AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
INA YANG NYENYES


__ADS_3

Viona menatap Andi dan berkata,


"Tidak di , tidak apa-apa, aku malah sangat senang dan bahagia, ini lihat aku tambahkan foto terbaru ku, untuk melengkapi koleksi mu."


Andi melihat nya dengan tak percaya, dia mengambil foto tersebut melihatnya, kemudian berkata dengan senang


"Vi kamu serius, aku tidak sedang bermimpi kan ?"


Viona tertawa menutupi mulutnya, setelah itu dia baru menatap Andi dengan serius dan berkata,


"Tidak di.. ini nyata,.."


"Di.. kedua helai rambut ini ?"


tanya Viona ingin tahu.


Andi tersenyum dan berkata,


"Yang lebih pendek rambut mu saat SD, yang lebih panjang rambut mu saat SMP sedangkan SMA aku tidak punya."


"Semua itu aku dapat dari Santi.."


Viona menatap Andi dan berkata,


"Ini sepertinya bukan rambut ku deh, di.."


Viona menarik rambutnya selembar dan berkata


"coba kamu perhatikan.."


Andi memperhatikan nya sesaat kemudian berkata,


"Mungkin rambut ini rambut lama mu, yang belum pernah merasakan bonding ataupun perawatan salon masih rambut asli."


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku memang rambutnya lurus alami, aku tidak pernah di bonding ataupun di laminating oleh salon."


"Kalau ke salon aku cuma potong, cuci blow creambath gak pernah yang lain-lain.'


Mendengar ucapan Viona, Andi jadi terkejut, dia menatap kedua helai rambut itu, yang telah dia simpan dengan sepenuh hati dan sangat dia jaga dengan hati-hati, dengan tatapan sulit percaya.


"Jadi ini rambut siapa ?"


gumam Andi seorang diri.


"Kemungkinan besar ini rambutnya orang yang ngasih rambut ini padamu.."


ucap Viona sambil tertawa.


Dia bisa menebaknya, ini kemungkinan besar rambut si Tomboy Santi sahabatnya.


Viona sambil tertawa menutupi mulutnya lalu berkata,


"Maka nya kalau mau nyimpan rambut ku, kenapa gak minta sendiri ? ni untuk mu, aku masih banyak.."


Andi tersenyum malu, tapi dia menerimanya dengan senang hati dan berkata,


"Makasih ya Vi.."


Viona tersenyum dan berkata,


"Cuma rambut saja kok, jangan terlalu di anggap serius."

__ADS_1


Andi berpikir mungkin ini kesempatan, dia pun berkata,


"Vi kalau hatinya boleh..?"


Viona kembali tertawa dan berkata,


"Kalau itu aku mati dong.."


"Ehh bukan itu.. maksud ku..."


ucap Andi bingung dan panik.


Viona semakin tertawa melihat sikap Andi yang lucu.


Setelah tawanya mereda, Viona yang merasa kasihan dengan Andi.


Dia pun berkata,


"Aku tahu di, maksud mu cinta hati dan perasaan ku kan ?"


"Kalau yang itu sekarang masih belum bisa, kamu harus lebih banyak berjuang dan berusaha untuk mendapatkannya."


"Bila hari itu tiba, aku bukan hanya akan jadi pacar mu, aku akan bersedia menjadi istri mu sekalian."


"Saat ini aku akui, aku juga suka pada mu, bersama mu aku sangat senang dan bahagia, tapi kalau cinta aku belum yakin di.."


ucap Viona jujur.


Andi sangat kecewa dengan jawaban Viona, perasaan tergantung gantung gini.. sungguh tidak enak dan tidak menyenangkan.


Dari ekspresi Andi Viona paham perasaan Andi saat ini, dia pun berkata,


"Ingat kata-kata ku kemarin di..."


"Berjuang lah dan tetap bersemangat, pantang menyerah, jangan pernah melepaskan nya."


"Aku sangat menikmati setiap usaha dan perjuangan mu, untuk bisa mendapatkan aku, untuk menjadi milik mu, hanya milik mu seorang."


"Kamu paham tidak di..? kamu mengerti kan maksud ku ?"


Andi mengangguk pelan, sambil tersenyum pahit dia berkata,


"Tidak perduli aku harus menunggu mu hingga rambut memutih, aku tetap akan terus menunggu hingga hari itu tiba."


"Dan untuk itu aku tidak akan pernah menyesal menyukai dan mencintai mu."


Viona tersenyum bahagia menatap Andi


Sesaat kemudian dia sambil tertawa, berkata.


"Yang pasti tidak akan membuat mu menunggu ku sampai tua, mungkin besok, lusa, tahun depan atau tahun-tahun berikutnya."


"Tidak ada yang tahu, aku sendiri juga tidak tahu.."


Andi mengangguk, dia sudah kembali bisa menenangkan hati dan perasaan nya.


Andi berpikir dalam hati tak perduli berapa lama harus menunggu.


Dia akan tetap terus menunggu, berkorban demi Viona, tanpa penyesalan.


Bukan kah dari awal prinsipnya adalah asalkan bisa melihat Viona bahagia, dia akan ikut bahagia.


Jadi apalagi yang harus di kecewakan sekarang, pikir Andi di dalam hati.

__ADS_1


Jadi sampai kapan pun Andi akan terus menunggu tanpa penyesalan, meski akhirnya cuma akan menjadi kenangan, Andi tidak akan pernah menyesali nya.


Dengan prinsip ini, akhirnya kekecewaan yang dia rasakan atas penolakan Viona, untuk yang kedua kalinya pun sirna.


Andi Kembali bisa tersenyum cerah dan berkata,


"Ayuk Vi kita berangkat sekarang.. Udah hampir jam 10 nih.."


"Kamu lapar tidak, mau makan dulu atau mau jalan dulu ? kalau mau makan dulu, jam segini paling pas untuk mencoba masakan warung Bu Jawi."


ucap Andi sambil menatap Viona dengan penuh pengertian.


"Aku tiba-tiba merasa sedikit lapar...boleh juga kita makan dulu, baru kita berangkat.."


ucap Viona sambil tersenyum.


"Ok, kalau gitu kita makan saja dulu, baru jalan .."


"Kamu pakai jaket ku aja ya,? takutnya kulit mu jadi mutung, terkena sinar matahari yang mulai terik."


Viona mengangguk dan berkata,


"Ya,.. boleh, makasih ya.. di."


Viona merasa sangat senang atas perhatian yang dipertimbangkan dengan teliti oleh Andi untuk dirinya.


Tak lama kemudian terlihat Andi membonceng Viona, yang mengenakan jaketnya, menuju warung Bu Jawi, yang letaknya tidak jauh dari kostnya.


Baru saja Andi dan Viona duduk, Ina yang nyenyes kebetulan berada di dekat sana mengantar juice pesanan meja lain.


Dia dengan terburu-buru berjalan menghampiri meja Andi lalu berkata,


"Waduh mas Andi hebat ya sekarang, baru dua hari gak ketemu udah ganti pasangan lagi."


"Yang kemaren di kemanain mas Andi ?"


Mendengar ucapan Ina yang ceplas ceplos, Andi langsung tersedak ludah nya sendiri, dia langsung terbatuk-batuk.


Ina seperti tidak perduli dengan kondisi Andi, dia terus nyerocos tanpa henti.


"Tapi aku salut deh dengan mas Andi, semakin hari yang di bawa semakin cantik, mungkinkah besok-besok akan bawa yang lebih cantik lagi.?"


ucap Ina tanpa dosa.


Viona menatap Andi sambil tersenyum penuh arti, dan menggelengkan kepalanya.


Lalu dia menoleh kearah Ina dan berkata,


"Emangnya sebelum-sebelum ini, Andi sering Gonta ganti bawa cewek kemari ya Mbak ?"


Mendengar pertanyaan Viona, andi menjadi panik, sehingga batuknya menjadi semakin keras.


Ina menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Cuma satu sih, sebelum kamu.."


Viona tersenyum dan berkata,


"Gimana ciri-cirinya masih ingat gak mbak ?"


Viona di dalam hati sudah bisa menebak, cewek itu pasti Santi sahabatnya.


Tapi dia tetap penasaran dan ingin tanya langsung dengan lebih jelas.

__ADS_1


Ina bergaya seperti seorang profesor sedang memikirkan sesuatu, Kemudian berkata,


"Rambutnya pendek sebahu, meski terlihat sedikit Tomboy, tapi dia tidak kalah cantik di banding mbak."


__ADS_2