AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERMOHONAN ANDI


__ADS_3

"Kak semoga kakak tidak pernah menyesali pilihan kakak hari ini."


bisik Violin sebelum pergi.


Setelah itu violin pun menggandeng tangan kedua adiknya pergi menyusul kedua orang tua nya.


Setelah keluarga Violin pergi, Santi juga ikut menyusul, tanpa berkata apa-apa, diiringi oleh James yang selalu dengan setia menemaninya.


Setelah James pergi, terlihat beberapa pergerakan kecil di atap atap gedung, dan di sudut sudut gang dan beberapa pertokoan di seberang jalan.


Mereka semua bergerak meninggalkan lokasi dengan tenang.


Rio bernafas lega sambil melirik kearah ayahnya, ayahnya menganggukkan kepalanya, seolah olah memuji kesabaran putranya.


Tadi sedikit saja Rio menunjukkan perlawanan, pasti sniper diatas gedung tidak akan segan-segan menghabisinya di tempat.


Untungnya dia memilih bersabar, dan mengesampingkan harga diri dan martabatnya, yang kembali di injak injak oleh James.


Dia benar-benar membenci James, bahkan melebihi bencinya pada Andi.


Rio bersumpah dalam hati, dia cepat atau lambat pasti akan membalas semua perlakuan James padanya.


Setelah semua kerabat dan kenalan terdekat nya pergi, Viona merasa dirinya di dunia ini seolah olah sudah di tinggalkan semua orang.


Hanya tersisa dirinya, dan anak dalam kandungannya ini, hatinya sangat sedih dan sepi.


Tapi pelukan hangat dari Rio, menyadarkan dirinya, Viona tersenyum penuh rasa terimakasih terhadap Rio.


Rio tersenyum dan berkata,


"Jangan khawatir Vi..meski semua orang di dunia ini berpaling dari mu, aku Rio suamimu tetap akan menemani mu hingga kapan pun juga..."


Viona menatap Rio dengan penuh terimakasih, dia merangkul lengan Rio dengan mesra sambil menyandarkan kepalanya di sana dan berkata,


"Terimakasih Rio.. terimakasih.."


Di dalam hati Viona berjanji, dia sekarang adalah sepenuhnya milik Rio, dia akan mencoba belajar mencintai Rio sepenuh hati dan melupakan Andi.


Karena kini dia sudah tidak punya pilihan, waktu tidak dapat di putar kembali.


Demi anak dalam kandungannya ini, dia sudah tidak punya jalan mundur lagi.


Selain mencoba mengarungi kehidupan yang luas dengan bahtera rumah tangganya bersama Rio, ayah kandung anak yang di kandung nya dan tumpuan masa depannya


Andi sendiri setelah meninggalkan tempat pemberkatan, dia langsung menggunakan kendaraan nya mengantar keluarga Viona kembali ke apartemen, yang sudah dia booking.


Andi sengaja memilih apartemen yang besar dan mewah ini, agar mereka semua bisa berkumpul jadi satu, seperti layaknya sebuah keluarga besar.


Di dalam apartemen ini selain di lengkapi ruang tamu ruang tengah dan dapur, juga dilengkapi 5 kamar yang masing-masing kamar di lengkapi kamar mandi sendiri sendiri.

__ADS_1


Meski harga sewanya jauh lebih mahal dari hotel bintang, tapi Andi justru merasa jauh lebih puas.


Mereka bisa berkumpul bersama dan ngobrol layaknya sebuah keluarga besar menjelang perpisahan, ini adalah sesuatu yang sangat layak.


Seperti saat ini mereka duduk bersama di ruang tengah beramai-ramai, sambil ngobrol dengan akrab.


"Di,.. bukan mama banyak mulut dan suka ikut campur, kenapa kamu milih nginap di sini..?"


"Mengapa kita tidak langsung pulang saja ke kota J..?"


ucap mama Viona sambil menatap Andi


"Atau jangan bilang kamu bermaksud datang ke pesta perjamuan besok malam ?"


Andi tersenyum pahit dan berkata,


"Andi mengerti perasaan mama dan papa,.."


"Tapi Andi harap mama dan papa bisa menahan diri untuk bersabar, kasihan Viona, dia pasti akan sedih dan malu bila keluarga nya tidak hadir di acara pesta pernikahan nya."


"Jadi Andi mohon, tolong besok malam kita semua bisa pergi menghadiri pesta itu, anggap saja ini permohonan Andi ke mama dan papa.."


"Aku ingin melihat Viona bahagia di hari pernikahannya, aku tidak ingin melihat dia bersedih karena keluarga tercintanya tidak datang."


"Dia sudah cukup menderita selama menjadi kekasihku, aku tidak ingin saat saat terakhir ini melihat nya bersedih.."


"Jadi sekali lagi Andi mohon, agar mama dan papa bersedia temani Andi datang menghadiri pesta tersebut."


Ibu Viona sambil menghela nafas panjang berkata,


"Sebenarnya mama dan papa sangat malas kesana.."


"Kamu tahu kenapa ? di sini mama akan berterus terang pada mu, sebenarnya ayah Rio, Ferdinand Chu adalah musuh besar keluarga Lin.."


"Dia lah aktor di balik kehancuran kejayaan keluarga Lin.."


"Tapi sudahlah semua sudah berlalu, tidak ada gunanya di bebankan pada generasi selanjutnya."


"Kamu sudah memohon pada kami, kami tidak mungkin bisa menolaknya."


"Asalkan mereka di sana tidak memperlakukan mu dengan secara kelewatan, papa mama berjanji pada mu.."


"Kita akan hadiri acara itu hingga selesai, baru kembali kekota J.."


ucap Mama Viona


"Nak Andi terima kasih banyak, setelah semua kejadian yang anak kami Viona lakukan pada mu, kamu masih bersedia berhubungan dengan kami.."


ucap papa Viona yang merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Andi tersenyum pahit dan berkata,


"Papa ini bicara apa, ? meski hubungan aku dan Viona sudah selesai."


"Tapi Andi ini selama nya masih bagian dari keluarga ini, dan itu selamanya tidak akan pernah berubah, kecuali mama dan papa juga sudah tidak menghendaki Andi lagi."


"Selama nya Andi tetap akan menganggap keluarga ini sebagai keluarga Andi.."


"Papa Viona menyentuh bahu Andi dengan lembut dia mengangguk terharu.


Mama Viona menghela nafas dari samping dan berkata,


"Pa kamu lihat sendiri, mama benar benar tidak habis pikir, apa mau anak mu itu ? yang seperti ini dia tidak mau malah..aihh..!"


"Nak Andi Viona tidak memilih mu adalah kebodohannya, itu adalah ketidakberuntungan dirinya.."


ucap mama Viona melepaskan kekecewaan nya.


"Mama tidak boleh berkata seperti itu, mama harus selalu beri doa yang baik buat Viona.."


"Agar Viona bisa memperoleh kehidupan bahagia dan senang dengan demikian baik Andi maupun semua nya akan turut berbahagia untuk nya.."


"Kami tidak bisa bersama itu adalah murni kesalahan dan kebodohan ku, mungkin juga karena tali perjodohan kami sudah habis."


"Sehingga semua pun berakhir sampai disini saja, "


"Jadi jangan terus menyalahkan Viona lagi, kasihan dia.."


ucap Andi pelan.


"Ucapan Andi benar ma, papa juga setuju dengan pendapat Andi.."


Mama Viona menghela nafas panjang dan berkata,


"Ya lah,.. mama yang salah, kalian yang benar.."


"Mama yang tidak bisa didik anak, jadi ini salah mama.."


"Bukan begitu maksud Andi ma,.. mama jangan salah paham.."


ucap Andi merasa tidak enak hati.


"Mama tahu, kamu tentu tidak bermaksud begitu, karena di pikiran mu hanya di penuhi pengorbanan untuk Viona."


"Mama bukan kesal dengan mu.."


ucap Mama Viona dengan wajah di tekuk.


Melihat gaya yang ditunjukkan oleh mama Viona, Andi tiba-tiba teringat dengan gaya Viona dan Violin bila lagi ngambek sangat mirip

__ADS_1


Andi pun tersenyum melihatnya,


__ADS_2