AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Setelah mengucapkan itu, sambil tertawa nakal Sarah langsung berlari meninggalkan mereka berdua.


"Sar...tunggu...!!"


panggil Santi panik.


Dia ingin pergi menyusul Sarah, tapi dia tidak enak hati pergi meninggalkan James seorang diri di sana.


Bagaimana pun James sudah menolongnya tadi, bila bukan karena James, mungkin saat ini dia sudah menjadi santapan ikan hiu itu.


Tapi berada di dekat James, Santi benar-benar grogi tidak tahu mau bicara apa.


Dia benar-benar bingung dan kacau balau perasaannya.


"Santi kamu biasanya pemberani dan ceplas-ceplos kenapa kini berubah jadi memalukan gini.."


maki batin Santi kepada dirinya dalam hati.


James sendiri juga bukan orang yang pandai bicara, sejak pergi dari rumah.


Dia hampir tidak pernah bergaul dengan wanita.


Seluruh kehidupannya diwarnai dengan darah dan desingan peluru.


Kali ini pun bila bukan karena sedang bersembunyi dari musuh-musuh nya, untuk memulihkan luka nya.


Dia juga tidak akan pernah kembali kerumahnya.


James berdiri diam menatap Santi, melihat Santi yang gelisah dengan kehadirannya.


Sambil menghela nafas panjang.


James berkata,


"Kalau tidak ada hal lain, sebaiknya aku kembali ke kapal ku, senang berjumpa dengan anda, nona Santi.."


"Sampai jumpa..."


Sekali menjejakkan kakinya, tubuh James melayang jauh meninggalkan tempat itu, kembali kearah kapal nya, dengan beberapa kali menotol ringan diatas air.


Dia pun mendarat ringan di atas kapal nya, lalu mengendarai kapalnya meninggalkan tempat tersebut.


Santi menghela nafas panjang mengutuki kebodohan dirinya, sambil memukul-mukul kepalanya sendiri


Dia berjalan lesu menuju dapur menyusul Andi Viona dan Sarah.


Andi terlihat sangat ahli memegang golok dapur yang sudah terasah tajam.

__ADS_1


Yang Andi sedang lakukan adalah memotong sirip ikan hiu yang besar itu, kemudian memotongnya menjadi kecil-kecil panjang mirip tusuk Gigi.


Lalu di cuci bersih, di lumuri garam secukupnya dan jeruk nipis.


Lalu Andi mendiamkannya, melanjutkan dengan memasak kepiting Soka yang di tumis dengan cabai bawang putih merah Bombay saos tomat diberi sedikit air tepung maizena.


Sedikit kecap manis dan saos tiram,garam dan penyedap rasa secukupnya.


Api di besarkan oleh Andi saat kuali dimiringkan Api menyambar masuk kedalam kuali.


Setelah padam Andi baru mengangkat hasil masakannya ke piring kemudian menaburkan potongan daun bawang di atasnya.


Wangi yang menggugah selera pun keluar, Andi sekalian mengangkat udang yang sudah dia kukus dengan irisan jahe dan berbagai bawang yang sudah diiris halus ditaburkan di atasnya.


Andi melengkapi dengan cocolan kecap yang berisi bawang putih cincang dan potongan cabe rawit.


Andi kemudian memasukkan dua ekor ikan kerapu besar yang sudah di lengkapi berbagai taburan bawang cabe dan jahe yang sudah diiris serta sedikit minyak wijen garam dan penyedap rasa secukupnya.


Ikan tersebut di masukkan kesebuah dandang di tutup dan di kukus.


Sambil menunggu kukusan matang, Andi kembali menumis udang saos tiram.


Dan menggoreng udang lapis tepung, yang adonannya di beri sedikit soda pengembang.


Udang goreng tepung Andi terlihat sangat cantik dan mengembang sempurna, sedikit mirip pisang molen.


Sedangkan yang tiga ekor lainnya Andi kembali menumisnya dengan potongan nanas dan tomat serta berbagai irisan bawang agar wangi.


Untuk saosnya Andi menggunakan saos sambal botolan, dan sedikit saos tiram serta garam dan penyedap rasa secukupnya dan sedikit gula pasir.


Terakhir setelah diangkat Andi menaburkan beberapa lembar daun kemangi di atasnya.


Setelah mendapatkan kupasan daging kepiting dari temannya, Andi mulai memasak Sup asparagus daging kepiting sirip ikan hiu.


Karena sirip ikan hiu itu agak keras, Andi harus merebus nya dulu hingga lembut baru bahan bahan lain seperti daging kepiting dan potongan daging ayam cincang bisa di masukkan.


Untuk mengentalkan Sup tersebut Andi memasukkan air tepung maizena dan telur yang dikocok hingga rata kedalam panci sup sambil terus diaduk hingga merata.


Sambil menunggu Sup matang, Andi melumuri dua ekor Ikan kerapu dengan sedikit tepung terigu di kulit nya, mirip di bedakin ikan nya.


Baru kemudian di masukkan ke dalam kuali penggorengan yang minyak nya sudah panas.


Begitu ikan masuk, api sedikit di kecilkan.


Setelah wangi ikan goreng keluar dan warna ikan sudah kuning keemasan.


Ikan pun diangkat dan ditiriskan.

__ADS_1


Selanjutnya Andi membuat saos asem manis dan pedasnya, untuk di siramkan keatas ikan yang sudah di goreng.


Terakhir Andi menaburkan potongan daun bawang di atasnya.


Maka masakan tersebut pun siap di sajikan.


Hampir dalam waktu berbarengan sup tersebut pun matang, Andi baru memasukkan potongan ujung daun bawang sepanjang satu ruas jari kedalam sup tersebut dan ditaburi sedikit daun seledri dan beberapa tetes minyak wijen.


Setelah semua masakan matang karena panas Andi pun numpang mandi di tempat Om Theo.


Selagi Andi mandi, yang lainnya sudah duduk mengelilingi masakan Andi yang di letakkan di tengah tengah, mereka semua menunggu dengan tidak sabar, karena masakan Andi benar-benar sangat wangi.


Begitu Andi tiba, tanpa bisa menunggu lebih lama lagi semua orang yang sudah siap dengan sepiring nasi ditangan langsung mulai bergerak mengambil berbagai jenis masakan Andi yang tersaji di hadapan mereka semua.


Andi sendiri memilih meminum sup lebih dahulu sebelum ikut makan.


Viona dan Sarah juga mengikuti gaya makan Andi.


Sedangkan Santi terlihat begitu sibuk dengan udang goreng tepung dan kepiting Soka yang rasanya memang luar biasa lezat.


Setelah menghabiskan semangkuk sup sirip ikan hiu yang lezat dan gurih.


Andi Viona dan Sarah mulai fokus menikmati kepiting Soka dan kepiting Jumbo.


Selesai makan kepiting Andi dan Sarah memilih makan ikan kerapu kukus sedangkan Viona dan Santi lebih menyukai yang goreng.


"Sar udang kepiting dan ikan-ikan segar ini rasanya sungguh luar biasa.."


ucap Andi sambil makan udang kukus dengan cocolan kecap.


Sarah tertawa dan berkata,


"Tapi kalau gakda kokinya juga gak akan seenak ini.."


Om Theo dan istrinya mengangguk setuju, mulut mereka terlalu penuh sehingga hanya bisa mengangguk saja.


"Ehh Sar kakak mu mana kok gak ikut makan ?"


tanya Andi.


"Ha..ha..ha.. kalau soal itu, kita harus tanyakan pada putri cantik di sebelah gue ini.."


ucap Sarah sambil tertawa.


Santi yang sedang minum sup panas, langsung tersedak dan menyemburkan sup di dalam mulutnya ke mangkuk ditangannya.


Wajah nya menjadi merah karena malu, mana di situ begitu banyak orang yang melihatnya.

__ADS_1


Santi benar-benar sangat malu, ingin rasanya dia menceburkan diri ke dalam laut, agar tidak jadi pusat perhatian seperti ini.


__ADS_2