AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGAJAK MENEMANI KE ACARA REUNI


__ADS_3

"Aku mau ke kamar mandi dulu kak."


ucap Violin begitu masuk kedalam apartemen.


"Lin laper gak, kalau laper kakak masakan mie gimana ?"


tanya Andi sebelum Violin masuk kedalam kamarnya.


Violin menghentikan langkah nya, menoleh kearah Andi dan berkata dengan wajah tak berdaya.


"Laper sih, cuma Lin takut gemuk kak,.."


"Tar baju pengantinnya gak muat,.."


ucap Violin dengan wajah sedikit memelas.


Andi sambil tersenyum penuh pengertian berkata dengan sabar.


"Kalau laper harus makan, gimana kalau aku bikin kan susu rendah kalori, dan potongkan apel saja..?"


Violin menatap kearah Andi dengan tatapan penuh rasa terimakasih.


Dia kembali berlari memeluk Andi dengan erat, dan berkata,


"Makasih ya kak, kakak selalu yang paling pengertian dan baik sama Violin."


"Violin merasa sangat bahagia kak.."


"Maafkan Violin kak, karena kesibukan di RS, Lin gak bisa menjadi kekasih yang baik buat kakak.."


Andi membalas memeluk Violin dengan lembut dan berkata,


"Tidak Lin, bisa membuat mu merasa bahagia, itu adalah kebahagian dan kebanggaan tersendiri buat kakak.."


"Menurut kakak, kamu adalah kekasih sekaligus calon istri yang paling ideal buat kakak."


"Hanya bersama mu lah, kakak bisa merasakan kebahagian kakak yang sudah lama hilang."


ucap Andi sambil mencium kening kekasihnya dengan lembut.


Andi melepaskan pelukannya dan berkata,


"Pergilah cuci muka dan ganti baju, kakak mau kedapur menyiapkan susu dan apel untuk mu.."


Violin mengangguk, lalu dia kembali berjalan menuju kamarnya dengan hati dipenuhi kebahagiaan.


Sepanjang mandi cuci muka gosok gigi, hingga berganti pakaian tidur, Violin terus tersenyum sendiri penuh kebahagiaan.


Violin berdiri menatap wajahnya didepan cermin dan berkata,


"Begitu banyak gadis cantik yang menyukai kak Andi, kamu lah yang paling beruntung, bisa menjadikan nya sebagai pendamping hidup mu."


"Soal cantik dan Sexy kak Sarah dan Yang Mi jelas jauh di atas mu."


"Apalagi kalau soal kekayaan, udah pasti kamu tidak bisa bersaing dengan mereka, biar seumur hidup kak Andi gak kerja, kak Andi juga gak bakal kelaparan bila bersama mereka.."


"Tapi kenyataannya, kak Andi tetap memilih mu.."


"Violin kamu harus lebih giat lagi, dan berusaha membuat hidupnya bahagia.."


"Tok,..tok,.tok,.!"


"Lin kakak boleh masuk.!?"

__ADS_1


tanya Andi dari luar kamar.


Violin sedikit terkejut oleh ketukan di pintu kamarnya.


Dia langsung bergegas pergi membuka pintu kamarnya buat Andi.


"Ayo masuk kak,"


ucap Violin sambil tersenyum gembira.


Andi masuk kedalam kamar Violin membawa sebuah nampan berisi segelas susu hangat, dan piring yang berisi dua potong apel, yang di ukir berbentuk hati..


Andi meletakkan nampan nya,.diatas lemari nakas,.di samping ranjang Violin.


Violin sendiri sudah duduk di kasurnya, sambil bersandaran beralaskan bantal.


Andi memberikan piring yang berisi potongan apel berbetuk hati ke Violin.


"Kak apelnya cantik banget, Lin sedikit sayang memakannya."


ucap Violin manja.


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku sengaja mengukirnya agar enak di lihat dan di makan, ayo kakak temani makan."


"Kita seorang sepotong ok ?'


ucap Andi sambil menyodorkan sepotong kedepan mulut Violin.


Sambil tersenyum malu Violin membuka mulutnya mengigit potongan apel di depan mulut nya.


Lalu dia membalas dengan menyodorkan potongan lainnya kedepan mulut Andi.


Kemudian Violin minum susunya setengah, setengahnya lagi dia berikan buat Andi.


Andi menghabiskannya, lalu dia berdiri membereskan piring gelas kedalam nampan dan ingin membawanya keluar dari kamar Violin.


Tapi sebelum Andi meninggalkan kamar Violin dengan manja Violin berkata,


"Kak nanti kembali lagi ya kesini, Lin ingin tidurnya ditemani kakak.."


Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah menaruh gelas dan piring kedapur, Andi pun kembali ke kamar Violin.


Violin menepuk samping kasurnya, memberi isyarat ke Andi.


Andi pun naik keranjang duduk di samping Violin, Violin langsung mengambil posisi duduk miring menyandarkan kepalanya kedada Andi.


"Kak setelah nikah nanti, enaknya kita main kemana ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Lin sukanya kemana ? kakak sih ikut ikut aja ?"


"Kak, Lin pernah lihat di internet, Karimun Jawa, pemandangannya sangat indah loh.."


ucap Violin sedikit mengangkat kepalanya menatap respon Andi.


"Di mana itu ?"


tanya Andi sambil menatap Violin.

__ADS_1


"Kalau dari sini kita naik pesawat ke kota S dulu, setelah itu di lanjut dengan naik travel ke kota Jpr, dari kota Jpr baru kita naik kapal cepat, menuju Karimun Jawa, kurang lebih perjalanan naik kapalnya 2 sampai 3 jam lah kak.."


"Atau pilihan kedua, kita bawa mobil sendiri langsung ke kota Jpr, dari sana langsung naik kapal cepat ke karimun Jawa.."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Kok kamu tahu begitu banyak, sayang ?"


"Awalnya sih aku lihat dari postingan di internet, karena penasaran."


"Aku pun tanya tanya sama perawat ku, yang aslinya orang Jpr."


ucap Violin bangga.


Andi mengangguk dan berkata,


"Boleh aja gak masalah, tapi sebaiknya sih kita naik pesawat ke kota S, nanti coba cari informasi, kalau dari kota S, ada kapal cepat langsing ke karimun Jawa, itu akan jauh lebih praktis."


Violin mengangguk cepat, lalu dia buru buru membuka HP nya melakukan browser.


Tak lama kemudian sambil tersenyum gembira, dia berkata,


"Ada kak, seminggu sekali hari Jumat, ada kapal cepat dari kota S berangkat kesana."


""Waktu perjalanan 5 jam, pemberangkatan jam 9 pagi kak."


ucap Violin penuh semangat.


Andi tersenyum dan berkata,


"Ok besok aku akan mengurus semuanya, setelah resepsi hari kedua kita langsung berangkat kesana.."


"Ohh iya Lin Senin depan aku ada reunian di kota B, kamu bisa ikut temani aku ke acara itu ,?"


tanya Andi pura pura sesantai mungkin.


"Reunian apa kak ?"


"Maksud Lin, teman SD.SMP SMA atau kuliah kak ?"


tanya Violin sambil menatap Andi.


"Teman kuliah Lin,.."


ucap Andi berusaha tersenyum.


"Kakak yakin mau kesana ? setelah terjadi begitu banyak kenangan buruk di sana..?"


"Kakak yakin sanggup menghadapi perasaan kakak sendiri,? saat semua kenangan menyakitkan perasaan kakak itu satu persatu muncul kembali..?"


"Belum lagi ada kemungkinan, kak Rio dan kak Viona juga akan muncul bersama di sana."


"Lin benar benar tidak ingin melihat, luka hati kakak yang hampir sembuh kembali terluka lagi.."


Andi tersenyum getir menatap Violin dan berkata,


"Semua telah berlalu tinggal kenangan saja, dia juga sudah berbahagia bersama pilihannya.."


"Aku kini juga sudah berbahagia, karena ada kamu di sisi ku.."


ucap Andi sambil menggenggam tangan Violin yang terasa dingin.


"Mengapa aku tidak mencoba mengisinya, dengan kenangan kenangan bahagia kita berdua."

__ADS_1


"Tujuan ku ingin kesana sangat sederhana, aku ingin jatuh di sana bangun di sana.."


__ADS_2