AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEMBALI TERKENA SERANGAN JANTUNG


__ADS_3

Tak terasa pabrik kedua Andi sudah selesai hampir setengahnya, dan sudah mulai bisa beroperasi dan berproduksi.


Pagi itu terlihat Andi bersama Peter Toni Doni dan Marco sedang berkeliling mengontrol dan memeriksa kesiapan proses produksi yang mulai berlangsung.


Di saat mereka sudah selesai berkeliling dan sedang membahas hasil peninjauan mereka.


Sebuah mobil Mercedes Benz, bergerak mendekati mereka.


Melihat kedatangan mobil tersebut, Andi sambil tersenyum lebar berjalan menghampiri mobil tersebut.


Tak lama kemudian terlihat Bos Wang Lei dan Nicole keluar dari dalam mobil tersebut.


Sambil tersenyum lebar Bos Wang menyalami Andi dan berkata,


"Kamu ini masih aja pandai bersembunyi, hampir setengah tahun sudah berlalu."


"Kamu tak juga muncul muncul ke kantor pusat.."


"Bila hari ini aku dan Nicole gak menyusul mu kemari, mungkin seumur hidup kamu juga gak akan pergi menemui aku dan Nicole.."


Andi membalas salaman Bos Wang Lei sambil tersenyum canggung, Andi berkata,


"Maaf Bos Wang, bukan Andi tidak mau,.. tapi Andi benar benar tidak punya waktu.."


"Lihatlah pabrik ke 2 kini mulai beroperasi, dan sebagian lagi proyek pembangun nya, masih terus berlangsung di belakang sana.."


ucap Andi beralasan sambil tersenyum tidak enak hati.


Bos Wang sambil tertawa berkata,


"Setelah pabrik kedua akan ada ke 3 ke 4 dan seterusnya.."


"Kamu tetap saja tidak akan ada waktu.."


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Bos Wang, pabrik kedua ini adalah penutup proyek kita.."


"Setelah ini nanti di pasar pasti mulai banyak muncul kompetitor yang meniru langkah kita."


"Daripada kita buang buang uang investasi untuk bangun pabrik baru, padahal permintaan akan menurun karena berkompetisi."


"Lebih baik kita konsentrasi berinovasi, dan memproduksi sparepart buat pemeliharaan.."


"Ku rasa itu akan jauh lebih menguntungkan, modal kecil.hasil.maximal.."


"Bahkan ada kemungkinan kompetitor memesan sparepart dari pabrik kita.."


ucap Akan mengemukakan pendapatnya.


Bos Wang mengacungkan jempol nya dan berkata,

__ADS_1


"10 tahun kemudian bisa jadi Andi Automotif Company, yang akan menggantikan posisi Group Wang yang kini semakin hari semakin stagnan.."


"Seolah-olah berjalan ditempat.."


ucap Bos Wang sedikit pesimis.


Andi bukan tidak mau ke pusat, hanya saja situasi pusat meski setengah tahun ini.terlihat tenang.


Tapi Andi yakin itu hanyalah masalah waktu saja, suatu hari bom waktu itu tetap akan meledak.


Selama Wang Xing belum tersingkir, masalah di sana tidak akan pernah tuntas.


Bos Wang juga tidak bodoh, dia juga jauh menyadari hal itu.


Dia terus berusaha menarik Andi kesana justru adalah langkah antisipasi untuk mencegah bom itu meledak.


Karena setelah kejadian heboh 6 bulan yang lalu, nama Andi mulai di segani oleh banyak orang.


Termasuk para pemegang saham minoritas, mereka sangat menghormati Andi, dan berharap Andi bisa muncul memberi angin segar untuk suasana di kantor pusat.


Tapi Andi sendiri punya perhitungan sendiri, akhir akhir ini kondisi kesehatan Andi juga bukan dalam keadaan baik-baik saja.


Setiap tengah malam tiba, Andi selalu akan merasakan kesakitan hebat di kepalanya seolah olah mau pecah.


Untuk meredakan nya, Andi selalu menggunakan aspirin, tapi kian hari bukan kian berkurang malah kian bertambah dan semakin hebat.


Dosis aspirin yang Andi konsumsi pun kian hari kian bertambah.


Tapi hasilnya adalah harus di operasi, tapi peluang untuk sembuh sangat kecil, sedangkan resiko gagal yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan cacat sangat besar.


Sehingga tidak ada dokter yang berani mengambil resiko untuk melakukan operasi tersebut.


Hal inilah yang membuat Andi ingin secepatnya menyelesaikan proyek pabrik kedua, bila semua sudah berjalan lancar.


Andi sudah memutuskan dia akan mengundurkan diri, dan mencari tempat sepi untuk melewati sisa hidupnya yang hampa ini.


Itulah keputusan dan rencana masa depan yang sudah Andi rencanakan dengan matang.


Hanya saja untuk masalah ini, Andi sengaja menyimpan nya rapat rapat tidak ingin ada yang tahu tentang keputusannya nanti dan kondisi kesehatan nya saat ini.


Selesai berbincang-bincang di lokasi pabrik Bos Wang mengundang Andi dan keempat rekannya untuk makan bersama di restoran Long Feng.


Andi pun mengajak keempat rekannya untuk turut hadir makan minum dan mengobrol dengan gembira bersama Bos Wang.


Bos Wang sangat gembira, saat mendapatkan penjelasan hasil kerja Andi Automotif Company, yang berhasil meraup keuntungan yang sangat besar dari dunia otomotif.


Setelah puas makan minum, acara pun bubar, Bos Wang dan Nicole pulang kerumah di antar sopir mereka.


Sedangkan Andi kembali ke tempat tinggal nya yang ada di gedung kantornya itu dengan menggunakan taksi.


Toni Doni Marco dan Peter mereka kembali ke Mess pabrik menggunakan kendaraan operasional pabrik.

__ADS_1


Tapi saat Andi baru tiba di depan gedung kantor nya, tiba-tiba Hpnya berbunyi.


Melihat panggilan itu datangnya dari Nicole, Andi pun buru buru mengangkatnya.


"Ya halo Nicole ada apa ?"


"Di,..papa di,..hu.hu,.hu,..!"


ucap Nicole sambil menangis.


Hal ini membuat Andi sangat terkejut, juga cemas..


"Nicole kamu tenang dulu, katakan pelan pelan apa yang terjadi ? kamu ada di mana sekarang ?"


"Aku di rumah sakit Zhong Da di,.. papa kena serangan jantung lagi, pas dalam perjalanan pulang.."


ucap Nicole sambil berusaha menahan tangis.


"Baik kamu tenanglah, aku segera kesana sekarang.."


ucap Andi terburu-buru.


Andi bukan nya tidak di sediakan mobil, dia punya cuma dia malas menggunakannya.


Dia lebih suka menggunakan menggunakan taksi, ketimbang bawa mobil sendiri.


Tapi dalam kondisi kepepet begini, Andi langsung menggunakan mobil Mercedes Benz yang di sediakan untuknya.


Andi mengendarai mobil tersebut dengan sedikit terburu-buru menuju rumah sakit.


Tidak lama kemudian Andi sudah tiba di rumah sakit berlari terburu-buru menghampiri Nicole yang sedang duduk di depan ruang ICU sambil menangis sendirian.


Andi buru-buru duduk disebelah Nicole dan berkata,


"Jangan khawatir Nicole, Bis Wang pasti akan baik baik saja.."


"Kamu tenanglah, yang tabah dan sabar ya."


Nicole langsung menubruk kedalam pelukan Andi dan menangis sedih di sana.


Beberapa saat kemudian, terlihat mama Nicole pun datang dengan langkah terburu-buru dan wajah sepucat kertas.


Andi pun buru-buru bangun berdiri menyambut kedatangan istri Bos Wang.


Nicole segera menghampiri mamanya, lalu kedua wanita itu pun menangis sedih sambil saling berpelukan.


Cukup lama mereka berdua menangis, sedangkan Andi hanya bisa ikut berdiri di sana tanpa berani berkata kata.


Setelah situasi sudah sedikit tenang, Mama Nicole pun baru bertanya,


"Nicole sebenarnya apa yang terjadi ? bukannya ayah mu tadi pagi masih baik baik saja."

__ADS_1


__ADS_2