AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENEMUI SANTI


__ADS_3

Seumur hidupnya baru ini kali pertama Rio di cuekin dan di telantarkan oleh cewek.


Tidak ada sejarahnya Rio di telantarkan oleh cewek yang ada adalah dia yang menelantarkan para cewek.


Sikap Viona ini selain membuat dirinya kesal dan marah, dia juga menjadi semakin penasaran dengan Viona.


"Viona lihat saja nanti, suatu hari aku pasti akan memberikan balasan setimpal untuk mu.."


gumam Rio lirih kemudian dia masuk kedalam mobil membanting pintu mobil dengan kesal lalu berlalu dari sana.


Andi di kamarnya terbangun oleh bunyi jam wekernya yang super nyaring, karena wekernya adalah weker jaman kuno yang menggunakan sistem putar di belakangnya.


Bila bunyi mengeluarkan suara Kringggg...! yang sangat nyaring.


Andi langsung bangun mematikan wekernya, lalu keluar dari kamar menuju balkon mengangkat pakaian yang dia jemur semalam.


Lalu memindahkannya untuk digantung didepan jendela kamarnya.


Andi lalu mengambil centong mandi dan handuk menuju WC di lantai satu untuk membersihkan diri.


Sebelum dia berangkat ke kampus untuk mengikuti mata kuliah pagi.


Yang di mulai jam 7 pas, dan tidak boleh telat sedikitpun.


Andi tiba di kampus dengan berjalan kaki seperti biasanya, Andi hanya membawa selembar gulungan kertas corat-coret dan sebatang pulpen, yang di tancapkan di saku baju kemejanya.


Saat tiba di kelas, kelas masih sepi baru ada dua tiga orang kakak kelas Andi, yang sudah datang dan sedang asyik ngobrol.


Andi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, sebagai salam sopan santun saja.


Andi dan mereka tidak akrab dan tidak saling kenal, bisa sekelas juga karena Andi mengambil mata kuliah tambahan keatas.


Agar bisa cepat tamat dari kampus, dan bisa cepat terjun ke dunia kerja.


Mereka juga tersenyum ramah dan membalas sapaan Andi dengan tersenyum.


Andi hanya masuk kedalam kelas untuk menaruh pulpen dan kertasnya diatas kursi bangku kuliah.


Sebagai tanda tempat tersebut sudah terisi, lalu Andi keluar lagi dari kelas, mencari tempat yang santai duduk menikmati udara pagi yang sejuk dan segar.


Perlahan-lahan kampus mulai ramai satu persatu mahasiswa mahasiswi perkuliahan pagi mulai berdatangan satu persatu.


Andi tidak terlalu ambil pusing dengan mereka, dia kini sedang menatap HP nya, sambil berpikir bagaimana cara dia akan membuat hubungan Santi dan Viona kembali seperti semula.


Andi akhirnya menghubungi Santi lewat Chat,


"San ada perkuliahan pagi ? hari ini ke kampus jam berapa ?"


Tidak perlu menunggu lama Andi langsung mendapatkan balasan dari Santi.


""Ada...ini aku lagi di lantai dua nunggu dosen, kenapa di ?"

__ADS_1


Santi mengirim pesan sambil tersenyum sendiri, dia memilih tempat duduk yang berjauhan dengan Viona.


Dia masih malas bicara dengan Viona, tadi pagi pun dia pagi-pagi sudah berangkat duluan, tanpa memperdulikan Viona.


Andi terlihat berpikir sejenak mendapat pertanyaan dari Santi.


Sebelum akhirnya dia mengetik sederet huruf di HP nya.


"Habis perkuliahan ini ada waktu tidak ?aku ingin ngobrol berdua dengan mu.."


Santi semakin tersenyum lebar membaca chat dari Andi.


Dia buru-buru membalas,


"Boleh kamu ingin keatas atau aku ke bawah.?"


"Aku ke atas saja menemui mu."


Balas chat Andi.


"Ok.."


balas chat Santi singkat.


Di sudut lain Viona diam-diam memperhatikan sikap Santi temannya itu.


Meski dia bisa menebak itu pasti chat dari Andi ke Santi untuk membantunya membujuk Santi berbaikan dengan nya.


Tapi entah kenapa melihat Santi yang begitu gembira, dan sebentar lagi Santi dan Andi akan berbicara berduaan.


Tapi dia sendiri tidak tahu jawabannya.


Sepanjang perkuliahan Viona tidak bisa berkonsentrasi penuh, entah kenapa dia selalu terbayang kemesraan Santi saat berbincang-bincang berduaan dengan Andi.


Semakin pikir hatinya semakin tidak nyaman, dia hampir saja mengeluarkan HP nya untuk menghubungi Andi, agar membatalkan Pertemuan nya dengan Santi.


Dia sendiri yang akan menggantikan posisi Santi, menemui Andi dan mengajak Andi jalan-jalan dan ngobrol di kampus.


Tapi akal sehatnya mencegahnya melakukan hal itu, bila dia lakukan hal itu.


Pertama saat ini dia sedang mengikuti perkuliahan, bila dia bermain HP dalam kelas pasti dia akan diusir dari kelas.


Mungkin saja bisa kena skorsing, atau pengurangan nilai.


Kedua hubungan dia dan Santi sudah pasti akan bubar selamanya.


Dengan mempertimbangkan kedua hal itu, Viona yang sudah memegang HP di dalam tas batal mengeluarkannya.


"Tidak aku harus percaya dengan Andi, dia tidak mungkin semudah itu berpaling dari ku."


batin Viona dalam hati.

__ADS_1


Kemudian dia mulai berusaha fokus menyalin catatan yang ada di papan tulis.


Setelah perkuliahan selesai, Andi keluar dari kelasnya kemudian naik ke lantai dua mencari kelas Santi.


Akhirnya Andi menemukan kelas mereka, Andi pertama-tama melihat Viona sedang tersenyum manis melambaikan tangannya kearah dia.


Tapi di saat bersamaan Andi juga melihat Santi sedang menatap nya sambil melambaikan tangan kearahnya.


Karena sudah ada janji dengan Santi duluan, dengan menentang perasaannya sendiri, Andi membalas lambaian tangan Santi.


Andi sempat melirik kearah Viona, di mana kini Viona terlihat sedang menunduk dengan wajah cemberut.


Tapi Viona selalu terlihat cantik, meski sedang cemberut sekalipun, dia tetap terlihat sangat cantik.


"Maaf Vi,.. inilah kenapa kemaren aku menolak terlibat."


"Yang ku takutkan pun akhirnya terjadi kan.."


gumam Andi dengan suara kecil seorang diri.


Andi merasa menyesal dan bersalah telah membuat Viona gadis yang sangat di cintai nya itu kecewa dan kesal.


Tapi semua ini adalah konsekuensi yang harus Viona terima.


Andai saja Viona kemaren tidak memaksa Andi, tentu hari ini tidak akan seperti ini.


"Kamu tenang saja Vi aku tidak akan membiarkan mu kecewa, aku pasti akan berusaha membujuk Santi berbaikan dengan mu."


"Sehingga pengorbanan mu hari ini akan terbayar lunas dan tidak akan sia-sia."


janji Andi di dalam hati.


Andi duduk menunggu hampir 1/2 jam kelas Viona baru bubaran.


Keluar dari kelas Viona berjalan melewati Andi dengan bibir sedikit ditarik.


Dia bahkan membuang muka tidak bersedia melihat Andi.


Andi hanya bisa tersenyum tak berdaya menghadapi sikap Viona yang gampang berubah-ubah seperti awan di langit.


Andi melihat Santi keluar dari kelas dia segera menghampiri nya dan berkata,


"Cari sarapan yuk San ?"


Santi tersenyum manis dan berkata,


"Terserah kamu, atur aja aku ikut.."


"Tapi jangan jauh-jauh, pertama motor kini sama Viona, kedua jam 10.30 saya ada mata kuliah kedua."


ucap Santi menjelaskan ke Andi.

__ADS_1


FOTO RIO



__ADS_2