AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
VIOLIN BERKUNJUNG KE KOST


__ADS_3

Kedua orang tua Viona kini hubungan nya dengan Andi menjadi sangat akrab dan baik.


Setelah mereka mendapatkan penjelasan dari kedua putri mereka.


Bahwa Andi lah yang membantu melunasi semua hutang ayah Viona ke Rio, sehingga kini keluarganya sudah tidak memiliki hutang lagi.


Mama Viona kini sudah bisa menerima kehadiran Andi dalam keluarga mereka, bahkan dia kini menganggap Andi sebagai calon bakal mantunya.


Hanya tinggal menunggu Viona menyelesaikan masa perkuliahannya yang tinggal 2 tahun lagi.


Sedangkan Andi tahun depan sudah selesai kuliahnya.


Atas bujukan Andi dan Violin, akhirnya kedua orang tua Viona setuju pindah ke rumah baru Andi yang menghadap ke laut.


Lokasi rumah nya persis bersebelahan dengan rumah milik Berry, hanya yang Berry di kontrakan ke orang.


Sedangkan yang Andi, buat di tinggali keluarga Viona.


Andi dan Berry tetap memilih tinggal di kost, karena lebih praktis.


Kedua orang tua Viona memilih tetap mengontrak rumah lama mereka, untuk di jadikan sebagai rumah makan, yang di urus dan di lanjutkan oleh Papa Viona.


Sedangkan Mama Viona, mengontrak ruko kecil , depan komplek perumahan membuka cabang rumah makan baru.


Meski masih ngontrak tempat nya, tapi usaha mereka berjalan cukup lancar dan selalu ramai dikunjungi oleh langganan mereka masing-masing.


Violin sendiri kini sudah duduk di bangku SMA, dia kini terlihat semakin dewasa dan cantik dalam balutan seragam barunya itu.


Awalnya atas perintah dari mamanya, Violin setiap sore di tugaskan mengantar makan malam buat Andi.


Atas inisiatif Andi, mereka kemudian mencetak brosur makanan dan di sebarkan di kost Andi, sehingga anak anak lain pun ikutan catering makan malam ke mama Violin.


Atas inisiatif Andi pula.dia dan Violin mengunjungi kost kost lainnya di sekitar kampus, untuk menawarkan catering makan malam.


Karena rasa masakan mama Viona yang enak, sehingga banyak yang pesan catering nya.


Bisnis catering ini pun kini menjadi usaha sampingan Violin dan mamanya.


Awalnya Violin lah yang menjadi pengantar makanan bersama Andi, tapi kini mama Viona dan Violin sudah memiliki pegawai khusus untuk mengurus pengantaran catering, menggunakan motor roda tiga.


Jadi tidak perlu merepotkan Andi bolak balik cuma khusus menemani Violin antar catering.


Meski Andi tidak masalah dan Violin senang senang saja, karena dia merasa seperti sedang di ajak jalan-jalan oleh Andi sambil kerja.


Tapi mama Viona tidak setuju, karena dia merasa tidak enak hati terus merepotkan Andi, yang sudah banyak sekali membantu keluarganya.


Setelah ada pegawai pengantaran, kini Violin, hanya bertugas mengantar catering ke satu lokasi yaitu kost Andi saja.

__ADS_1


Hal ini di lakukan agar jangan sampai makanan buat Andi tertukar ke orang lain.


Bila yang ngantarnya pegawai pengantaran, mama Viona takut masakan khusus yang di siapkan buat calon mantu kesayangannya tertukar ke orang lain.


Selain itu mama Viona juga takut masakan nya ke buru dingin, karena pegawai pengantaran harus berkeliling ke banyak tempat.


Sore itu seperti biasanya, Violin datang ke kost Andi mengantar catering buat Andi dan anak anak lain yang kost di sana, termasuk Berry.


Begitu tiba di kost Andi, Violin akan membagi bagikan dulu pesanan catering teman kost Andi.


Bila sudah beres, dia baru mengunjungi kamar Andi sebagai pengantaran terakhirnya.


Sekaligus ngobrol santai dengan Andi menceritakan kegiatan nya hari ini di sekolah.


"Tok..tok...tok..kak..kak Andi..!"


panggil Violin sambil mengetuk pintu kamar Andi


"Masuk Lin,...!"


terdengar sahutan Andi dari dalam kamar.


Saat pintu terbuka, melihat apa yang sedang di lakukan oleh Andi, Violin diam diam merasa sedikit iri dengan keberuntungan kakak nya.


Andi terlihat sangat ganteng dalam balutan celana jeans dan kaos hitam ketatnya.


"Kamu sudah datang, masuklah.."


ucap Andi sambil menoleh kearah Violin melemparkan senyum ramah.


"Hari ini aku dapat kiriman apa nih dari mama..?"


tanya Andi yang kini sudah biasa memanggil papa dan mama ke kedua orang tua Violin.


"Sup ayam obat, Fu Yung Hai, ayam kukus, sama ca brokoli udang."


jawab Violin sambil mengeluarkan satu persatu catering yang dia bawa buat Andi.


"Sejak dua bulan ini, setiap hari di kirimi makanan enak sama mama, berat badan ku naik 5 kg sekarang.."


ucap Andi sambil tertawa.


"Tapi kak Andi kan setiap hari nya latihan, jadi gak mungkin jadi gemuk, paling paling jadi lebih kekar saja badannya.."


ucap Violin sambil menatap kearah badan Andi yang semakin atletis akhir akhir ini.


Akhir-akhir ini Andi memang berlatih cukup keras dalam persiapan nya menghadapi Ginting yang merupakan juara profesional nomor satu di negeri ini.

__ADS_1


Andi harus bertanding dalam batasan peraturan, di tambah lagi dia punya bekas cedera di kepala yang belum 100% pulih, jadi Andi harus extra hati hati dan melakukan persiapan sematang mungkin.


Lagi pula lewat kemenangan ini, Andi punya kesempatan untuk melompat ke jenjang lebih bergengsi di Amerika serikat yaitu UFC.


Dimana bila Andi bisa menang atas juara bertahan C M G dan K B N, Andi bisa mendapatkan uang yang tidak kecil sekitar


200 M, belum termasuk bonus para sponsor.


Sehingga Andi sedikit tertarik dan penasaran untuk loncat ke ajang UFC tersebut.


Tapi itu semua cuma angan-angan pribadi Andi saja, demi Viona dia akan lepaskan semua nya agar Viona tidak perlu khawatir cemas dan sedih untuk nya.


"Kak kapan kakak akan berangkat ke kota B untuk bertanding ?"


tanya Violin menatap Andi dengan cemas.


"2 Minggu lagi Lin,.."


ucap Andi sambil menikmati masakan yang di siapkan oleh mama Violin untuk nya dengan lahap.


"Kak bisa tidak di batalkan, luka kakak belum sembuh, Lin sedikit takut.."


Andi menghentikan makannya sejenak, dia menatap Violin sejenak kemudian sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,


"Tidak bisa Lin, kontrak sudah di tandatangani tidak bisa mundur.."


"Tapi kepala kakak.."


ucap Violin cemas.


"Kamu tenang saja, kakak akan sangat berhati-hati, tidak akan memberinya peluang.."


"Ginting bukan lawan kakak, kamu tenang saja.."


ucap Andi berusaha menenangkan Violin.


Violin menundukkan kepalanya dan mengangguk kecil.


"Kak,.. kak Viona kapan habis masa kerja lapangan nya ?"


"Ehhmm,...! kalau gak salah sih 3 Minggu lagi, kenapa kangen kakak mu ya. ?"


tanya Andi sambil kembali meneruskan makan nya.


"Ya sedikit sih, cuma Lin gak bisa lama di sana, karena Lin harus masuk sekolah.'


"Gini saja 2 Minggu lagi kakak tanding, Lin gak usah ikut."

__ADS_1


__ADS_2