AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERTEMU SARAH


__ADS_3

"Ada kesan khusus, yang special tidak, sewaktu mereka berdua di sini kemaren ?"


tanya Viona kembali.


"Ada, tentu ada, "


ucap si Ina nyenyes penuh semangat


"Apa itu ?"


tanya Viona


"Kalau gak salah minum segelas berdua ya, mas Andi ? benarkan ?"


tanya Ina sambil menoleh melihat kearah Andi.


Tapi saat melihat ekspresi Andi yang sedang memelototinya, dengan wajah galak, Ina dengan lucunya meleletkan lidahnya, lalu sambil mengangkat kedua bahunya dia buru-buru kabur dari sana.


Viona memiringkan kepalanya menatap kearah Andi dengan penuh tanda tanya,


"Sepertinya aku belum mendengar soal segelas berdua, kayanya seru dan asyik ya ?"


Andi menelan ludahnya, dia menyambar gelas air putih didepan nya meneguknya membersihkan tenggorokan baru berkata,


"Jangan dengarkan si nyenyes Ina itu, dia memang biang kerok, aku akan ceritakan padamu dengan detil soal itu."


Viona mengangguk sambil menopang dagunya dengan kedua tangan, dia menunggu cerita Andi dengan penasaran.


"Yang di maksud dengan segelas berdua itu adalah, saat itu Santi dan aku tersedak, di goda oleh Si nyenyes itu tadi."


"Jadi aku menyambar air putih didepan ku secara reflek, untuk diberikan kepada Santi yang sedang batuk.


Setelah Santi minum, tentu saja aku yang juga sedang tersedak tidak sempat berpikir banyak, langsung minum dari gelas yang sama, bekas di pakai Santi ."


"Itulah yang disebut segelas bersama oleh sinyenyes tukang onar itu."


ucap Andi memberikan penjelasan.


Viona menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum dia berkata,


"Ohh begitu, ku kira satu gelas pakai dua sedotan minum berdua.."


Andi buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kecuali sama kamu, bila bukan kamu, aku tidak mau.."


Viona tersenyum menggoda dan berkata,


"Yang bener.. nanti bila sudah ketemu cewek yang lebih cantik dan Sexy dari ku, kamu malah menyesali ucapan mu hari ini."


Andi menatap Viona dan berkata dengan yakin,


"Tidak akan, bagi ku kamu yang tercantik selama nya tidak akan ada yang lainnya."


Viona tersenyum dan berkata,


"Jujur aku suka itu,.. di,...Kamu suka juice melon ?"


Andi mengangguk cepat.

__ADS_1


"Tolong pesankan juice melon porsi besar dong di,.. aku ingin kita minum segelas berdua."


"Entah bagaimana rasanya,? lebih asin atau lebih manis.."


ucap Viona sambil tertawa.


Andi mengangguk kemudian dia berdiri, lalu pergi ke meja kasir untuk memesan segelas juice melon porsi jumbo.


Andi melambaikan tangannya kearah Viona, memberi kode agar dia mengambil makanan sendiri.


Viona pun berjalan menghampiri Andi dan berkata,


"Ku pikir kamu akan ambilkan makan buat ku, seperti kamu ambilkan makanan buat Santi..."


Andi menghela nafas pelan dan berkata,


"Baiklah aku akan bantu ambilkan, tapi kamu yang pilih sendiri lauknya Ok..?"


Viona tersenyum dan memegang lengan Andi sambil berkata,


"Makasih ya di,.. kamu baik sekali ?"


"Kenapa kamu bisa begitu sabar hadapi aku di ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Karena aku tahu di kehidupan depan, aku belum tentu bisa bertemu dengan mu lagi.."


"Seperti lagu ihh..dasar plagiat.."


ucap Viona mencela.


Andi mengambilkan nasi buat Viona sesuai dengan seleranya, begitu juga dengan lauk nya.


Viona memilih mie goreng tempe dan tahu goreng, sambal hati, dan sedikit sayur capcai serta sambal terasi.


Setelah membantu Viona membawanya hingga ke meja.


Andi baru kembali mengambil nasi dan lauk favorit, untuk dirinya sendiri.


Andi sekalian mengambil beberapa cabe rawit dipotong dengan sendok, jadi kecil-kecil di dalam sebuah mangkuk dan menyiramnya dengan kecap manis.


Baru dia membawanya kembali ke meja Viona, yang sedang asyik makan.


Andi juga mengambil gelas yang di isi dengan air putih, buat Viona dan dirinya sendiri.


Viona tersenyum senang saat melihat Andi membawa rawit kecap untuk nya, dia pun mencocokkan tahu dan tempe goreng nya kesana, sebelum di makan.


Viona memberi tanda jempol ke Andi dengan wajah gembira.


Andi tersenyum senang menanggapi sikap Viona, yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.


Selesai makan dan minum Viona berkata,


"Ternyata segelas berdua sangat nikmat, manis dan tidak asin.."


"Andi tersenyum dan berkata,


"Ya, ..yalah kan pake gula juice nya, kalau pake garam bisa mati Ina di marahin Bu Jawi..."

__ADS_1


Mendengar ucapan Andi, Viona sambil tertawa meninju lengan Andi yang kekar dan berotot.


Tak lama kemudian terlihat Andi dan Viona bergandengan tangan memasuki toko Sport Station yang besar dan mewah itu.


Viona sama seperti Andi saat pertama kali datang, dia begitu terpesona melihat interior di dalam gedung, dan barang- barang yang di jual semua tersusun dengan sangat rapi.


Keramahan para pegawai toko, juga membuat Viona merasa sangat nyaman.


Andi melangkah mengikuti kemanapun Viona melangkah,. setelah berputar-putar sebentar di bagian catur, kartu Remi, Mahjong, mainan ular tangga dan Monopoli.


Viona mulai berpindah ke bagian raket,


Di bagian ini di sebuah sudut yang sepi, Andi melihat seorang gadis cantik sedang memilih grips raket.


Gadis itu rambutnya di kepang kuda, menampilkan bagian kulit lehernya yang putih mulus.


Dia hanya mengenakan kaos oblong warna kuning, yang sedikit kedodoran dan sebuah celana pendek jeans ketat.


Menampilkan sepasang paha dan betisnya yang langsing panjang putih dan mulus.


Dari belakang Andi merasa kenal dengan gadis itu, tapi dia agak ragu untuk memanggilnya, takut salah orang.


Jadi Andi hanya bisa mengikuti Viona, sambil diam-diam terus memperhatikan nya.


Viona yang menyadari Andi yang terus mencuri pandang Kearah gadis itu, dengan bibir cemberut berkata,


"Katanya di dunia ini cuma aku yang paling cantik dan menarik, buktinya baru melihat yang bening aja dikit langsung lupa.."


"Gombal dasar.."


ucap Viona agak sebel.


Andi terkejut melihat reaksi Viona yang menyadari kelakuan nya, yang diam-diam selalu memperhatikan gadis baju kuning itu.


Andi sambil tersenyum Canggung berkata,


"Maaf Vi aku hanya merasa penasaran saja, dia terlihat mirip dengan teman kita Sarah, tapi aku ragu takut salah orang."


Mendengar penjelasan Andi kekesalan Viona pun hilang, dia kini ikut menoleh mengamati lebih teliti.


Benar batin Viona, gadis ini memang mirip dengan Sarah.


Tiba-tiba gadis itu menoleh kearah mereka, gadis itu terkejut melihat Andi dan Viona sedang berdiri tidak jauh dari nya.


"Sarah kamu ? kaki mu..?


tanya Andi sambil menatap heran ke arah kaki Sarah yang terlihat baik-baik saja.


Sarah tersenyum malu-malu dan berkata,


"Sudah sembuh baru kemaren malem, gipsnya di lepas.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Ooh.."


Andi langsung percaya dengan alasan Sarah, tapi Viona merasa ada yang janggal.


Cuma dia diam saja, pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2