AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SARAH MEMBATALKAN KEBERANGKATANNYA


__ADS_3

"San kalau mau sarapan di sana tuh, yang berderet itu, di dalam nya makanan semua pilih aja.."


ucap Sarah sambil menunjuk kearah deretan piringan stainless, yang tertutup rapi di bawahnya di beri api kecil penghangat.


Sarah sendiri cuma mengambil segelas susu berukuran kecil meminumnya.


Setelah itu berkata,


"San aku mandi dulu, nikmati dengan bebas jangan sungkan di sini gak da siapa-siapa."


Sarah kemudian berjalan meninggalkan Santi seorang diri kembali ke kamarnya untuk mandi.


Santi mengedarkan pandangannya, kemudian dia mulai mencoba membuka satu persatu penutup stainless itu.


Sesuai yang di katakan oleh Sarah tadi, di dalam berisi berbagai jenis masakan.


Mulai dari nasi putih kuning uduk merah hingga nasi goreng, mie goreng dan bubur semua lengkap.


Bahkan juga tersedia bubur kacang hijau dan bubur ketan hitam, serta berbagai lauk pelengkap seperti capcay ayam goreng, bistik sapi, Ikan gurame fillet asam manis, udang tempura, sosis.


Di sisi bagian luar ruang makan, masih terlihat seorang koki menunggu pesanan di buatkan omlet telur atau pun di ceplok kan telur sesuai selera pemesanan.


Santi berjalan menghampiri koki tersebut, dan memesan Omlet telur.


Dengan senang hati dan penuh hormat, koki tersebut segera menyiapkan pesanan Santi


Sambil mempersiapkan pesanan Santi, koki itu berkata,


"Silahkan di tunggu di dalam neng, nanti biar saya antarkan.."


Meski agak sungkan, tapi Santi menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Makasih pak.."


"Sama sama neng.."


ucap koki itu sambil tersenyum sopan.


Santi pun kembali keruangan, dan mulai mengambil sedikit-sedikit untuk di cicipi satu persatu.


Meski rasanya semua sedikit hambar, tapi semua masakan itu cukup enak.


Santi makan dengan lahap dan gembira, untuk sementara waktu, dia lupa dengan kesialan yang baru dialaminya itu.


Tapi saat dia menikmati teh panasnya dengan sepotong kue Sus, dia kembali bertanya tanya pada diri sendiri.


Mungkinkah kakak Sarah pelakunya, tapi di lihat dari sikap nya yang tenang dan cuek, rasanya agak kecil kemungkinan dia pelakunya.


Lagipula dia tadi mengaku pada Sarah baru tiba di rumah pagi ini.


Tapi kalau bukan dia terus siapa pelakunya, batin Sarah kebingungan.


"Hei..kamu lagi ngelamunin apa ? hayo ngaku.."


ucap Sarah sambil mengagetkan Santi dari belakang.


Santi terlonjak kaget, kemudian mencoba mencubit pinggang Sarah dengan gemas.


Tapi Sarah sudah menghindar dan lari menjauh sambil tertawa.


Sarah tidak mengambil makanan apapun, selain beberapa potong semangka pepaya dan melon.

__ADS_1


Dia hanya makan itu sebagai sarapannya.


Di tambah segelas susu.


Sungguh aneh pikir Santi dalam hati, bila cuma makan seperti itu, buat apa masak sebanyak itu, bukankah jadi mubajir nantinya.


Sambil memotong buah di piringnya, Sarah berkata,


"San menurut mu kakak ku gimana ?"


"Gimana apanya ?"


tanya Santi tidak ngerti maksud temannya itu.


Sarah sambil tersenyum berkata,


"Maksud ku ada peluang tidak jadi pasangan mu.."


"Ihh dasar gila, memalukan.."


"Aku mana tahu soal itu, harusnya kamu nanya ke kakak mu.. bukannya ke aku.."


ucap Santi cemberut, wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus.


Tapi akibat pertanyaan Sarah tersebut, mau tidak mau Santi jadi terbayang wajah kakak Sarah, yang memang sangat ganteng dan gagah itu.


Wajah Santi semakin merah jadinya, dia mengutuki di dalam hati dirinya yang tidak tahu malu.


Begitu mudah sudah mengalihkan perhatian dari Andi, dasar murahan.


Ingat kondisi mu sendiri yang tidak jelas itu masih berani pikir macam-macam umpat Santi memaki dirinya sendiri.


Takut kakaknya nanti menolak nya, bisa malu maluin diri sendiri.


Dengan kepulangan kakaknya yang mendadak, Sarah jadi memutuskan untuk merubah jadwal keberangkatannya, dia ingin memundurkan jadwalnya hingga Minggu depan.


Dia ingin melihat reaksi ayah ibunya dan mencoba mendamaikan hubungan keluarga mereka.


Setelah memutuskan seperti itu, Sarah langsung membatalkan tiketnya mengundur nya menjadi Minggu depan.


"Sar kamu kenapa kok kelihatan sibuk banget dengan HP mu ?"


tanya Santi mencoba membuka pembicaraan.


Sarah sambil terus mengetik HP nya berkata,


"Ini aku sedang mengundurkan jadwal penerbangan ku menjadi Minggu depan.."


"Loh kok tiba-tiba di undur ?"


tanya Santi terkejut.


Sarah sudah selesai mengajukan cancelnya, sambil tersenyum dia menatap Santi dan berkata,


"Pertama aku ingin keluarga kami berkumpul kembali dengan kepulangan kakak ku.."


"Kedua aku ingin mengikuti acara Hiking Minggu depan, kalau boleh aku ingin mengajak kakak ku ikut.."


Mendengar penjelasan Sarah entah kenapa jantung Santi jadi berdegup kencang.


Tiba-tiba dia jadi terbayang bila hikingnya sekelompok dengan kakak Sarah, gimana kesudahan nya nanti.

__ADS_1


Sarah tersenyum dan menepuk punggung tangan Santi sambil berkata,


"Tenang saja sebelum pergi, aku akan berusaha membantu mu jadian dengan nya.."


"Ihh apaan sih..kamu Sar..dasar..jangan sembarangan, bikin malu aja.."


"Kapan aku ada bilang suka dengan kakak mu jangan kepo deh.."


ucap Santi sewot.


Sarah tidak perduli dengan ucapan sahabatnya, dia hanya tertawa terbahak-bahak menanggapinya.


Melihat sikap sahabatnya, dengan tak berdaya Santi berkata,


"Sar kamu jangan macam-macam deh..tar cuma bikin gue jadi malu maluin dan jadi bulan-bulanan ledekan orang saja.."


"Cukup si Viona saja yang berulah dengan Si kribo itu.."


"Kamu jangan ikut-ikutan lagi, apa gak cukup apes nasib gue di bully teman di kampus.."


ucap Santi cemas.


Sarah menatap Santi, kini dia berubah serius dan berkata,


"San aku sangat kenal sifat kakak ku itu.."


"Bila dia tidak tertarik dengan mu, jangankan berkenalan dan bersalaman, bahkan melirik mu pun tidak akan dia lakukan, apalagi berbicara dengan mu.."


"Kamu tenang saja, aku tidak mungkin salah.."


"Dan tidak bakalan membuat mu terlihat konyol.."


"Percaya lah pada ku.."


"Tapi aku..."


ucap Santi ragu.


Tapi akhirnya dia memilih diam dan menundukkan kepalanya dengan agak sedih.


Bila benar kakak Sarah menyukainya, itu hanya akan menambah luka baru di hatinya, pikir Santi.


Dan dia bukan hanya melukai dirinya sendiri, tapi dia juga akan melukai perasaan orang yang mencintainya dengan tulus.


Semoga saja dugaan Sarah meleset, sehingga dia tidak perlu mengalami dilema itu.


Batin Santi dalam hati.


"Udah ahh jangan bahas hal gak jelas itu lagi, lebih baik kita ke kost Andi saja yuk sekarang "


"Lihat apa yang sedang kedua orang itu lakukan.."


ucap Santi mengalihkan topik pembicaraan.


Sarah mengangguk dan berkata,


"Ayo kita kesana lihat-lihat.."


Lalu kedua gadis itu pun menggunakan mobil Sarah menuju kost Andi.


Sementara itu, Andi yang tidak tega membangunkan Viona yang sedang tidur lelap, Dia memutuskan berangkat ke pasar seorang diri .

__ADS_1


__ADS_2