AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENEMANI VIOLIN


__ADS_3

Andi dan Violin berjanjian bertemu di lokasi dengan Lola.


Dalam perjalanan menuju lokasi, tiba tiba Violin berkata,


"Kak Andi, Lola itu cantik ya, bodynya juga keren."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Eng lumayan, tapi masih lebih cantik kamu.."


"Wekk gombal,.."


ucap Violin sambil menutup mulutnya menahan tawa.


Andi pun sambil menyetir tersenyum lebar dan berkata,


"Aku serius gak gombal kok,..klo gak percaya coba tanya DoDo.."


Violin mempelototi Andi dan mencubit lengan Andi yang kekar dengan gemas.


Tapi Andi hanya merespon nya dengan tertawa.


Karena bercanda dan tertawa sambil ngobrol perjalanan menjadi tidak terasa, tahu tahu sudah tiba di lokasi.


Di mana letak apartemen mewah yang menjadi tempat janjian dengan Lola, hanya berjarak beberapa blok dari RS M tempat Violin bekerja.


Setelah memarkirkan mobilnya, Andi dan Violin pun turun dari mobil bertemu dengan Lola yang sudah tiba lebih dulu di lokasi.


Andi dan Violin di bawa meninjau lokasi mulai dari apartemen baru, hingga apartemen bekas.


Dengan berbagai harga berbeda-beda, Andi menyerahkan pilihan kepada Violin dia hanya ikut saja tanpa banyak komen bila tidak ditanya oleh Violin.


Setelah melihat hampir puluhan lokasi di 4 bangunan apartemen berbeda, akhirnya Violin tertarik dengan 3 apartemen.


Tapi dia belum memutuskan menyukai yang mana, hanya harga dan foto foto apartemen yang dia sukai, semua dia simpan kedalam tablet kerjanya.


Sepanjang mereka berkeliling hampir tidak pernah sekalipun Andi berkomentar ataupun ngobrol dengan Lola.


Lola yang akhirnya menyadari, doa tidak bakal punya kesempatan mendekati pria seperti Andi,


Dengan cerdik, dia langsung merubah haluan menjadi fokus menjual apartemen kepada Andi dan Violin.


Tapi Violin juga cerdik dia tidak langsung mengiyakan dan melakukan tawar menawar harga.


Dia hanya mengumpulkan data saja, melihat kecerdikan kekasih kecilnya itu


Andi pun semakin tenang mempercayakan negosiasi padanya.


Hampir selama lima hari Andi dan Violin hanya berfokus mencari apartemen dan lokasi tanah untuk membangun rumah mereka


Pada hari ke 6 Andi dan Violin baru membuat kesepakatan transaksi apartemen yang mereka pilih.

__ADS_1


Dan lahan tanah di mana mereka akan bikin rumah baru.


Apartemen lebih mudah begitu transaksi selesai, Andi dan Violin tinggal berkeliling membeli dan mengisi perabot rumah sesuai selera mereka berdua.


Mereka berdua sangat menikmati momen berbelanja bersama, saling bercanda dan tertawa-tawa dengan gembira.


Sehingga rasa letih dan lelah baru terasa saat mereka kembali kerumah masing masing.


Sedangkan untuk rumah rumah baru, Andi mempercayakan pembangunan dan desainnya kepada arsitek profesional.


Semua desain luar maupun lokasi di dalam rumah, Violin mengirimkan berbagai macam foto desain yang dia sukai dan di kumpulkan dari internet, kepada arsitektur profesional tersebut.


Sementara itu setelah pertemuan kedua orang tua, akhirnya diputuskan pernikahan Andi dan Violin akan di laksanakan di satu bulan kedepan.


Andi dan Violin menghabiskan waktu 2 Minggu baru apartemen baru mereka terisi lengkap dan siap di huni.


Setelah apartemen siap di huni, Andi dan Violin pun memutuskan tinggal bersama sama sambil menunggu hari pernikahan resmi mereka.


Bahkan kamar penganten mereka sudah di hiasi berbagai foto prewedding mereka yang sudah selesai.


Tapi meski tinggal di apartemen yang sama tapi Violin dan Andi tetap tidur di kamar terpisah.


Apartemen yang besar dan mewah itu memiliki 4 kamar tidur masing-masing di lengkapi kamar mandi dalam.


3 Kamar tidur tamu dan satu kamar utama yang paling besar ukuran nya.


Kamar utama sengaja Andi dan Violin hias bersama, tapi tidak mereka gunakan sengaja di kosongkan buat setelah menikah baru mereka tempati.


Hari itu adalah tepat dua Minggu, di mana segala kesibukan persiapan pernikahan mereka berdua sudah selesai.


Mereka berdua terduduk lemas saling berpelukan duduk di sofa bersantai sambil tiduran.


Sambil melepas lelah dan memeluk Violin Andi berkata,


"Sayang kamu terlihat lelah banget, bagaimana bila nanti malam kamu ijin aja gak usah ke praktek.."


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Gak bisa sayang, akhir akhir ini demi urusan persiapan kita, aku sudah terlalu banyak ijin."


"Aku sedikit tidak enak hati dengan DoDo dan prof Peter,meski mereka tidak berkata apa-apa, tapi aku yang tidak enak sendiri.."


Andi menghela nafas dan berkata,


"Maaf ya sayang, semua serba mendadak, tidak dipersiapkan jauh-jauh hari seperti pasangan lainnya."


"Sehingga kamu jadi kelelahan.."


Violin tersenyum sambil menatap mesra kearah Andi dia berkata,


"Memang sedikit capek lelah dan agak stress, tapi aku sangat menikmatinya.."

__ADS_1


"Terus terang, aku sangat bahagia sayang, jadi semua rasa capek hilang begitu saja ."


"Kini setelah semua beres, aku merasa sangat puas dan lega.."


ucap Violin sambil tersenyum gembira.


Andi juga mengangguk dan berkata,


"Sama aku juga merasakan hal yang sama seperti mu, hanya saja soal lelah aku tidak terlalu merasakannya.."


"Aku cukup meditasi satu jam, kondisi ku pun sudah pulih."


Violin tersenyum dan berkata,


"Sayang ilmu itu hanya cocok di latih oleh pria, kalau tidak aku sungguh ingin mencobanya."


Andi membelai rambut Violin dengan lembut dan berkata,


"Sebentar Lin, aku mau ambilkan suplemen untuk mu."


Andi pun bangkit berdiri, membiarkan Violin berbaring santai sambil main HP.


Andi setelah menyiapkan segelas air suplemen, dia memberikan ke Violin dan berkata,


"ini minumlah biar seger dan fit, setelah ini pergilah tidur sebentar, nanti jam 5 aku akan bangunkan mu.."


"Nanti kita bisa jalan kaki bersama menuju rumah sakit, sambil nikmati angin sore yang sejuk dan seger.."


Violin mengangguk cepat dan berkata,


"Makasih banyak ya sayang,.. kamu memang paling bisa di andalkan.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Sini aku gendong kamu kekamar,.."


Violin mengangguk sambil melingkarkan tangannya di belakang leher Andi sambil tertawa manja.


Setelah membaringkan Violin di kasur, saat Andi hendak berlalu, dengan manja Violin menahan tangan Andi dan berkata,


"Sayang,.. jangan pergi,.. aku ingin kamu memijit punggung ku dan temani aku tidur.."


Andi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia kembali duduk di sisi ranjang violin.


Violin dengan cepat membalikkan tubuhnya memunggungi Andi.


Melihat bentuk tubuh Violin dari belakang, libido Andi langsung naik, senjata di bawah pusarnya langsung beraksi.


Andi sambil menelan ludah berusaha menenangkan perasaannya yang kacau balau.


Dengan jari sedikit gemetar, Andi mengulurkan tangannya memijat punggung, hingga ke pinggang Viona yang langsing dengan pinggul yang besar menggoda.

__ADS_1


Andi yang hampir tidak kuat menahan diri, saat melihat leher dan sepasang paha dan betis violin, yang putih panjang dan berkulit halus.


__ADS_2