AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MERINDUKAN OMELAN KEKASIH BAYANGAN


__ADS_3

"Vi.. Viona..dimana kamu..!? apa kamu mendengar jeritan hati ku, yang sedang memanggil nama mu..!?"


"Tahukah kamu, demi dirimu bahkan nyawa pun aku sudah tidak mau, tapi...tapi... mengapa kamu tega..tega ..meninggalkan ku seorang diri.."


"Vi..kamu sungguh kejam.. harusnya aku membenci mu..dan mengutuk mu..tapi kenyataannya aku malah semakin mencintai mu dan tidak bisa melupakan mu.."


"Vi.. Viona kamu katakan padaku..kenapa !? kenapa ?!..."


Tiba-tiba terdengar suara sendawa Andi yang keras, tapi dia tidak muntah, semua gas terdorong keluar lewat sendawa nya.


Setelah itu Andi terdengar cegukan beberapa kali, kemudian terdengar suara dengkuran nya.


Andi akhirnya tertidur pulas karena alkohol yang di minumnya.


Sebenarnya semua kamar di lengkapi peredam suara, sehingga harusnya ucapan Andi tidak ada yang mendengarnya.


Tapi berhubung pintu penghubung balkon terbuka lebar, sedangkan balkon Andi dan balkon kamar Violin terhubung hanya terpisah tembok pembatas biasa saja.


Sehingga dari balkon kamar Violin, semua gerak gerik ucapan dan keluh kesah Andi.


Jelas terdengar hingga ke balkon kamar violin.


Violin yang belum tidur berdiri memunggungi tembok pembatas balkon, menangis dalam diam hingga tubuhnya berguncang guncang.


Sepasang tangannya, dia gunakan untuk menutupi mulutnya, agar jangan bersuara dan di ketahui oleh Andi.


Sedangkan sepasang matanya yang indah sudah bercucuran air mata tanpa henti.


Dia paling tahu, apa yang sudah Andi korbankan untuk kakak nya, bahkan untuk keluarga kakak nya, termasuk dirinya.


Tapi apa yang Andi peroleh dari pengorbanan nya selama ini,? hanya ditukar dengan sebuah luka yang menggores di hatinya dengan begitu dalam.


Violin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bersedih dan menangis, melihat ketidakadilan yang menimpa pria yang begitu baik dan sempurna di matanya.


"Maafkan aku kak..aku tidak berguna, aku tidak bisa menghibur mu, juga tidak bisa membantu mengobati luka di hati mu.."


"Andaikan aku adalah dia, tentu semua akan berbeda,.. kak jangan berduka lagi, relakan lah dia.."


"Hiduplah dengan baik, hanya itu yang Lin harapkan dari kakak.."


"Lin mohon jangan seperti ini, menyiksa diri kakak.."


"Ohh tuhan bantulah kakak,..kasihan dia.."


ucap Violin di dalam hati.


Setelah mendengar suara sendawa dan dengkuran, Andi perlahan-lahan hati Violin pun tenang kembali.


Dia akhirnya kembali ke kamarnya, Violin pergi ke kamar mandi mencuci muka sambil bercermin.


Melihat matanya yang merah dan bengkak, karena kebanyakan menangis.


Violin menggunakan handuk kecil mengompresnya sambil tidur, agar besok pagi saat bangun tidur, tidak ada yang menyadari matanya yang bengkak, karena habis di gunakan untuk menangis


Keesokan paginya saat mentari pagi bersinar menyoroti mata Andi, Andi yang merasa silau, akhirnya perlahan-lahan membuka matanya.

__ADS_1


Mengedarkan pandangannya melihat kearah sekitarnya.


Andi mengernyitkan alisnya merasa kepalanya sangat sakit dan pusing.


Seperti habis di pukuli oleh si badak lawan tandingnya dulu..


Andi memejamkan matanya kembali, mencoba tidur dengan posisi terlentang.


Setelah beberapa waktu, akhirnya rasa sakit di kepala nya pun mulai hilang dan kembali normal.


Andi melihat kearah jam sudah jam 7 pagi, Andi buru-buru bangun.


Dia mulai teringat, apa yang dia lakukan semalam, Andi pun buru-buru pergi ke balkon membereskan semua kekacauan, yang dia buat di balkon semalam.


Setelah beres dan semua bekasnya sudah di masukkan ke tempat sampah.


Andi baru berhembus nafas lega, lalu dia pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi dan sikat gigi, sambil membersihkan rambut halus di atas bibir dagu dan lehernya.


Andi menatap wajahnya sendiri di cermin kemudian setelah mencuci muka beberapa kali.


Di depan cermin Andi berkata pada dirinya sendiri.


"Andi tersenyumlah, kamu harus kuat jangan membuat orang di sekitar mu sedih dan cemas.."


"Kamu harus buat mereka bahagia dan nyaman.."


"Sekali lagi bertahan lah, kamu harus kuat, demi kebahagiaan nya."


gumam Andi sendiri sambil menatap wajahnya sendiri di depan cermin.


Setelah menepuk nepuk wajahnya sendiri, dengan cairan pendingin yang wangi, sehabis cukuran.


Andi pun berlalu dari kamar mandi, berganti pakaian rapi dan keluar dari dalam kamar nya.


Begitu keluar dari dalam kamar, Andi langsung bertemu dengan Violin yang sudah rapi dan juga baru keluar dari kamar nya.


Sambil berlagak tidak pernah terjadi apa-apa, Andi berpura-pura ceria dan menyapa violin..


"Pagi Lin,.. Giman tidurnya semalam, nyenyak ? cocok tidak tidur di tempat baru..?"


ucap Andi sambil tersenyum ceria di buat buat.


Di dalam hati Violin mendumel,


"Aku mau lihat kamu mau berpura-pura sampai kapan..?"


Dengan agak canggung Violin menjawab,


"Baik kak, semua masih ok, tidak masalah.."


"Hmm syukurlah kalau begitu, aku mencium wangi mie dari dapur, kurasa mama sudah siapkan sarapan buat kita.."


"Yuk kita cek kedapur.."

__ADS_1


ucap Andi sambil memberi kode dengan kepalanya, agar Violin ikut dengan nya.


Violin mengangguk kecil, lalu dia berjalan menyusul di belakang Andi menuju dapur.


Benar saja sesuai tebakan Andi, Doddy dan Rina sudah duduk rapi di meja makan sedang menikmati sarapan mereka.


Melihat kedatangan Andi, kedua anak itu langsung berteriak gembira,


"Kak Andi,..!


ayo sini..temani kami sarapan.. bersama..!"


Andi mengangguk sambil tersenyum, dia menghampiri kedua anak itu.


Mengulurkan tangannya membelai kepala kedua anak itu dengan lembut kemudian berkata,


"Selamat pagi ma.."


"Ayo kita sarapan bersama, makanan sudah banyak jangan masak lagi.."


Mama Viona menoleh ke belakang dan berkata,


"Sebentar ini lagi goreng nugget dan sosis setelah itu kelar deh.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Perlu bantuan ma..?"


Mama Viona tersenyum dan berkata,


"Kamu bantu temani mereka sarapan saja.."


Selagi Andi sibuk bercakap-cakap dengan mamanya, Violin sudah menyiapkan sarapan buat Andi.


Andi yang melihat hal itu pun tersenyum dan berkata,


"Terimakasih ya Lin.."


"Sama sama kak, ayo kita makan.."


ucap Violin lalu dia mulai menikmati sarapan mie goreng nya.


Andi pun mencicipi mie goreng di hadapannya,.dan dia harus akui mama Viona memang sangat lihai memasak.


Dia yang tadinya kurang berselera pun, akhirnya habis ludes mie yang di bantu di ambilkan Violin untuk nya.


"Doddy pergi panggil ayah mu, untuk sarapan."


"Dasar pemalas jam segini pun masih tidur.."


ucap mama Viona mulai mengomeli suaminya.


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum sambil terus minum teh nya dengan pelan.


Di dalam hati Andi berpikir, alangkah bahagianya, dia bila bisa menikmati Omelan Viona di pagi hari, di saat mereka sudah tua nanti.

__ADS_1


Sayang nya semua itu cuma mimpi yang tidak mungkin terwujud, karena orang yang dia rindukan itu kini telah resmi menjadi istri orang lain.


__ADS_2