AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEMBALI DI GANGGU


__ADS_3

Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum lembut, dan berkata.


"Jangan menatap ku seperti itu, aku masih manusia asli bukan alien."


"Kamu..kamu .. serius memberikan uang sebesar itu pada ku, kamu tidak sedang demam dan salah transfer kan ?"


ucap Violin sambil berdiri ingin meraba kening Andi.


Andi secara reflek bergerak mundur dari berkata,


"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir."


"Tidak ada kesalahan, itu memang untuk mu."


"Pergunakan dengan baik, untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah kamu juga untuk adik adik mu.."


"Aku tahu itu saja tentu tidak cukup,.tapi nanti bila ada rejeki lagi aku akan kirim tambahan nya."


Violin menatap Andi dengan tatapan tak percaya, benarkah ini orang yang di katakan perusak hubungan kak Viona dan menyandang gelar parasit.


Kenapa aku mulai merasa dia bukan orang seperti itu, apa aku papa dan mama semua telah salah paham padanya.


Ahh tidak...tidak...aku tidak boleh segampang itu percaya, permainan baru saja di mulai.


Perjalanan masih panjang, aku tidak boleh terlalu cepat terlena dan percaya dengan nya.


Batin Violin yang mulai terjadi kontradiksi di dalam pikirannya sendiri.


"Hei Lin jangan melamun, habiskan makanan mu, hari semakin larut, kita harus segera pulang.."


ucap Andi


Violin pun tersadar dari lamunannya dan buru-buru kembali meneruskan makan nya,


Andi tersenyum melihat tingkah laku adik Viona yang lucu ini.


Selesai makan, Violin menatap Andi dengan serius dan berkata,


"Kamu darimana bisa memperoleh uang sebanyak itu ? Gaji di sasana paling berapa duit ? apalagi kamu juga belum kerja."


Andi tersenyum dan berkata,


"Boleh tidak aku menolak memberitahu mu..?"


"Tidak.... ! kecuali kamu mau pulang nyeker seorang diri.."


ucap Violin tegas.


Andi menghela nafas tak berdaya dan berkata,


"Aku memenangkan taruhan kecil, saat berada di sasana TAH tadi."


"Taruhan apa ?"


tanya Violin penasaran.


"Nah kalau itu kamu tidak perlu tahu, anak kecil gak usah tahu terlalu banyak."


"Cukup fokus sama sekolah mu, suatu hari bila sudah dewasa kamu juga akan tahu sendiri.."


"Ayo kita pulang sudah malam, jangan bikin om dan Tante khawatir."

__ADS_1


ucap Andi cepat.


"Soal ayah ibu kamu tidak perlu khawatir, jam segini ayah ku pasti belum pulang."


"Sedangkan ibu, masih sibuk bekerja, juga belum pulang, kalaupun sudah pulang juga sudah terlalu lelah untuk memikirkan aku.."


ucap Violin.


Andi menangkap ada rasa sedih kecewa dan hambar dalam ucapan gadis kecil itu.


Diam-diam Andi pun merasa kasihan dan berjanji dalam hati, dia akan sekuat tenaga membantu keluarga Viona keluar dari kesulitan ini.


"Kenapa melamun ? yang perlu kamu khawatirkan saat ini adalah, bila kamu tidak menjawab pertanyaan ku tadi."


"Kamu harus pulang nyeker seorang diri.."


ucap Violin sambil tersenyum penuh kemenangan.


Andi tersenyum lembut menatap Violin dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, tolong titip ini untuk kedua adik mu, hati hati di jalan."


Setelah berucap Andi meletakkan kantong berisi dua bungkus makanan.


Lalu dia dengan santai berjalan meninggalkan warung nasi goreng tersebut.


Dan terus bergerak berjalan kaki menuju pintu gerbang komplek pertokoan.


Melihat sikap Andi, Violin menjadi ragu,


"Apa aku sudah bermain kelewat batas ?"


"Bagaimana bila ternyata dia adalah orang baik,? yang datang dengan niat tulus membantu keluarga kami.."


gumam Violin bingung sendiri.


"Tapi bisa saja ini cuma trik darinya, tidak aku tidak boleh terlalu gampang percaya.."


bantah Violin seorang diri.


"Tapi setidaknya aku harus menyusulnya dan melihat, apa yang sedang dia lakukan."


batin Violin.


Lalu dia pun buru-buru bergegas menuju motor nya, dan bergerak pelan pelan mengintil Andi dari belakang.


Tiba-tiba ada 4 buah motor gede yang muncul menghadang di depan motor Violin.


Meski sempat terkejut, Violin, masih sempat mengerem dan menghentikan laju motornya .


Untungnya Violin masih berhasil menstabilkan kendaraan nya, sehingga tidak sampai terjatuh.


"Mau apa kalian menghadang jalan orang tiba-tiba...!?"


teriak Violin marah.


Keempat pemilik motor gede itu saling pandang, salah seorang di antara mereka, lalu berkata sambil tertawa terbahak-bahak,


"Mau apa tanya mu ? menurut mu mau apa kami ? Ha...ha...ha...!"


"Di tempat yang sepi gelap dan dingin seperti ini, tentu mengajak gadis cantik seperti mu untuk bersenang-senang.."

__ADS_1


"Ha....ha...ha...ha...!"


ucap keempat orang itu saling bersautan, lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Jangan macam-macam kalian...! aku akan berteriak kalau kalian berani macam-macam..!"


ucap Violin marah tapi juga takut saat melihat suasana sekitarnya yang sepi.


Violin mencoba memundurkan motornya, lalu membelok ingin kabur, tapi salah satu motor gedenya dengan sigap menghadang jalan nya.


Lalu ketiga orang temannya langsung mendekati Violin yang dua orang langsung memegang tangannya.


"Lepaskan...lepaskan aku...


tolong...tolong...tolong...!!"


Tapi teriakan Violin terhenti , saat orang yang menghadang motor nya tadi membekap mulut Violin dengan tangannya dari arah belakang .


Seorang lagi merebut kunci kontak motor nya, tanpa memperdulikan teriakan dan rontaan Violin.


Setelah mengantongi kunci motor Violin, dia maju membantu temannya menangkap dan menahan sepasang kaki Violin.


Lalu sambil tertawa-tawa mereka berempat


hendak menyeret Violin kearah balik semak semak.


"Lepaskan dia...!!"


terdengar suara dingin dari arah belakang mereka.


Keempat orang itu sedikit terkejut, lalu mereka buru-buru menoleh kearah belakang..


Tapi saat melihat yang menegur mereka adalah seorang bocah tampan sendirian pula.


Mereka langsung tertawa, lalu salah satu dari mereka yang memegang tangan Violin berkata,


"Tolong pegang tangannya, biar aku pergi bereskan dia, kalian bersenang-senang lah dulu."


"Nanti aku nyusul.."


Temannya yang satu lagi mengangguk, kemudian dia menggantikan posisi temannya yang berjalan pergi,


Dia dengan sigap menahan kedua tangan Violin dengan kedua tangannya yang kuat dan besar.


Melihat yang datang adalah Andi, Violin menatap Andi dengan cemas, dia tidak ingin Andi celaka.


Tapi di sisi lain dia juga berharap Andi bisa menolongnya di tempat sepi ini.


Kini Violin sedikit menyesal dengan sikapnya yang selalu berpikir jelek' jelek tentang Andi.


Buktinya kini Andi kembali mempertaruhkan nyawa berusaha menolongnya untuk kedua kalinya.


Dia mulai semakin meragu dengan sikap dirinya sendiri.


Pria yang berjalan menuju kearah Andi, langsung melayangkan tinjunya yang besar kearah wajah Andi.


Tapi sebelum serangan nya sampai mendarat di wajah Andi, tangannya tertahan diudara, sebuah tendangan yang dilepaskan oleh Andi tepat mendarat di ulu hatinya.


Sehingga orang itu langsung meringkuk kemudian jatuh berlutut di depan Andi.


Dengan satu kali hantaman lutut ke wajah orang itu, orang itu kepala nya pun mendongak keatas.

__ADS_1


Lalu roboh terlentang tak berkutik lagi.


.


__ADS_2