
"Aku tadi terbangun dan kamu tidak ada di sisi ku, aku tidak biasa sekarang, bila tidur gakda kamu.."
ucap Santi manja.
"Jadi aku memutuskan bangun mencari mu, aku tidak mau tidur sendiri, aku takut sendirian.."
ucap Santi sambil mempererat rangkulannya.
James tersenyum dan menggenggam tangan Santi dengan lembut lalu dia berkata,
"Kamu takut apa, ada aku disini, siapa yang berani menganggu mu..?"
James memutar badannya menghadap ke arah Santi dan menatap istri lekat lekat.
Santi wajahnya menjadi merah karena malu, dia buru-buru maju menyembunyikan wajahnya dalam pelukan suaminya dan berkata,
"Aku takut si tato Cobra akan kembali merenggut kebahagiaan ku, dengan menjauhkan mu dari sisi ku.."
James tersenyum dan berkata,
"Kamu ini, jangan terlalu banyak pikir yang tidak tidak, mustahil ada yang bisa merenggut aku dari sisi mu.. tenanglah.."
Tiba-tiba HP James berbunyi, James buru-buru mengangkatnya dan berkata,
"Ya hallo gimana Billy..?"
"Maaf panglima kami sudah di lokasi, tapi hanya berhasil mendapatkan informasi, ke 6 gadis yang bekerja di PT PC termasuk nona Viona yang bos cari."
"Tadi sekitar jam 7 an sudah pergi meninggalkan supermarket, tapi kemana mereka pergi, kami tidak berhasil melacak nya."
"Ya sudah, kamu pantau saja terus informasi nya, nanti segera kabari aku.."
"Baik siap panglima.."
ucap Billy cepat, lalu mematikan panggilan nya.
"Ada apa sayang kelihatannya serius banget,..?"
tanya Santi heran.
James menghela nafas panjang, kemudian berkata,
"Tadi barusan Andi nelpon, mencari mu."
"Karena ku lihat kamu sedang tidur, karena tidak ingin menganggu tidur mu, jadi aku menjawab telponnya di sini.."
"Andi ..Andi kenapa nelpon malam malam ?"
tanya Santi heran.
"Andi bilang Viona hari ini tidak menghubunginya, juga tidak membalas pesan dan mengangkat telpon dari nya, bahkan sengaja mematikan ponselnya."
" Andi menjadi khawatir, dia meminta ku membantu memastikan Viona baik'baik saja.."
"Aku sudah meminta anak buah ku, mengeceknya, mereka mengatakan sampai kini Viona masih belum kembali ke Mess nya."
"Apa...!"
teriak Santi kaget..
__ADS_1
"Viona... Viona ..di culik...?!"
tanya Santi cemas.
James memegang kedua bahu Santi dan berkata,
"Sayang kamu tenang dulu,anak buah ku sudah lakukan pemeriksaan."
"Viona memang belum pulang ke Mess, tapi dia tidak sendirian, ada 5 gadis lain menemaninya pergi ke supermarket belanja, sampe sekarang mereka semua juga belum ada yang pulang."
"Menurut informasi dari anak buah ku, mereka ber 6 jam 7an sudah meninggalkan supermarket, hanya saja belum berhasil di.lacak kemana mereka pergi..."
ucap James mencoba menjelaskan yang dia tahu.
"Sebentar sayang aku mau kabarin ke Andi dulu."
ucap James lalu menghubungi Andi.
James menelpon Andi mengabarkan semua yang dia tahu, Andi hanya bisa menghela nafas pasrah setelah mendapatkan informasi dari James.
"Makasih banyak ya James, maaf menganggu mu malam malam.."
ucap Andi kemudian.
"Gakpapa di,.. santai aja..kamu tenang saja, begitu ada kabar tentang Viona aku akan mengabari mu.."
"Baiklah James terima kasih banyak, salam buat Santi..bye ."
ucap Andi mengakhiri panggilannya.
Dia mencoba menghibur diri, bahwa setidaknya Viona tidak sendirian, dia bersama teman temannya.
Andi mencoba tidur tapi dia sulit tidur hingga pagi, terus menatap HP nya menunggu kabar dari Viona.
Sekitar jam 7 pagi James pun mengirim pesan ke Andi dan berkata,
"Viona sudah kembali ke Mess, kamu tenang Saja, dia dalam keadaan baik-baik saja.."
Mendapatkan informasi dari James, Andi pun dapat bernafas lega.
Dia kemudian langsung buru buru menghubungi Viona, sekali ini panggilan Andi langsung tersambung.
Tak lama kemudian terdengar suara Viona,
"Ya di,..maaf ya semalam aku pergi karaoke sama teman teman pabrik dan manajer pabrik."
"Karena berisik, di sana.. aku tidak mendengar panggilan telpon mu.."
"Maaf ya sayang.."
ucap Viona dengan nada merasa bersalah.
Andi menghela nafas lega, setelah mendengar suara Viona secara langsung.
dan dia pun berkata,
"Vi.. tapi kamu baik-baik saja kan..?"
"Soalnya semalam telpon ku sempat di angkat, tapi kemudian tidak ada tanggapan, lalu telpon pun putus, di telepon lagi udah gak bisa nyambung.."
__ADS_1
ucap Andi masih khawatir.
"Aku baik baik kok di,.. kamu tenang saja.."
jawab Viona.
"Itu mungkin kepencet, di dalam tas, tanpa sadar hingga baterai habis,"
"Ini HP nya baru lagi di cas.."
ucap Viona menjelaskan.
"Ahh syukurlah, yang penting kamu baik-baik saja,, hal lain gak perlu terlalu di pikirkan, gak perlu minta maaf.segala.."
"Sayang kamu pasti lupa aku pernah bilang apa, aku ulangi lagi biar kamu gak lupa."
"Apapun kesalahan yang kamu lakukan, aku akan selalu memaafkan mu, dan tidak akan pernah menyalahkan mu ataupun menyesalinya.."
Viona terdiam sejenak mendengar ucapan Andi sesaat kemudian terdengar suara serak Viona menahan tangis berkata,
"Di,.. ka..kamu baik sekali..aku..aku..hu..hu..hu..!"
"Ehh kamu kenapa Vi,..? udah kamu jangan nangis lagi,.. aku yang salah bicara maafkan aku ya..?"
"Sudah..ya jangan nangis lagi, aku mencintaimu.."
ucap Andi berusaha membujuk Viona.
"Engg,..aku juga sama sangat mencintai mu, udah dulu ya di,..aku harus kerja.."
ucap Viona menahan isaknya.
"Ok..ok.. pergilah kerja jangan nangis lagi,.. bye.."
ucap Andi menutup telponnya.
Andi tersenyum lega sekarang, setelah bertelponan langsung dengan Viona, kini hatinya pun tenang
Andi segera bersiap siap, kemudian dia langsung berangkat ke Sasana TAH, untuk berlatih.
Andi menghabiskan seluruh waktunya Dua Minggu ini, selain mengikuti perkuliahan adalah latihan, Andi terus berlatih keras, agar fisiknya seprima mungkin saat turun tanding nanti.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba, Andi pagi itu, berangkat ke kota B menggunakan dua mobil.
Mobil Andi di isi oleh Violin dan para kru yang di bawa ko Ahong, sedangkan mobil Berry di isi oleh ko Ahong dan Maria.
Hal ini karena mobil Andi lebih luas, sedangkan mobil Berry yang mewah tapi sporty hanya bisa muat max 4 orang saja.
Jadwal pertandingan malam Minggu, tapi Andi dan rombongannya berangkat Jumat pagi dari kota J.
Biar setelah tiba nanti, mereka bisa pelajari situasi tempat pertandingan, setelah itu mereka bisa istirahat dengan rileks, sambil menunggu jadwal pertandingan tiba.
Andi dan rombongannya menginap di hotel Int. C di jalan DP. kota B.
Tempat Acara pertandingan di selenggarakan.
ini agar memudahkan mobilitas mereka yang tidak perlu di kejar kejar dengan jalanan macet saat malam Minggu.
Semua ini sudah di perhitungkan dengan matang oleh Ko Ahong, selaku promotor Andi.
__ADS_1