AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ACARA HIKING BERSAMA


__ADS_3

Viona membalikkan badannya berjalan menuju kostnya, sambil memunggungi Rio dia melambaikan tangannya kearah Rio.


Setelah Viona masuk kedalam kostnya, Rio pun kembali ke mobilnya, sambil menyalakan mobilnya Rio berkata,


"Sombongnya..kita lihat kamu mau bersombong sampai kapan..?"


"Bila sudah ku dapatkan kamu, kamu baru akan tahu rasa.."


gumam Rio seorang diri sambil tersenyum sadis.


Perlahan-lahan mobil Rio pun bergerak meninggalkan kost Viona.


Mobil Sarah sudah tiba di depan kost Andi, Andi membuka pintu mobil sambil berkata,


"Terimakasih banyak Sar.."


"Sampai ketemu besok.."


'Di tunggu..!"


panggil Sarah sambil turun dari mobilnya.


Andi yang baru saja menutup pintu mobil, berdiri sambil tersenyum menatap Sarah dan berkata,


"Ada apa Sar..?"


Sarah buru-buru menghampiri Andi,


dia menarik tangan Andi menjauhi mobilnya,


Lalu menarik Andi menuju kearah sebuah sudut yang agak gelap.


Sarah berdiri di hadapan Andi dan berkata,


"Sebenarnya apa yang di bicarakan oleh kakek pada mu..?"


Andi menghela nafas dan berkata,


"Sar sudahlah lupakan saja masalah itu, toh kini Viona dan Rio sudah berbaikan.."


"Semua dalam keadaan baik-baik saja, untuk apa kita membahas hal yang sudah lewat.."


Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak di... aku terlalu mengenal mu.."


"Kamu pasti sengaja menyimpan semuanya seorang diri, kamu terlalu memikirkan perasaan dan kepentingan orang lain."


"Sehingga tidak jarang kamu memilih memendam luka dan kesedihan di dalam hati mu.."


"Kakek pasti mengatakan sesuatu yang menindas mu dengan kejam, menghina dan menyakiti perasaan mu, bukan..?"


ucap Sarah dengan mata mulai berkaca-kaca..


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sarah kamu jangan salah paham pada kakek mu, dia bermaksud baik.."


"Dia juga tidak menghina dan menyakiti perasaan ku, kamu jangan sembarangan menebak."

__ADS_1


Andi memegang tangan Sarah dengan kedua tangannya dan berkata,


"Begini, kamu sebentar lagi akan berangkat, meninggalkan kakek dan keluarga mu.."


"Aku tidak ingin masalah ku dan Viona menimbulkan kesalahpahaman, yang merusak keharmonisan antara kamu dan kakek.."


"Bila itu terjadi aku akan semakin merasa bersalah dan menyesal, hutang ku pada mu akan semakin besar.."


"Apaan sih di.. kapan kamu pernah berhutang pada ku ? aku gak pernah ngerasa ngasih hutang ke kamu.."


ucap Sarah sambil cemberut.


"Justru aku kini yang merasa malu, sebagai teman yang jelas-jelas bisa membantu, tapi tidak melakukan apapun."


"Malah mengadakan acara konyol, yang hampir saja mencelakai kalian.."


"Kalau aku tidak keras kepala dan terlalu percaya diri, karena percaya ada kakek yang akan membantu.."


"Tentu kalian tidak perlu terjebak dalam masalah itu."


"Bikin masalah bisa, menolong gak bisa, aku benar-benar merasa tidak berguna dan memalukan.."


"Semua ini gara-gara kakek yang menyebalkan dan pikun itu."


maki Sarah kesal.


"Sar sabar..kamu tidak boleh durhaka seperti itu pada kakek mu, dan kamu jangan menyalahkan diri mu sendiri.."


"Kamu bermaksud baik, acara itu sudah sempurna, hal lain yang terjadi itu adalah di luar prediksi."


"Dalam hal ini tidak ada yang salah.."


"Tapi di.. kakek itu sungguh kelewatan, masa masalah kecil begitu saja, dia tidak bersedia membantu mu.."


"Bukankah itu sama dengan menyombongkan diri buat mengejek orang.."


"Lagipula apa gunanya coba ? dia menceritakan semua kekayaan dan kekuasaan nya, kalau bukan untuk menindas orang dan menyombong diri."


ucap Sarah emosi.


"Begini Sar agar kamu gak salah paham pada kakek."


"Aku akan menceritakan semua pembicaraan kami pada mu.."


"Kakek menceritakan latar belakang keluarga mu, bukan bertujuan pamer, tidak Sarah.."


"Kakek menceritakannya untuk membujuk ku, agar bersedia menjadi cucu mantunya mendampingi mu.."


"Asalkan aku bersedia, dia akan mengurus masalah Viona dan keluarganya sampai tuntas.."


"Tapi karena aku yang tidak tahu di untung ini, menolaknya maka pembicaraan kami pun menemui jalan buntu."


"Itulah maka nya aku mengajak mu pulang, dan tidak perlu mencari dan memaksa kakek mu lagi."


Mendengar penjelasan Andi, wajah Sarah menjadi merah dan berkata,


"Di..maaf kan tindakan kakek ku, yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk memaksa mu.."


"Sarah aku tidak pernah menyalahkan siapapun dalam hal ini, apalagi kakek, jadi kamu tidak perlu minta maaf.."

__ADS_1


"Sar semua kebaikan dan pengorbanan mu, aku hanya bisa menyimpan nya di sini.."


ucap Andi sambil menunjuk dadanya.


"Selamanya aku tidak pernah akan bisa melupakan nya."


ucap Andi serius.


Sarah tersipu malu mendapat tatapan dari Andi, apalagi Andi masih memegang tangan nya.


Dengan kepala tertunduk malu-malu Sarah bertanya,


"Di,.. ini cuma seandainya,. seandainya tidak ada Viona apakah kamu bersedia.."


Andi melepaskan pegangan tangannya dan berkata,


"Sar meski Viona tiada sekalipun, aku tetap tidak akan menerima siapapun menggantikan posisinya.."


"Aku akan terus hidup sendiri, hidup dalam kenangan kebersamaan kami.."


"Bukan itu maksud ku di..., maksud ku bila kita lebih dulu bersama, sebelum kamu mengenal Viona.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Itu sedikit sulit Sar, karena aku sudah menyukai Viona sejak kelas 5 SD. jadi agak tidak mungkin kita.."


"Ini kan cuma seandainya, kenapa sih harus serumit itu.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Baiklah ini seandainya, kamu muncul lebih dulu di kehidupan ku ini.."


"Aku pasti tanpa ragu akan mencintai dan menyayangi dengan sepenuh hati, hingga maut memisahkan kita.."


"Nah ini baru mirip ucapan manusia.."


ucap Sarah sambil tersenyum gembira.


"Terimakasih banyak di..sampai ketemu bye.."


ucap Sarah sambil sedikit berjinjit merangkul dan mencium bibir Andi.


Andi hanya berdiri terpaku ditempatnya, dia tidak sempat menghindar, karena tidak menyangka Sarah akan senekad itu.


Setelah Sarah berlalu, Andi masih bisa mencium wangi rambut dan parfum ditubuh Sarah.


Selain itu Andi juga merasa bibirnya sendiri kini terasa manis dan wangi stroberi.


Mungkin ini karena pelembab bibir Sarah yang tertinggal di bibirnya.


Sambil menggaruk kepalanya sendiri, yang tidak gatal Andi berjalan masuk kedalam kostnya.


Keesokan paginya rombongan yang akan berangkat untuk Hiking, semuanya sudah berkumpul di lapangan kampus.


Viona juga terlihat ada di sana bergandengan tangan dengan Rio.


Sedangkan Andi Sarah dan Santi berdiri menjadi satu kelompok, termasuk si gendut Fei Fei teman baik Santi juga ikut berdiri di sana.


Di tempat yang agak jauh, terlihat James berdiri di kelilingi oleh sekumpulan gadis, mereka terus berusaha menarik perhatian James dengan mengajaknya bicara.

__ADS_1


Tapi James hanya menjawab singkat dan menanggapi kehadiran mereka dengan dingin.


Ada beberapa gadis yang tidak tahan dengan sikap James, satu persatu mereka menjauh mencari cowok lain, yang bersikap lebih hangat pada mereka.


__ADS_2