
"Kabar kami biasa saja, ya seperti inilah pergi pagi pulang malam.."
Sambung papa Viona sambil tersenyum.
"Kamu sendiri gimana di ? kemana aja beberapa waktu ini, tidak pernah kelihatan dan gak ada kabarnya.?"
tanya mama Viona kembali.
Andi tersenyum Canggung dan berkata,
"Ya nih ma pa maafkan Andi, Andi terlalu sibuk dan fokus dengan skripsi dan sidang skripsi Andi."
"Sehingga memang tidak ada waktu untuk kemari, tapi syukurlah kini semua sudah beres.."
ucap Andi sambil tersenyum lega.
"Bagaimana hasilnya di..?"
tanya Papa Viona ingin tahu.
"Hasilnya cukup baik pa, Andi mendapatkan nilai A plus.di sidang tadi pagi.."
Kedua orang tua Viona tersenyum senang dan berkata,
"Sesuai dugaan kami, kamu pasti mampu menyelesaikan kuliah mu dengan baik.."
"Selamat ya di, papa dan Mama turut gembira untuk mu.."
ucap papa dan mama Viona kompak.
"Makasih pa ma,... Sebenarnya kedatangan Andi hari ini, selain ingin mengabarkan kelulusan Andi."
"Andi juga ingin mengabarkan, besok pagi Andi akan pulang kampung,"
"Malam ini Andi datang, ingin menyampaikan pamit Andi ke papa mama dan semuanya.."
ucap Andi berusaha tersenyum setenang mungkin.
Meski kedua orang tua itu, sudah bisa menebaknya, cepat lambat Andi akan datang berpamit dan berpisah dari mereka.
Tapi mereka tetap saja terkejut dan tidak menyangka akan secepat ini.
Mereka merasa sedikit berat, untuk melepas kepergian Andi.
Tapi setelah putri mereka Viona memilih berpisah dengan Andi menikahi pria lain.
Mereka memang tidak punya alasan menahannya, selain berusaha merelakan kepergian Andi.
"Meski hati kami berat berpisah dengan mu di..tapi kami tahu cepat lambat kamu pasti akan datang kemari untuk hal ini.."
"Mama dan papa tidak ada apa-apa untuk mu, anggap saja malam ini sebagai jamuan makan perpisahan kita.."
"Kamu hati hati di jalan, sampaikan salam kami pada kedua orang tua mu di sana.."
ucap mama Viona sedih.
Andi mengangguk dan berkata,
"Ya ma.. Andi akan sampaikan ke mereka..."
"Di kamu tidak memutuskan selama nya tinggal di desa kan..?"
__ADS_1
tanya papa Viona.
"Tidak pa..saat wisuda 6 bulan lagi, Andi akan kembali, selesai wisuda Andi baru mencari kerja di kota ini.."
ucap Andi memberi penjelasan.
"Bagus di...papa suka itu, laki laki sejati harus bisa melupakan masa lalu.."
"Sanggup meraihnya, juga sanggup melepaskan nya, masa depan yang cerah sedang menanti mu.."
"Jangan membuang masa depan mu, untuk hal yang sudah berlalu."
Andi mengangguk sambil tersenyum pahit.
Di dalam hati Andi membantah,
"Maaf pa tapi Andi bukan lelaki sejati.."
"Andi adalah pria lemah, Andi tidak sekuat yang papa bayangkan.."
"Bagi Andi bicara melupakan sangat mudah, tapi kenyataannya sangat sulit .'
"Andi tidak akan pernah bisa melupakan nya sampai kapanpun."
Tak lama kemudian Violin Doddy dan Rina semua sudah berkumpul, ada perasaan gembira tapi juga sedih menyambut dua informasi yang Andi bawa hari ini.
Tapi mereka malam itu tetap merayakan makan malam bersama dengan bahagia.
Setelah selesai makan ngobrol basa basi sebentar, akhirnya Andi pun pamit pulang dari rumah orang tua Viona.
Keesokan paginya subuh subuh Andi sudah membawa kendaraan nya meninggalkan kota J, menuju daerah pinggiran kota PR.daerah JB.
Melihat kedatangan Andi, para warga yang mengenalinya, menyambut kepulangan Andi dengan sangat antusias.
Andi menurunkan kaca jendelanya memberi penghormatan, dengan menganggukkan kepalanya kepada mereka yang ditemuinya di jalan.
Banyak anak kecil berlarian mengejar mobil Andi, hingga tiba di depan rumah nya.
Andi setelah memarkirkan mobilnya, baru turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.
Begitu masuk kedalam rumah, Andi yang melihat ayah ibunya sedang duduk santai mengobrol sambil minum teh.
Sambil tersenyum haru, Andi menghampiri mereka berdua, menjatuhkan diri berlutut di depan mereka dan berkata,
"Ayah ibu..Andi anak kalian yang tidak berbakti telah kembali.."
"Pulang sudah bagus... pulang sudah bagus..bisa kembali adalah yang terbaik.."
ucap Ayah Andi penuh haru..
Sedangkan ibu Andi tanpa bisa berkata apa-apa, segera memeluk putranya dan membantunya bangun untuk duduk bersama mereka.
Ibu Andi terlalu terharu dan bahagia, hingga airmata nya jatuh bercucuran.
"Nak kamu jangan lupa pergi temui kakek mu, dia setiap seminggu sekali selalu ke rumah menanyakan kabar mu."
"Dia juga sangat merindukan mu nak.."
ucap Ibu Andi mengingatkan.
Andi mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Ya Bu,.. setelah dari sini Andi akan pergi ketempat kakek.."
"Ohh ya di mobil ada sedikit oleh oleh buat ibu ayah dan kakek.
Andi tadi terburu-buru lupa menurunkan nya."
"Sebentar Andi ambil dulu ke mobil..'
Andi buru-buru berlari kembali ke mobilnya, untuk mengambil oleh oleh yang dia siapkan untuk kedua orang tua nya.
Selain itu di sana juga ada oleh oleh yang sengaja disiapkan dan titipkan oleh mama Viona, untuk kedua orangtuanya.
Andi membawa semua oleh oleh itu masuk kedalam rumah.
Andi memberikan sebotol arak pilihan ke ayahnya dan sebotol minyak wangi untuk ibunya.
Serta sepasang jam tangan mewah untuk keduanya.
"Nak bukan ayah banyak mulut dan tidak menghargai niat bakti mu pada kami."
"Tapi kamu kan pergi kuliah dan belum bekerja, darimana kamu punya banyak uang seperti ini..?"
"Pulang pakai mobil mewah, beli oleh oleh mahal buat kami.."
"Sebenarnya apa yang kamu kerjakan di kota, bagaimana dengan perkuliahan mu..?"
tanya Ayah Andi curiga, dia tidak serta merta langsung menerima hadiah dari anaknya begitu saja.
Dia tentu saja senang, putranya yang berbakti membelikan mereka hadiah.
Tapi dia tidak akan bersedia menerima barang tanpa asal usul yang jelas.
Ayah Andi sangat memegang teguh pada prinsip, yang selalu di ingatkan ke putra dan putrinya.
Meski hidup miskin dan susah, tapi prinsip tetap harus di pegang teguh.
Hidup harus jujur dan punya harga diri, boleh memberi jangan meminta, apalagi menyusahkan orang lain.
Andi tersenyum dan berkata,
"Ayah tenang saja, semua barang ini di dapatkan Andi dengan hasil kerja keras.."
"Juga tidak menganggu perkuliahan Andi, Andi kali ini pulang karena perkuliahan Andi sudah tamat.."
"Andi sudah lulus dengan prediket terbaik ayah, ini hasilnya.."
ucap Andi sambil menyerahkan transkip nilai akademisnya ke ayahnya.
Setelah ayahnya menerimanya, Andi melanjutkan berkata,
"6 bulan kemudian Andi akan membawa ayah ibu dan kakek untuk berangkat ke kota, menghadiri Wisuda Andi
di kampus T."
Ayah Andi tersenyum bangga dan menepuk pundak anaknya dan berkata,
"Ayah bangga padamu nak.."
Andi tersenyum dan berkata,
"Andi tidak pernah melupakan pesan ayah, hidup harus jujur, punya harga diri, boleh memberi jangan meminta, apalagi menyusahkan orang lain."
__ADS_1