
Seekor gorila yang melihat kondisi Rio sudah payah, dia mencoba menerkam Rio dari arah samping.
Tapi Rio dengan sigap, menghindar sambil menangkap tangan gorila itu, dia lalu melemparnya dengan gerakan bantingan Judo.
Sebagai petarung MMA, tentu saja dia menguasai berbagai macam tehnik beladiri yang komplit.
Gorila sial itu terlempar dan jatuh terbanting diatas tanah.
Tapi gorila itu memiliki insting bertahan hidup yang sangat baik.
Tubuhnya tidak langsung jatuh terbanting, melainkan dia bersalto menahan tanah dengan tangannya lalu kembali berdiri
Dan kembali bersiaga melakukan serangan susulan.
Tapi tidak menunggu sampai gilirannya, Rio sudah jatuh tersungkur mencium tanah.
Memanfaatkan Rio yang sedang lengah sehabis membanting temannya, seekor gorila yang berada di belakang Rio melompat kearah nya.
Dengan menggunakan kedua telapak tangan yang di jadikan satu, dia menghantam dengan keras kearah tengkuk Rio.
Mendapatkan hantaman keras tersebut Rio pun tersungkur mencium tanah.
Rio merasa kepalanya sangat pusing dan berputar-putar, akhirnya dia pun pingsan tidak sadarkan diri.
Para gorila yang melihat Rio pingsan mengira Rio sudah mati.
Mereka pun berlompatan meninggalkan tempat tersebut.
Andi sendiri begitu sampai di pos ke dua, tidak melihat keberadaan Rio dan rombongannya, langsung panik.
Dia sendirian langsung berlari menuju jalan yang bisa menembus ke jalan yang dipilih oleh Rio dan rombongannya.
Andi sudah pernah beberapa kali mengikuti acara ini, sehingga dia sedikit hapal jalan di track Hiking ini.
Tanpa memperdulikan tatapan heran orang-orang, Andi terus berlari kearah hutan.
Begitu merasa tidak ada yang melihatnya dirinya lagi, Andi berlari seperti terbang, saking cepatnya kakinya bahkan hanya menotol ringan
diatas rumput.
Andi yang sedang panik telah mengerahkan kemampuan aslinya, yaitu ilmu meringankan tubuh berjalan diatas rumput.
Tubuh Andi terlihat sangat ringan, seperti seekor capung yang berlompatan diatas rumput.
Saat Andi tiba di lokasi, dia hanya menemukan Rio yang pingsan dengan tubuh penuh luka.
Tidak jauh dari sana juga terlihat ketiga orang penjilat Rio, juga pingsan tergeletak malang melintang di sana
__ADS_1
Hanya Viona yang tidak terlihat sama sekali ditempat tersebut.
Dengan panik Andi langsung melakukan pemeriksaan jejak para gorila yang tertinggal diatas tanah.
Setelah melakukan pemeriksaan beberapa saat dengan teliti, Andi langsung menyusul kedalam hutan belantara.
Andi berlompatan ringan dari pohon ke pohon dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut.
Andi tidak sempat memeriksa dan menolong Rio dan ketiga temannya itu.
Andi bukan membenci ataupun dendam dan menyalahkan mereka, atas kejadian hilangnya Viona.
Tapi Andi benar-benar tidak punya waktu untuk mengurus mereka, Andi yakin sebentar lagi para panitia juga akan kemari menolong mereka.
Lebih baik saat ini, dia memprioritaskan pergi menolong Viona, jangan sampai terjadi sesuatu dengan Viona yang akan membuat nya menyesal seumur hidup.
Dengan berlompatan ringan dari satu pohon ke pohon lain, akhirnya Andi berhasil menemukan gerombolan gorila yang sedang bergerak cepat menuju suatu tempat.
Andi yakin bila mengikuti rombongan itu, pasti akan membawanya ketempat di mana Viona berada.
Meski tidak terlihat ada Viona di antara mereka, tapi Andi yakin Viona pasti ditahan di sarang mereka.
Tidak tahu apa maksud gorila itu menahan Viona, Andi Hanya bisa berusaha mengikuti rombongan itu dan secepatnya menemukan Viona dan menolongnya.
Rombongan gorila itu membawa Andi sampai di sebuah lokasi, yang terletak tidak jauh dari sebuah cekungan di balik air terjun.
Andi setelah sampai ditempat tersebut, dia berindap indap dengan hati-hati ikut masuk ke sarang mereka.
Di atas sebuah batu datar mirip ranjang batu, terlihat Viona tergolek pingsan di atas batu tersebut.
Viona terlihat tergolek di sana tanpa busana, seekor gorila raksasa terlihat berdiri di sana, sambil meraung-raung dan memukuli dadanya sendiri.
Lalu dia membentangkan sepasang kaki Viona yang indah kekiri dan ke kanan.
Dia lalu berlutut ditengahnya,.seperti hendak memperkosa Viona.
Melihat hal itu terjadi di depan matanya, Andi tidak bisa menahan emosinya lagi.
Dia langsung menerjang kearah gorila besar itu, dengan kedua kepalan tangannya.
Gorila yang tidak menyangka ada yang berani menyerang nya, dia hanya berdasarkan insting mengangkat kedua lengannya melindungi Kepalanya.
Tubuhnya yang terkena pukulan dan tendangan dari Andi, langsung terhempas menabrak dinding batu.
Saking kuatnya tubuhnya terpental menabrak dinding batu, dinding batu di belakangnya langsung meluruk kebawah.
Setelah sadar dari kagetnya, gorila itu meraung marah kearah Andi sambil memamerkan taring nya.
__ADS_1
Gorila lain hanya mengepung tempat itu, tapi tidak ada yang berani melompat menyerang Andi, sebelum ada instruksi dari pimpinan mereka yang sedang marah ke Andi.
Andi tidak memperdulikan kemarahan dan ancaman yang di tunjukkan oleh gorila itu.
Dia fokus mengumpulkan pakaian Viona yang compang camping untuk menutupi tubuh Viona.
Karena belum juga bisa menutupi tubuh Viona secara maximal dengan potongan pakaian yang sudah robek itu.
Andi melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh Viona seadanya saja.
Baru dia beralih menatap kearah gorila besar itu dengan tajam.
Gorila itu terus meraung sambil memperlihatkan taringnya.
Tapi Andi kini bersikap tenang, dia hanya terus menatap tajam kearah gorila tersebut.
Perlahan-lahan, Andi melompat turun dari atas ranjang batu, lalu melangkah menghampiri gorila besar itu.
Setelah jarak mereka terpisah tinggal 3 meter,.Andi mulai memasang kuda-kuda dan bersiap mengerahkan tenaga dalamnya mengisi kedua lengannya.
Dengan tinju terkepal Andi bersiap menghadapi terjangan gorila itu.
Sesuai dugaan Andi gorila itu langsung menerkam kearah Andi dengan kedua kepalan tangannya, yang jauh lebih besar dari kepala Andi.
Andi dengan ringan bergeser menghindar dari serangan gorila tersebut, sehingga serangan gorila yang meleset langsung menghantam batu di belakang Andi.
Batu karang yang keras itu pun pecah hancur berantakan terkena pukulan kepalan tangan gorila besar tersebut.
Gorila itu meraung marah karena serangan Pertamanya gagal.
Dia segera memutar tubuhnya berlarian kearah Andi dan kembali menyerang Andi dengan kedua kepalan tangannya, yang diarahkan ke kepala Andi secara bergantian.
Andi bergerak lincah menghindar, sambil membalas menyerang perut gorila yang besar itu, dengan tinjunya yang terisi tenaga dalam penuh.
"Bukkk...!?"
Tubuh gorila kembali terlempar menabrak batu, meski memiliki kulit yang tebal dan kekebalan.
Tapi gorila itu tetap merasa kesakitan dan mules terkena hantaman tangan Andi.
Gorila itu meringis kesakitan, sebelum kembali meraung marah dan melompat menerkam kearah Andi dengan kedua kepalan tinjunya.
Lagi-lagi kepalan tinjunya mengenai tempat kosong.
Dan tinju Andi kembali bersarang di kepala nya, membuat nya terpental jatuh kedalam kolam air terjun.
Saat dia mencoba keluar dari dalam kolam air terjun
__ADS_1
Gorila itu merasa kepalanya sangat sakit dan pusing,
Andi menunggu gorila itu keluar dari dalam kolam air terjun, baru akan menghabisinya.