AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI HADANG JAMES


__ADS_3

"Lin, berilah aku kesempatan sekali lagi, untuk memperbaiki semuanya.."


"Kamu mau kan Lin..?"


Violin mengigit bibirnya erat-erat, sambil menahan suara Isak tertahan, dia menggelengkan kepalanya kuat kuat dan berkata,


"Tidak mungkin di,..tidak mungkin,.. semua sudah terlambat.."


"Kamu,..harus belajar tegar,.. belajar mandiri,.. belajar melupakan tentang kita,..'


"Aku sedang berusaha,.. kamu juga harus berusaha.."


"Selamat tinggal,.. jaga dirimu baik-baik di.."


ucap Violin sambil menahan sedu sedan yang menyesaki dadanya.


Dia menarik kedua tangan nya terlepas dari pegangan tangan Andi.


Kemudian dia bangkit memalingkan wajahnya, lalu maju menarik tangan DoDo dan berkata,


"Ayo kita masuk kedalam, jangan bikin onar lagi.."


DoDo langsung tersenyum senang, melihat Violin akhirnya masih tetap memilih dirinya.


DoDo menoleh kearah Andi sambil tersenyum mengejek, dia sengaja menciumi kepala violin, lalu merangkulnya meninggalkan Andi, yang sedang terduduk di sana dengan kondisi berantakan dan tersenyum sedih.


Andi yang melihat bayangan punggung mereka berdua berjalan menjauhinya.


Dia hanya bisa tersenyum sedih, menahan rasa nyeri di hatinya, yang jauh lebih sakit dari luka di wajahnya.


Setelah DoDo pergi, teman teman DoDo pun sambil menertawakan Andi, mereka berjalan pergi meninggalkan Andi.


Andi hanya bisa terduduk diam seorang diri di sana.


Ronaldo begitu masuk kedalam ruangan pemberkatan, dia langsung mengikuti pengaturan dari even organizer.


Ronaldo langsung maju duluan kearah mimbar seorang diri, lalu dia berdiri di hadapan pemuka agama, yang akan mensahkan pernikahan nya.


Violin sendiri terlihat di gandeng oleh papanya, berjalan pelan menuju mimbar, di mana Ronaldo sedang tersenyum bangga menantinya disana.


Setelah Violin diantar hingga ke mimbar, dan di sambut oleh Ronaldo, papa Violin pun mundur kearah tempat duduk paling depan di sebelah istrinya.


Baik papa Violin maupun mamanya, sama sama menghapus airmata yang mengembang di mata mereka berdua.


Mereka berdua hanya bisa berdoa, semoga violin akan hidup berbahagia selama nya bersama DoDo, yang sangat mencintainya.


Violin akhirnya berdiri berdampingan dengan Ronaldo mendengarkan penjelasan pemuka agama itu dengan pikiran entah melayang kemana.


Hingga akhirnya pemuka agama itu bertanya kepada Ronaldo, apakah dia bersedia menerima Violin sebagai istrinya, baik dalam kondisi susah maupun senang hingga akhir hayat mereka berdua.

__ADS_1


Ronaldo dengan penuh semangat langsung mengangguk dan berkata,


"Aku bersedia,..!"


Pemuka agama itu kini berganti menoleh kearah Violin, dan secara bergantian dia menanyakan hal yang sama ke Violin.


Violin tidak menjawabnya melainkan berdiri termenung seorang diri di sana.


Violin sebenarnya sepanjang berjalan menuju mimbar, dia terus termenung seperti orang linglung, dia hanya berjalan mengikuti langkah ayahnya.


Di pikiran nya sendiri terus berkilas balik, semua kejadian di mana kakaknya dulu menikah' Rio mencampakkan Andi.


Bagaimana sedih dan terluka nya Andi saat itu.


Semua ekspresi Andi saat itu tidak jauh berbeda dengan saat ini.


Bahkan saat ini kondisi Andi jauh lebih parah dari waktu itu, semua itu terbayang dengan jelas di depan mata nya.


Violin juga teringat, bagaimana keadaan Andi saat melihat kakaknya beriringan bersama Rio memasuki acara resepsi pernikahan.


Violin bertanya tanya dalam hati, apakah dia dan DoDo akan membuat Andi mengalami kondisi seperti itu sekali lagi.


Dia juga teringat bagaimana Andi menyulangi kakaknya, untuk terakhir kali, kemudian duduk bersandar di balik mobil menangis sedih seorang diri.


Waktu itu setidaknya ada dia, yang menemani dan menghibur Andi, tapi kini tentu berbeda.


Selain dia, Andi sudah tidak punya siapa siapa lagi, yang akan menghibur dan menemaninya.


Bukankah waktu itu, dia juga mendengar semua nya, dan bersumpah berjanji tidak akan meninggalkan Andi, seperti yang di lakukan oleh kakaknya.


Kini setelah Andi benar-benar mencintainya, mengapa dia begitu tega meninggalkan Andi.


Terhadap kakaknya, Andi pun tidak sampai memohon-mohon seperti tadi, tapi dia tetap saja dengan tega meninggalkan Andi, menikah dengan pria lain yang sama sekali tidak pernah dia cintai.


Semakin berpikir violin semakin ragu, bersalah tidak tega, dan kasihan dengan Andi.


Akhirnya Violin sadar, dia tidak akan pernah bisa melupakan dan menjauhi Andi.


Dia sebenarnya masih sangat perduli dan mencintai Andi, keputusan nya saat ini, hanya di pengaruhi rasa cemburu dan kecewa, yang agak kekanak-kanakan.


Sangat tidak dewasa dan sangat tidak mau mengerti kesulitan, yang sedang Andi alami saat itu.


Dia bila memaksa menikah dengan Ronaldo, dia hanya akan membuat dirinya dan Ronaldo, tidak akan pernah menemui kebahagiaan.


Mereka hanya akan saling menyakiti perasaan masing-masing.


Berpikir sampai di sini, Violin pun tersadar, dia menatap kearah Ronaldo dan pemuka agama, yang berada di hadapannya secara bergantian.


Kemudian dengan tegas dia berkata,

__ADS_1


"Maafkan aku do, maafkan saya pak,.. saya tidak bisa.."


"Saya tidak bisa menerima pernikahan ini..!"


", Karena di hati ku tidak pernah ada kamu do..'


ucap Violin sambil menatap Ronaldo dengan serius.


"DoDo maafkan aku, aku masih sangat mencintainya,..maaf.."


ucap Violin sambil menyeka air matanya.


Setelah itu sambil tersenyum bahagia, Violin langsung berlarian, sambil mengangkat sedikit gaunnya, yang panjang. Dia terus bergerak meninggalkan ruang pemberkatan begitu saja.


Ronaldo sendiri sangat terkejut, saat melihat dan mendengar ucapan yang di keluarkan oleh Violin, di detik detik terakhir pernikahan mereka, yang sudah ada di depan mata.


"Violin,..! Violin,..! kamu mau kemana,..!"


teriak DoDo panik.


Lalu dia berlari hendak menyusul, dan mencegah Violin pergi meninggalkan dirinya.


Di tempat lain saat Violin mengucapkan hal seperti itu, Santi Sarah James dan Dragon saling pandang, dan mereka sama-sama tersenyum gembira.


Saat melihat Ronaldo ingin mengejar dan menahan Violin, Santi memberi kode mata ke suaminya.


Tanpa perlu menunggu kata kata nya keluar.


James sudah bergerak menghadang di hadapan Ronaldo.


Ronaldo yang tidak menyangka James akan muncul tiba-tiba menghadang langkahnya.


Tanpa bisa di cegah, dia langsung bertabrakan dengan tubuh James yang tinggi kekar.


"Brakkk,..!"


James dia tidak bergeming ditempat, sebaliknya Ronaldo langsung jatuh terduduk di atas lantai.


Melihat wajah dingin dan aura menyeramkan yang di pancarkan oleh James.


Ronaldo sedikit menelan ludahnya sendiri, nyalinya sedikit ciut.


Tapi saat melihat Violin semakin jauh, dan hampir keluar dari ruangan pemberkatan.


Ronaldo menjadi nekad, dia langsung bangkit berdiri dan berkata,


"Kau minggir lah jangan menghadang jalan ku..!"


James tetap tidak bergeming, dia hanya tersenyum dingin dan mengejek Ronaldo.

__ADS_1


Beberapa teman Ronaldo langsung mendekati James, mereka langsung menerjang dan melepaskan tinju mereka kearah James dari berbagai arah.


__ADS_2