AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PENGACARA ANDI TIBA


__ADS_3

Kedua polisi itu saling pandang, mereka tidak menyangka dengan sikap Andi yang terlihat begitu tenang.


Dan sepertinya, Andi adalah seorang terpelajar yang mengerti hukum, bukan seorang petarung kasar yang hanya menggunakan otot tanpa otak.


Teman polisi yang satu lagi menganggukkan kepalanya, sebagai isyarat kepada temannya.


Lalu pria yang berbicara dengan Andi berkata,


"Baiklah tidak masalah, berapa lama pengacara anda akan tiba kemari.?"


"Bila lama, bagaimana bila nanti dia menyusul kekantor polisi saja,? kami berasal dari kepolisian wilayah BU ini."


ucap polisi itu secara halus ingin membawa Andi ke kantor polisi tanpa pengacara.


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Sabar ya pak, biar saya hubungi dulu pengacara saya.."


Andi langsung mengangkat telponnya menelpon pengacaranya begitu tersambung dan terdengar jawaban dari seberang sana.


Andi pun berkata,


"Pak Hotman,..ini Andi teman Sarah KL, saya saat ini sedang dalam masalah, yang memerlukan bantuan bapak, bisa bapak membantu saya ?"


Mendengar ucapan Andi, kedua polisi itu saling pandang, mereka berdua tersenyum mengejek.


Mereka berdua berpikir, ternyata Andi cuma besar gertak saja, pengacara pribadi pun kagak ada.


Dan pengacara yang di hubunginya, malah cuma pengacara temannya saja


Tapi beberapa saat kemudian, Andi memberikan HP nya kepada kedua polisi itu dan berkata,


"Paman Hotman ingin berbicara dengan bapak berdua langsung."


Andi sengaja menyalahkan voice nya, sehingga saat berbicara semua bisa dengar.


"Hei kalian berdua siapa nama kalian..?"


Terdengar suara pengacara Hotman berkata dari seberang sana.


"Nama ku Bobby dan atasan ku AKBP Tigor, kami adalah reserse kriminal dari wilayah BU.."


ucap Bobby kurang senang dengan gaya pengacara Hotman yang arogan.


"Andi itu keponakan ku, aku sedang di kota J mungkin perlu waktu 3 SD 4 jam untuk tiba di lokasi kalian saat ini."


"Tolong bantu berikan kelonggaran, 5 jam lagi kami berdua akan datang sendiri melapor ke kantor mu..gimana gak masalah kan..?"


ucap Pengacara Hotman meminta tolong, tapi nadanya menekan dan agak maksa.


"Maaf pak Hotman itu di luar prosedur, kami tidak bisa bantu.."


ucap Bobby kurang senang.


"Ya sudah kalian tunggu saja, telpon dari pak Guntur.."


ucap Pak Hotman santai, lalu mematikan panggilan nya.

__ADS_1


Guntur yang Hotman maksud adalah Kompol Guntur, Kapolwil BU.


Kedua polisi itu saling pandang, wajah mereka sedikit pucat, mereka gak nyangka, Andi ternyata punya backing pengacara kuat yang punya koneksi luas.


Baru saja mereka berdua saling pandang dengan ragu, HP di kantong Tigor tiba-tiba bunyi, melihat telpon benar datangnya dari Guntur atasan mereka berdua.


Bobby memberi kodenya bertanya siapa.


Tigor menjawab "Pak Guntur.."


Wajah Bobby langsung pucat.


Sedangkan Tigor dengan buru-buru langsung mengangkat HP nya, dia terlihat sedikit gugup dan berkata,


"Ya pak.."


"Baik, siap pak.."


jawab Tigor dengan hormat.


Sesaat kemudian dia memberi kode pada Bobby agar segera meninggalkan tempat itu.


Sambil tersenyum ramah dan sikap hormat, Tigor berkata,


"Pak Andi maaf mengganggu waktu istirahat Anda, silahkan saja.."


"Kami akan menunggu di lobby, hingga pak Hotman tiba.."


ucap Tigor sambil menganggukkan kepalanya kearah Andi.


Setelah pintu lift tertutup, Bobby langsung berkata,


"Ada apa kak sebenarnya, ? bukannya kasus ini perintah dari pak Guntur langsung..? kenapa tiba-tiba malah di tarik mundur hanya karena pengacara bernama Hot...hot...apalah dog kayanya.."


Si Tigor tersenyum lalu berkata,


"Kita ikutin sajalah, kita bisa apa ? pak Guntur juga tentu tidak mau seperti ini.."


"Tadi dia di telpon pak Tito, menurut mu. pak Guntur bisa apa ? melawan ? besok naik jabatan pindah ke Sorong Papua..?"


Bobby tertawa sambil menutupi mulutnya, mendengar Omelan, Tigor yang juga kesal tak puas, di suruh nunggu 5 jam.


Tapi sebagai bawahan selain menunggu, mereka tidak bisa apa-apa..


Sementara itu, setelah kedua polisi pergi, keempat rekan Andi mengikuti Andi masuk kedalam kamar dengan perasaan cemas.


Setelah masuk kedalam kamar Andi, ko Ahong pun langsung bertanya,


"Di sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Ginting..?


Ko Ahong yang berpengalaman menatap Andi dengan penuh curiga.


Andi tersenyum dan berkata,


"Ko Ahong sebaiknya, ko Ahong dan kalian semua, sedikit tahu tentang masalah ini lebih baik.."


"Karena semakin banyak tahu, nanti kalian akan terseret jadi saksi di persidangan, itu akan semakin merepotkan."

__ADS_1


"Jadi saat ini yang terbaik adalah, kalian segera menjauh dari ku, kembali lah ke kota J.."


"Jangan perduli kan urusan di sini, percaya lah, pengacara ku pasti akan bisa membantu ku mengatasinya.."


Mereka semua seperti masih ingin membantahnya terutama Violin.


Tapi Andi keburu berkata,


"Kalian harus percaya pada ku, yakinlah pada ku, kalian pulang lah.."


Andi menoleh kearah Violin dan berkata,


"Percaya lah sama kakak, bila urusan beres, kakak pasti akan menelpon mu, jangan khawatir.."


"Ingat sekolah dan masa depan mu nomor satu, jangan kecewakan kakak,.. ok..?"


Violin tidak bisa membantah lagi, setelah mendengar ucapan Andi barusan.


Dengan wajah sedikit terpaksa dia menganggukkan kepalanya.


Akhirnya mereka semua meninggalkan kamar Andi, kembali ke kamar masing-masing untuk berkemas-kemas, kemudian mereka pun berangkat kembali ke kota J.


Setelah semuanya pergi, kini kamar Andi kembali sepi, hanya terlihat Andi seorang diri duduk sambil termenung, memikirkan rangkaian peristiwa yang terjadi pada dirinya.


Dan Andi akhirnya menarik satu kesimpulan, ini semua pasti adalah jebakan yang sengaja di siapkan oleh Rio untuk nya.


Dengan memanfaatkan titik lemah dari emosinya bila Viona terusik.


Di tambah lagi, dengan sifat arogan dan mulut ember si Ginting, ini semua akan menjadi jebakan sempurna buat dirinya.


Andi tersenyum seorang diri, dia yakin saat pengacaranya tiba semua akan beres.


Orang orang kepolisian yang telah di ajak kerjasama oleh Rio, tidak akan bisa apa-apa.


Begitupula di pengadilan nanti.


Andi yakin dirinya bakal lolos, dan Rio hanya akan gigit jari dan membuang uang sia sia.


Hanya satu yang membuat Andi ragu, itu adalah keadaan dan kondisi Viona.


Andi berencana bila urusan dengan polisi beres.


Andi akan diam diam berangkat ke lokasi PT PC untuk memantau gerak gerik Viona secara diam-diam.


Andi akan berdiri keluar, untuk menolong Viona, bila Viona dalam masalah, dia akan mencari tahu sendiri.


Karena Viona tidak akan pernah menceritakan permasalahan yang sedang dia alami padanya.


Sambil termenung dan berpikir serta membuat rencana.


Tidak terasa yang di tunggu tunggu oleh Andi pun tiba.


Tiba-tiba HP Andi berbunyi, Andi buru-buru mengangkatnya.


Terdengar suara dari seberang sana,


"Nak kamu di mana ? Paman sudah ada di lobby sekarang.."

__ADS_1


__ADS_2