akan baik-baik saja.."
Rio hanya bisa mengangguk tak berdaya, mengikuti langkah James yang membawanya keluar dari restoran.
"Aku dari awal terus mengikuti dan memperhatikan mereka berempat.."
"Antara Viona dan Andi memang selalu menjaga batas sebagai teman.."
"Kalau kamu masih menginginkan gadis itu menjadi istri mu, minta maaflah dan perlakuan dia dengan baik."
"Itu urusan kalian, aku tidak akan mencampurinya.. semua terserah pada mu.."
"Hanya satu yang perlu kamu ingat jangan sekali-kali menyentuh Santi atau Sarah.."
"Atau kamu dan siapa pun yang berada di belakang mu akan bernasib seperti patung ini."
ucap James sambil menepuk pelan patung batu pualam disebelahnya.
Begitu bersentuhan dengan tangan James, patung batu pualam itu, langsung hancur menjadi tepung.
Terbawa angin, lenyap lah patung seukuran tinggi manusia itu, dari tempat tersebut.
Rio menatap terbelalak tak percaya, melihat apa yang di lakukan oleh James.
Di dalam hati Rio langsung teringat nasehat bapaknya, musuh kuat, kita mundur menjauh.
Melakukan peninjauan strategi ulang, sebelum kembali menghadapinya.
Kenali musuh mu seperti kamu mengenali dirimu sendiri, cari kelemahannya kamu pasti bisa mengalahkannya suatu hari nanti.
__ADS_1
Teringat hal ini, Rio langsung merubah ekspresi nya menjadi penuh persahabatan dan berkata,
"Ucapan Anda benar sekali, terima kasih banyak nasehat anda teman.."
"Aku akan mempertimbangkan nasehat anda mengenai Viona.."
"Mengenai Santi dan Sarah, aku dari awal memang tidak punya permusuhan dengan mereka.."
"Jadi tidak ada alasan bagi ku untuk menganggu mereka.."
"Tadi aku menyerang Santi hanya karena reflek dan emosi saja, untuk itu disini aku meminta maaf pada Santi dan Anda.."
"Tolong bantu sampai kan salam permintaan maaf ku padanya.."
"Apakah ada hal lain lagi teman ?"
ucap Rio sopan dan bersahabat.
James tersenyum dan berkata,
"Tidak ada silahkan saja.."
"Ok kalau begitu aku pamit, terimakasih nasehat berharganya,."
"Sampai jumpa teman.."
ucap Rio sambil melambaikan tangannya kearah James dan tersenyum ramah sebelum dia masuk kedalam mobilnya.
Lalu mobilnya perlahan-lahan bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Di dalam mobil wajah Rio langsung berubah, dia berkata seorang diri dengan kesal.
"James kamu lihat saja nanti, urusan hari ini aku akan membuat mu membayar sepuluh kali lipat pada ku.."
"Kamu boleh bersombong sekarang, aku ingin melihat bisa sampai kapan kamu bisa bersombong.."
"Viona sikapmu hari ini, aku akan membuat mu membayarnya suatu hari nanti..kita lihat saja.."
ucap Rio sambil tersenyum penuh kebencian.
Sementara itu James yang berdiri di lapangan parkir seorang diri, melihat kearah kepergian Rio dari tempat itu.
Dia bergumam seorang diri,
"Semoga dia bisa sadar dan bertobat.."
Lalu James mengangkat kepalanya menatap ke atas dan berkata,
"Santi aku selalu mengikuti mu, bukan ingin membuat mu canggung dan kesal.."
"Aku hanya ingin sebisa mungkin melindungi mu, agar tidak ada yang menyakitimu.."
"Anggap saja itu sebagai penebus hutang ku pada mu.."
"Semoga kamu mengerti dan memahami apa yang kulakukan untuk mu.."
__ADS_1