AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENCARI PELARIAN, LEWAT DODDY DAN RINA


__ADS_3

Andi kembali menghela nafas sedih, membasuh mukanya dengan air secara berulang-ulang.


Lalu dia menatap wajahnya sendiri di dalam cermin yang terlihat sangat menyedihkan, kemudian dia kembali berkata seorang diri.


"Andi lihat wajah mu yang menyedihkan ini, siapa yang tahu,? siapa yang perduli, ? sudahlah kamu harus merelakan nya."


"Semua kini sudah terlambat menyesal pun sudah percuma, Dia kini sudah menjadi milik orang lain.."


"Seribu kata maafpun percuma, karena dia tidak akan pernah bisa mendengar nya lagi."


"Kini yang bisa ku lakukan adalah menyimpan semua kenangan indah kita disini..."


ucap Andi sambil menunjuk ke jantungnya sendiri.


"Kini aku hanya bisa berdoa semoga kamu hidup berbahagia bersamanya.."


ucap Andi penuh kesedihan.


Andi menghapus airmatanya dan bergumam sendiri.


"Tegar di.. tegar..jangan membuat khawatir orang di sekitar mu,..jangan biarkan mereka ikut bersedih karena mu.."


"Semangat..!"


ucap Andi, kemudian dia mencuci mukanya hingga bersih.


Setelah menatap dirinya berulang ulang dan berusaha bisa tersenyum senormal mungkin, akhirnya Andi keluar dari toilet.


Begitu keluar dari toilet, Andi sangat terkejut melihat Violin berdiri di sana bersandar kan tembok, sedang menatapnya dengan airmata bercucuran.


"Kamu kenapa ada di sini..? kamu mengapa menangis ?"


tanya Andi pura-pura bloon.


Tidak bertanya masih baik, sekali bertanya, Violin langsung berlari kedalam pelukannya, dan meledak lah tangis Violin sambil merangkul Andi dengan erat-erat.


"Kamu..kamu.. kenapa Lin..?"


tanya Andi bingung sambil membelai rambut kepala Violin yang halus.


Andi sambil membelai rambut Violin, dia sedikit menunduk memperhatikan Violin yang berada di dekapan nya.


Andi terpesona, dia seolah olah melihat Viona sedang menangis dalam pelukan nya.


Andi menggelengkan kepalanya, dan mencoba mengerjapkan matanya.


Tapi yang dia lihat tetap adalah wajah Viona, yang sedang menangis sedih dalam pelukan nya.


Andi pun berkata,

__ADS_1


"Viona..oh.. Viona.. tahukah kamu, aku pagi siang dan malam, selalu meneriakkan nama mu.. dan selalu mengharapkan kamu kembali ke sisiku .."


"Akhirnya,... akhirnya ,.. kamu kembali juga kesisiku.. syukurlah.. syukurlah.."


"Mungkin Tuhan mulai kasihan dengan ku, sehingga mengirim mu kembali kesisiku,,.. syukurlah.. terimakasih tuhan.."


ucap Andi sambil tersenyum bahagia.


Tanpa memperdulikan kebingungan tatapan mata Violin yang terkejut.


Andi langsung menundukkan wajahnya meraih kedua sisi rahang Violin, kemudian melepaskan seluruh perasaan rindunya pada Viona.


Lewat sebuah ciuman mesra yang panjang lembut dan mesra.


Violin tentu terkejut dan berusaha meronta, tapi pelukan Andi begitu kuat, akhirnya dia terkulai lemas, memejamkan matanya, mengikuti alunan ciuman Andi, yang lembut dan mesra penuh perasaan.


Violin sambil memejamkan matanya, dia menikmati momen momen kehilangan first kissnya bersama Andi.


Meski dia sadar Andi sedang linglung dan salah mengenalinya sebagai kakaknya, dia tidak ambil pusing.


Violin seperti orang kehilangan tenaga, dia sangat menikmatinya, untuk menghindari tubuhnya tidak jatuh, dia terpaksa melingkar sepasang tangannya di belakang leher Andi.


Tapi sesaat kemudian, Andi mulai sadar, ada yang beda dari tubuh yang sedang di peluknya, Viona seharusnya lebih tinggi dari tubuhnya jelas lebih besar dan dewasa.


Sedangkan yang di hadapan nya jelas masih kecil, pikiran waras Andi pun muncul, dia buru-buru melepaskan pelukannya.


Bagaikan terpangut ular Andi buru-buru mundur menjauhi Violin.


ucap Andi panik sambil terus mundur menjauhi Violin.


Violin dengan wajah merah maju mendekati Andi dan berkata,


"Tidak apa-apa kak,.. bila itu bisa mengurangi perasaan sedih mu."


"Lin rela ..kak..tidak apa-apa.."


"Ohh tidak..tidak.. maafkan kakak Lin..jangan mendekat..jangan mendekat..Ahhh..!"


Andi memegangi kepalanya sendiri seperti orang gila, dia langsung melarikan diri dengan sangat cepat, meninggalkan Violin yang berdiri bengong sendirian di tempat.


Sesaat kemudian Violin pun bergegas mengejar kearah Andi, setelah mencari kesana kemari.


Akhirnya Violin menemukan Andi sedang menemani Dody dan Rina bermain ayunan, tapi Andi berusaha menghindari tatapan mata Violin.


Andi selalu menghindar dan pura-pura tidak melihat dirinya, Hal in membuat Violin merasa kesal kecewa dan sedih.


Tapi di saat bersamaan, dia juga merasa kasihan dan bersimpati terhadap Andi.


Akhirnya Violin memutuskan duduk diatas rumput pendek, yang lembut dan agak jauh dari tempat Andi dan kedua adiknya sedang bermain dengan gembira.

__ADS_1


Andi meski bermain sambil tertawa, tapi hatinya masih merasa sedih dan sakit atas kehilangan Viona.


Dia menyimpan perasaan itu dalam dalam, menutupinya dengan sikap pura pura ceria.


Tapi saat ini dia bertambah satu perasaan yang mendadak muncul dan cukup mengganggu dirinya.


Rasa malu menyesal dan marah pada dirinya sendiri, yang bisa sampai melakukan hal memalukan itu pada Violin, membuat Andi sangat merasa bersalah dan sulit memaafkan dirinya sendiri.


Setiap bertemu pandang dengan Violin, dia akan selalu teringat hal tidak pantas dan sangat memalukan itu.


Insiden tersebut membuat Andi mengambil keputusan setelah wisata terakhir ini bersama keluarga Viona.


Dia akan fokus secepatnya menyelesaikan skripsi, dan sidang skripsinya, kemudian pulang ke desanya, yang sudah sangat lama dia tinggalkan.


Sambil menunggu jadwal wisuda nya yang masih setengah tahun lagi, Andi akan menggunakan waktu itu untuk menenangkan pikiran nya.


Sebelum dia kembali lagi ke kota J untuk mencari kerja dan memulai lagi usahanya bersama Berry.


Setelah puas menemani Dody dan Rina bermain di taman wisata restoran.


Andi pun bertanya kepada kedua anak itu,


"Dody dan Rina sudah capek belum, ? mau tidur di mobil beristirahat, atau mau coba main ketaman safari..?"


"Apa itu taman safari kak..?"


tanya kedua anak itu antusias.


Andi jadi merasa kasihan dengan mereka, dia pun berkata,


"Taman safari itu, kebun binatang yang satwanya tidak di kurung, tapi di biarkan bebas lepas."


"Pengunjung wisata bisa menyaksikannya dari dekat, dengan menggunakan mobil khusus yang.di sediakan oleh pihak pengurus taman safari itu."


"Asyik ..hore ..mau kak...mau kak.. Dody mau kesana...Rina juga kak...!"


teriak kedua anak kecil itu sambil bersorak gembira.


Andi tersenyum dan berkata,


"Boleh tapi biar kakak tanya sama papa mama dulu, bila dapat ijin kita baru kesana ok..?"


"Ayo kak.. cepetan...kita temui papa mama kak..ayo..!"


Teriak kedua anak itu penuh semangat, sambil terus menarik narik tangan Andi, untuk cepat cepat kembali ke saung tempat makan mereka tadi.


Andi hanya tersenyum lebar, mengikuti tarikan kedua anak kecil itu.


Bersama Dody dan Rina, Andi merasa, rasa sakit dan perasaan malunya terhadap Violin sedikit berkurang.

__ADS_1


Sedangkan Violin dia berjalan dengan wajah bersungut-sungut di belakang Andi, merasa di cuekin dia sedikit kesal dan kecewa dengan Andi.


__ADS_2