AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERMAIN MUSIK


__ADS_3

"Ya..!"


ucap Andi sambil menoleh kebelakang.


"Aku sungguh iri dengan Viona yang begitu beruntung bisa mendapatkan cinta mu.."


ucap Sarah sambil menghapus dua butir air bening yang bergulir di pipinya.


Setelah itu dia menutup kembali kaca jendela mobil, kemudian mobilnya pun berlalu dari hadapan Andi.


Andi tersenyum pahit sambil menghela nafas panjang.


"Sar kamu gadis yang sangat cantik dan baik, semoga kelak kamu akan menemukan pria yang jauh lebih baik dari ku.."


"Kamu tidak boleh mengharapkan ku, kamu pasti akan terluka.."


Setelah bergumam Andi pun meneruskan langkahnya masuk kedalam kost, sambil menenteng tas badminton nya.


Keesokan paginya setelah rapi Andi langsung berangkat ke kampus dengan motor Scoopy titipan Santi.


Tiba di kampus karena masih pagi kampus masih terlihat sepi.


Setelah memarkirkan motornya, Andi pun melangkah menuju daerah belakang kampus menuju ruangan panitia keagamaan.


Tiba didepan ruangan panitia keagamaan, Andi melihat di dalam ruangan tersebut ada dua orang gadis cantik sedang bermain gitar, sambil bernyanyi, paduan suara dan suara petikan gitar mereka sangat merdu dan enak di dengar.


Andi mengetuk pintu dan berkata,


"Maaf mengganggu..."


"Ya.."


jawab salah satu gadis itu dengan ramah, dan mereka menghentikan permainan gitarnya.


Mereka berdua tersenyum ramah dan berkata,


"Ada yang bisa kami bantu kak..?"


Andi dengan tidak enak hati berdiri di depan pintu berkata,


"Aku ingin tahu apakah benar acara Hiking besok Sabtu di batalkan keberangkatannya..?"


Kedua gadis itu saling pandang sejenak kemudian berkata,


"Kak masuklah jangan berdiri di sana, duduklah di sini.."


Salah satu dari gadis itu menunjuk sebuah kursi kosong didepan mereka.


Andi mengangguk, kemudian dia melangkah masuk dan duduk di hadapan mereka sambil berkata,


"Maaf aku jadi mengganggu acara latihan musik kalian.."


Mereka berdua saling pandang, kemudian sambil tertawa mereka berkata,


"Kalau kakak merasa bersalah, setelah kami menjawab pertanyaan kakak tadi."


"Bagaimana kalau kakak, kami hukum, dengan bermain salah satu alat musik yang tersedia di sini untuk kami dengar.."

__ADS_1


Andi mengangguk dan berkata,


"Baik, tapi kalau tidak bagus jangan di tertawakan, karena aku memang hanya bisa sedikit bermain alat musik kampung, untuk iseng-iseng saja."


Kedua gadis itu mengangguk senang, mereka kemudian berkata,


"Kak untuk acara Sabtu ini memang di tunda hingga Minggu depan, baru bisa dilaksanakan."


"Ini semua di karenakan, proposal yang di ajukan kak Boby belum mendapatkan ACC dari Dekan Kampus."


Mendengar penjelasan kedua gadis itu, Andi berusaha tersenyum tenang dan berkata,


"Terimakasih informasinya ya,"


"Ohh ya kenalkan nama ku Andi, "


ucap Andi sambil mengulurkan tangannya kearah salah satu gadis di hadapannya.


Gadis itu tertawa kecil sambil menutupi mulutnya, lalu berkata,


"Nama kakak kami sudah tahu, kakak kan juara pertama badminton ganda campuran kampus itu kan..?"


Andi tersenyum dan mengangguk dengan Canggung.


Gadis itu menyambut uluran tangan Andi dan berkata


"Panggil saja saya Mimi."


Mimi melepaskan jabatan tangan nya, memberi kesempatan kepada rekannya menyalami Andi dan berkata,


"Panggil saja saya Maya.."


"Karena kalian berdua, aku akan menunjukkan dua keburukan ku bermain alat musik kampung, semoga gak ngecewain.."


Andi pertama mengambil sebuah seruling kuning ditempelkan secara miring di bibirnya, lalu dia mulai memainkan sebuah lagu film era tahun 80 an yang berjudul Thian Chan Pien.


Alunan musik yang sangat merdu dan mendayu-dayu mengalir lembut dari suara seruling yang ditiup oleh Andi.


Kedua gadis itu sampai melongo mendengar lagu yang di mainkan oleh Andi.


Setelah Andi menyelesaikan lagunya, kedua gadis itu langsung bertepuk tangan dengan gembira.


Mereka masing-masing mengacungkan dua jempol kearah Andi sambil berkata,


"Kak Andi hebat..luar biasa.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Hukuman buat Mimi beres, kini hukuman buat Maya.."


Andi mengambil sebuah harmonika kemudian mulai meniupnya, sambil memainkan lagu era 70 An yang kembali dipopulerkan lagi di era terbaru saat ini.


Judul lagu itu adalah Tong Nien, lagu berirama gembira yang menceritakan masa lalu bersama teman-teman masa kecil yang cepat sekali telah berlalu.


Permainan Harmonika Andi kali ini mulai di ikuti oleh nyanyian merdu Maya dan Mimi, yang mengiringi suara tiupan harmonika Andi, sambil bertepuk tangan.


Keramaian diruangan keagamaan, mengundang beberapa mahasiswi yang baru datang kesana, ikut bergabung dan bernyanyi bersama Mimi dan Maya, sambil bertepuk tangan dengan gembira.

__ADS_1


Sebentar saja ruangan itu kini menjadi ramai berkat permainan musik harmonika dari Andi.


Setelah menyelesaikan satu lagu itu, banyak yang meminta Andi untuk melanjutkan beberapa lagu lagi..


Andi sambil tersenyum berkata,


"Maaf teman-teman lain kali saja, perkuliahan ku hampir di mulai, aku permisi dulu.."


"Mimi Maya makasih banyak, senang bertemu dengan kalian.."


"Sampai jumpa.."


ucap Andi sambil melambaikan tangannya kearah Mimi dan Maya, sambil tersenyum kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


"Baru saja Andi keluar dari ruangan tersebut, terlihat Viona sedang berdiri bersandarkan sebuah tiang penyangga.


Dia sedang tersenyum menatap kearah Andi, Andi pun mempercepat langkahnya mendekati Viona dan berkata,


"Sayang kenapa ada di sini ? aku baru saja mau pergi ke kelas mu."


Viona tersenyum dan berkata,


"Tentu saja aku kemari untuk melihat kekasih tampan ku, sedang menebar pesona di hadapan adik-adik kelas, yang masih cantik dan segar-segar."


Andi tersenyum Canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya, yang tidak gatal dan berkata,


"Aduh ampun sayang, maaf aku tidak bermaksud begitu..."


Dengan wajah panik Andi maju merangkul bahu Viona dan berkata,


"Begini sayang, tadi pagi begitu sampai kampus melihat kampus masih sepi..aku pun berjalan kebelakang kampus.."


"Aku datang ke ruangan keagamaan, untuk menanyakan perihal kebenaran ucapan Sarah semalam."


"Setelah di konfirmasi ternyata memang benar, acara Hiking yang kita ikutin ditunda hingga Minggu depan."


"Karena kedatangan ku mengganggu Mimi dan Maya, yang sedang bermain gitar, mereka lalu menghukum ku untuk bermain musik.."


"Begitulah ceritanya, mengapa aku bermain musik di sana, sumpah aku cuma lunasi hukuman bukan tebar pesona.."


ucap Andi berusaha meyakinkan Viona.


Viona tersenyum dan berkata,


"Ohh jadi kedua adik kelas yang imut dan cantik itu namanya Mimi dan Maya.."


"Cepat juga gerakan serigala mu, langsung bisa mengenal nama mereka hanya dalam waktu singkat.."


ucap Viona menyindir.


"Aduh gimana ya,.. aku harus jelasinnya. ?.."


ucap Andi panik.


"Begini saja aku akan membawa mu menemui mereka, agar mereka menjelaskan pada mu, kami sama sekali tidak punya hubungan apa-apa.."


ucap Andi mulai terlihat Ling Lung.

__ADS_1


Viona tertawa menutupi mulutnya, dan berkata,


"Aduh Andi please deh, kamu kok cute banget sih."


__ADS_2