AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KETERKEJUTAN ANDI


__ADS_3

Dengan Andi lupa ingatan, ada satu keuntungan, artinya kedepannya Andi tidak perlu mengingat Viona kakak nya dan terus bersedih hati lagi.


Bagi dia dan Andi juga ada keuntungan baru, Violin berpikir dia akan memanfaatkan momen ini, untuk mendekati Andi, menggantikan posisi kakaknya, mengobati perasaan Andi yang terluka.


Berpikir sampai di sini, gadis kecil nekad ini pun langsung menjawab pertanyaan Andi dengan tenang.


"Nama mu Andi,.kamu mengalami kecelakaan saat mengikuti pertarungan One Pride.."


"Kepala mu mengalami luka parah di bagian dalam, hingga jatuh koma."


"Nama ku Violin, aku adalah calon istri mu, kamu adalah tunangan ku.."


ucap Violin nekad sambil berusaha tersenyum setenang mungkin.


Padahal hatinya sedang kacau balau saat ini..


Ada perasaan gembira bahagia, tapi juga ada perasaan takut dan cemas penyamarannya ketahuan oleh Andi.


Bila Andi sampai tahu, selain bakal dapat marah, ada kemungkinan Andi tidak akan pernah percaya lagi padanya


Lebih parahnya lagi, Andi akan menjauh dan meninggalkan dirinya.


Mendengar ucapan Violin, Andi antara setengah percaya setengah tidak.


Dia masih merasa ragu, di satu sisi dia bisa merasakan adanya hubungan yang cukup dekat dan akrab dengan Violin.


Perasaan ini sulit diungkapkan, yang jelas, dia bisa merasakan saat berdekatan dengan Violin ada perasaan suka dan hangat yang sulit di ungkapkan.


Tapi melihat Violin masih begitu muda, dia merasa sedikit ragu.


Violin yang cerdik, bisa menangkap keraguan Andi dari tatapan matanya.


Dia dengan cepat membuka laci mengambil dompet Andi dan berkata,


"Kamu gak percaya, ini lihat..ini dompet mu.. bila kita tidak punya hubungan, buat apa kamu simpan foto ku di sana..?"


"Dan ini HP mu sendiri, kamu boleh cek isinya, untuk meyakinkan diri mu sendiri.."


"Secara logika saja aku seorang gadis, bila kita tidak punya hubungan khusus, buat apa aku ada di sini menjaga mu..?"


Andi menerima dompet dan HP nya, setelah memeriksa sejenak.


Dia kemudian menatap Violin dengan lembut dan berkata,


"Aku percaya padamu, Maafkan sikap ku sebelumnya yang kurang pantas,..sayang.."


Ucapan terakhir Andi hampir membuat Violin hampir melompat lompat kegirangan.


Ini adalah momen yang sering ada dalam mimpi dan khayalan nya, kini semua terwujud begitu saja.

__ADS_1


Dia benar-benar merasa sangat gembira dan bahagia.


Tapi tentu saja Violin yang cerdik tidak menunjukkan tingkahnya yang konyol dan memalukan, yang akan membangkitkan kecurigaan Andi.


Sebaliknya dia langsung duduk di samping Andi, memegang tangan dan menatap Andi dengan lembut dan mesra.


Kemudian berkata,


"Sayang,.. saat ini semua sudah bukan masalah, kamu bisa siuman pun aku sudah sangat bahagia.."


Andi tersenyum terharu menatap Violin, lalu dia menarik Violin masuk kedalam pelukannya dan berkata,


"Terimakasih banyak sayang,.. maaf aku telah membuat mu khawatir.."


"Ohh ya sayang, tadi kamu kenapa menangis diatas badan ku, apa yang terjadi ? sudah berapa lama aku ada di sini.."


Violin sangat terkejut Andi menariknya kedalam pelukannya, tapi hanya sesaat saja.


Sesaat kemudian dia malah merasa betah nyaman dan sangat bahagia.


Ini adalah momen yang dia impikan siang malam, kini semua tiba-tiba menjadi kenyataan, ini benar benar sebuah kejutan yang sangat menggembirakan.


Seperti orang memenangkan hadiah lotere besar, ada perasaan senang yang sulit diungkapkan.


Hanya orang bersangkutan yang mengalami nya secara langsung, yang bisa merasakan nya.


"Sayang,.. kamu kenapa..?"


Violin saking bahagia dan terharunya, dia bukannya menjawab pertanyaan Andi, dia malah sesunggukkan dan menangis didalam pelukan Andi.


"Hei hei,.. kamu kenapa ?"


tanya Andi khawatir dan cemas saat melihat kekasih sekaligus tunangannya menangis seperti itu.


Violin sambil menggigit bibirnya sendiri menekan perasaan terharu nya, kemudian berkata,


"Aku terlalu senang dan bahagia kamu bisa kembali sadar dari koma mu.."


Mendengar penjelasan Violin, Andi pun bernafas lega dan mempererat pelukannya sambil berkata,


"Ku kira ada apa, ? sudah,.. jangan nangis lagi, tenangkan dulu perasaan mu.."


"Bila sudah tenang baru jelaskan pada ku.."


ucap Andi sambil mengambil tissue dan membantu menghapus, sisa airmata yang menempel di wajah kekasih gadungan nya ini.


Tapi Andi yang tidak menyadarinya, benar benar bersikap setulus hati menyayangi, dan mencintai Violin layaknya dia mencintai Viona dulu.


Mendapatkan perlakuan penuh perhatian dan hangat begini, perasaan bahagia yang di rasakan oleh Violin sudah sulit di ungkapkan lagi.

__ADS_1


Violin dengan manja, Mandah membiarkan Andi dengan lembut membersihkan sisa airmatanya.


Setelah agak tenang perasaannya, dengan pelan Violin pun berkata,


"Kak Andi sudah koma hampir 4 bulan di sini, dan tadi sebelum kak Andi sadar."


"Kondisi kak Andi tiba-tiba drop jadi kritis, hingga jantung nya berhenti, dokter yang datang melakukan pertolongan juga menyerah."


"Makanya aku tadi menangis sedih, tidak tahunya, kak Andi malah kembali sadar dan bangun dari koma.."


ucap Violin menjelaskan.


Selagi Andi sedang asyik mendengarkan cerita Violin, tiba-tiba Prof Peter Ho dan Ronaldo, ditemani beberapa dokter dan perawat masuk kedalam kamar Andi.


Melihat kedatangan mereka, Andi menganggukkan kepalanya, tapi dia tidak melepaskan pelukannya dari Viona.


Ronaldo menatap situasi itu dengan wajah tidak puas, dia merasa dadanya sangat panas.


Ingin rasanya dia maju memaki dan melabrak Andi yang tidak tahu malu.


Prof Peter Ho juga sedikit mengerutkan alisnya, soalnya dia tahu putranya sangat mencintai gadis kecil ini.


Kemarin gadis ini juga mengaku Andi adalah kakaknya, tapi melihat keadaan mereka saat ini berpelukan mesra di satu ranjang.


Rasanya ini bukan hubungan kakak beradik yang sederhana, pikir Prof Peter Ho dalam hati.


Violin sendiri juga agak grogi, dia takut rahasia kebohongannya nanti jadi ketahuan bila Ronaldo membuka nya di depan Andi.


Bisa rusak semua rencananya nanti.


Untuk itu dia pura-pura berkata,


"Kak Andi biar dokter memeriksa lebih teliti lagi kondisi mu, nanti kita baru lanjutkan lagi obrolan kita..ya..?"


Andi mengangguk dan tersenyum lembut, lalu melepaskan pelukannya.


Saat dia ingin membantu Violin turun dari kasur dengan menggeser kakinya, dia baru sadar kedua kakinya tidak bisa di gerakkan.


Andi mencobanya berulang kali tapi tetap tidak bisa, dengan kaget Andi menyingkap selimutnya.


Mencoba memijat mijat kedua kakinya yang mati rasa dan tidak bisa di gerakkan.


Andi lalu menatap Prof Peter Ho dengan kaget,


"Dokter ini kaki ku kenapa ya ? tidak bisa di gerakkan..?"


tanya Andi heran.


Prof Peter Ho yang melihat reaksi dari pertanyaan Andi, dia buru buru maju untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


Dia menggunakan palu kecil mengetuk ngetuk syaraf motorik Andi berulang kali.


Tapi kaki Andi tetap diam tidak bereaksi.


__ADS_2