AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PEMBICARAAN BERDUA PASCA OPERASI


__ADS_3

Dari ujung selang bisa mengeluarkan sinar infra red yang bisa di fokus pada titik penyumbatan, menghancurkannya hingga menjadi serpihan halus.


Baru kemudian di sedot keluar dengan hati-hati hingga aliran darah mulai bisa mengalir dengan lancar kembali.


Setelah selesai baru selang itu, dengan hati hati di keluarkan dari dalam jaringan syaraf.


Proses memasukan dan mengeluarkan ini jauh lebih sulit dan memerlukan konsentrasi penuh, sambil terus memperhatikan monitor komputer.


Salah sedikit saja menyenggol dan merusak syaraf, akibatnya akan sangat fatal.


Makanya hampir tidak ada dokter yang bersedia menangani kasus seperti ini, sangat beresiko, gagal bisa fatal nama baik bisa rusak, ijin pun mungkin bisa di cabut.


Titik titik bening di dahi dan leher Violin terlihat sangat banyak, agar tidak jatuh membasahi matanya.


Para perawat membantu menghapusnya, Violin sendiri harus berulang kali menarik dan membuang nafas, untuk mengumpulkan fokus dan konsentrasinya.


Dia benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu pada Andi, yang akan membawa penyesalan seumur hidup baginya.


Bila gagal ada kemungkinan seluruh karirnya akan hancur, dia sedang mempertaruhkan karir dan kebahagian masa depan nya.


Dengan hati hati dan perlahan-lahan selang itu berhasil di keluarkan melewati satu titik daerah melengkung yang sangat sulit dan berbahaya.


Setelah berhasil di keluarkan Violin pun menghembuskan nafas lega, dan langsung mundur menjauh.


Membiarkan urusan selanjutnya di tangani oleh Ronaldo dan prof Peter.


Bagian tersulit dan paling beresiko sudah tertangani dengan baik.


Selanjutnya tinggal menutup kembali batok kepala Andi dan menjahit kulit dan daging tipis di kepala yang terbuka.


Kemudian seluruh kepala Andi di perban, setelah operasi selesai dan semua berjalan sangat lancar.


Keadaan Andi setelah di pantau ulang semua berjalan normal, Andi pun di pindahkan kembali keruang rawat inap.


Violin setelah berbasa basi dan mendapatkan ucapan selamat dan pujian dari Ronaldo dan prof Peter.


Dia pun segera berganti dengan pakaian biasa, kemudian buru buru pergi mengunjungi Andi.


Hingga menjelang sore akhirnya Andi siuman dari biusnya, Andi saat bangun merasa kepalanya sangat sakit.


Satu persatu ingatannya mulai berkilas balik di depan mata nya.

__ADS_1


Andi mulai bisa mengingat satu persatu peristiwa di masa lalunya, hingga kenangan terakhir menjelang menuju meja operasi semua kini teringat dengan sangat jelas.


Andi sadar dirinya kini telah pulih total, semua ini berkat Violin.


Violin lah menarik nyawanya kembali dari lubang neraka yang siap menyambut nya.


Andi merasa sangat berhutang Budi, dan sangat berterimakasih kepada semua yang Violin lakukan untuknya.


Semua pengorbanan ketulusan kesetiaan Violin yang sangat mencintainya, membuat Andi sangat tersentuh dan tidak punya alasan menolak kehadiran Violin sebagai pendamping hidupnya.


Tapi dengan pulihnya seluruh ingatannya ini, kesedihan dan luka masa lalu pun kembali muncul.


Seseorang yang sangat dia cintai dan tak pernah bisa dia lupakan seumur hidup, kembali muncul mewarnai pikiran dan perasaannya.


Andi tidak berdaya, mencegah munculnya bayangan Viona di hatinya, meski dia sadar sepenuhnya Viona bukan lagi miliknya, Viona sudah menjadi milik Rio, tapi hati pikiran dan perasaan Andi tetap tidak bisa melupakan nya.


Satu kenyataan yang ada saat ini, Violin bukanlah tunangan kecilnya seperti bayangan nya, semasa hilang ingatan kemarin.


Violin aslinya adalah adik Viona, adik dari mantan kekasih mantan yang sudah dia anggap sebagai calon istri, tapi karena sesuatu hal tali perjodohan mereka berdua terpaksa putus begitu saja ditengah jalan.


Teringat semua ini, tanpa sadar dua butir airmata mengalir dari kedua sudut mata Andi yang terpejam.


Andi bisa merasakan ada tangan lembut yang menggenggam tangan nya dengan erat dan berkata,


Andi perlahan lahan membuka sepasang matanya, menatap kearah Violin dengan penuh rasa terimakasih.


"Lin makasih banyak ya, tanpa mu mungkin aku sudah tidak akan ada lagi di dunia ini.."


ucap Andi serius.


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kakak tidak perlu bicara seperti itu, bisa melihat kakak sehat kembali itu adalah kebahagiaan terbesar buat Violin.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Lin kakak sangat bangga dengan mu, kamu bukan hanya berhasil memenuhi impian dan harapan kakak."


"Kamu bahkan mampu menolong dan mengobati penyakit kakak.."


Violin yang bisa merasakan perubahan sikap Andi, tidak lagi semesra sesaat sebelum Andi menjalani operasi.

__ADS_1


Dia pun sadar, Andi tentu telah pulih kembali ingatannya, Andi pikiran dan perasaannya kini tentu sudah kembali terisi oleh kakaknya.


Posisi dirinya di hadapan Andi kembali seperti menjadi seorang Adik, bukan lagi kekasih dan tunangan seperti sebelumnya.


Perasaan dan cinta pasangan, kini telah kembali menjadi perasaan kasih sayang seorang kakak terhadap adik.


Tapi di sisi lain Violin sadar, bila dia tidak memperjuangkan perasaan nya, membiarkan Andi yang memutuskan.


Pria yang sangat dia cintai ini, pasti akan kembali ke lembah penderitaan dan penantian tak berujung.


Berpikir sampai di sini, Violin sudah memutuskan, dia tidak akan menyerah, dia harus berjuang untuk mendapatkan perasaan Andi.


Violin sambil tersenyum pahit menatap Andi dengan penuh tekad dia berkata,


"Kak Violin tahu, kini semua memori lama kakak telah pulih kembali, apapun keputusan nanti.. Violin tidak perduli dan tidak mau berpikir terlalu jauh.."


"Satu hal yang perlu kakak tahu, apapun keputusan kakak nantinya, perasaan Violin terhadap kakak selamanya tidak akan pernah berubah."


"Kakak akan selalu menjadi pria pertama dan terakhir yang Violin cintai di dunia ini.."


Andi menatap Violin dengan tatapan kasihan dan sedih,.perlahan lahan Andi pun berkata,


"Lin tidak kah kamu meninjau ulang dan pikirkan lagi keputusan mu hari ini..?"


"Dari segi usia kakak tidak sepadan dengan mu.."


"Dari segi perasaan kamu pun sudah tahu, di hati kakak selamanya tidak akan pernah bisa melupakan kakak mu.."


"Bila kita bersama, ada kemungkinan kamu akan terluka, karena kakak ada kemungkinan menjadikan mu sebagai penggantinya.."


"Ini sangatlah tidak adil untuk mu, dimana fisikku bersama mu, tapi pikiran dan perasaan ku justru nanti ada kemungkinan ke kakak mu.."


"Ini akan sangat menyakitkan melukai dan menyiksa perasan mu, kakak tidak ingin melihat hal itu terjadi pada mu.."


"Kamu mengerti kan Lin ?"


ucap Andi sambil menatap kearah Violin dengan tatapan penuh rasa sesal dan bersalah.


Violin tersenyum lembut dan berkata,


"Kak Andi Violin sekarang adalah gadis dewasa, bukan anak kecil lagi.."

__ADS_1


"Violin mengerti kekhawatiran kakak, kakak tak perlu berpikir terlalu jauh dan banyak.."


"Violin bersedia menerima segala konsekuensinya, violin siap menanggung resiko itu tanpa sesal, asalkan bisa mendampingi kakak, Violin sudah merasa cukup puas.."


__ADS_2