AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SIFAT DASAR MANUSIA


__ADS_3

Setelah melakukan pembayaran di kasir, Andi pun melangkah keluar dari dalam cafe, menghampiri pak tua yang sedang menunggunya di luar.


"Ayo pak.."


ucap Andi sambil melangkah menuju kantor notaris yang letak nya hanya beberapa rumah dari penginapan di mana dia menginap.


Melihat kantor notaris sudah buka, Andi pun mendorong pintu kaca dan masuk kedalam ruangan kantor notaris, diikuti oleh Boby yang berjalan di belakang Andi.


"Ya, pak ada yang bisa kami bantu,..?"


ucap seorang staf kantor itu dengan ramah.


Dia berdiri dari duduknya, meninggalkan meja komputernya untuk menyalami Andi dan Boby.


Andi membalas menyalami staf itu dan berkata,


"Aku datang untuk mengurus surat jual beli rumah, dan perubahan kepemilikan atas sertifikat rumah dan tanah yang aku beli.."


Staf itu mengangguk dan berkata,


"Maaf sama pak siapa saya bicara,?"


"Saya Andi,.. dia Boby.."


ucap Andi cepat.


"Terimakasih pak Andi dan pak Boby, nama ku Merlin."


"Aku staf asisten pak Vincent, pemilik kantor notaris ini, kalau boleh tahu, siapa pihak pembeli ? dan siapa pihak penjualnya,..ya ?"


"Aku pembeli dan Pak Boby ini penjualnya."


ucap Andi memberikan penjelasan singkat.


Staf itu tersenyum ramah dan berkata,


"Baik Pak Andi, Pak Boby,


Bapak bapak silahkan duduk menunggu sebentar, biar aku melakukan pengecekan keabsahan dari sertifikat."


"Boleh saya pinjam sebentar sertifikat nya.."


ucap staf itu ramah.


Pak tua itu terlihat ragu, tapi dengan setengah terpaksa, dia akhirnya menyerahkan map ditangannya kepada staf itu.


Staf itu menerimanya dan berkata,


"Sebentar ya pak, biar saya cek dulu.."


Staf itu lalu membawa sertifikat itu, untuk melakukan pengecekan di komputernya.


Andi hanya melihat sekilas, dia juga tidak mengerti proses hukum di wilayah ini, dia hanya bisa serahkan dan percayakan semuanya ke pihak penengah saja yang mengurusnya.


Staf itu melakukan pengecekan bolak balik antara data komputer dan dan data di dalam serifikat.


Lalu dia mengangkat kepalanya dan berkata,


"Pak Boby, maaf boleh saya pinjam lihat kartu indentitas Anda."


Boby mengangguk lalu dia berjalan menghampiri staf notaris itu, dan menyerahkan kartu indentitas dirinya.

__ADS_1


Staf notaris itu memotret kartu indentitas diri Boby dengan hpnya lalu di print perbesar keluar dari print komputer.


"Ini pak Boby, terimakasih.."


ucap staf itu sambil tersenyum ramah, dan mengembalikan kartu indentitas diri Boby.


Lalu Staf itu kembali melakukan pengecekan cukup lama, setelah itu dia membawa data data itu, untuk masuk ke bagian dalam ruangan notaris.


Andi sambil menunggu,.dia kembali membuka hpnya dan aplikasi game yang biasa dia mainkan.


Andi bermain sambil tersenyum-senyum sendiri, hanya dia lah yang tahu, arti dari senyumnya itu.


Yang jelas Andi terlihat cukup menikmati dan happy dengan game yang dia mainkan.


Beberapa saat kemudian staf itu keluar dari dalam ruangan dan berkata,


"Pak Andi,..! Pak Boby,..! masuklah kedalam..pak Vincent sudah menunggu di dalam.."


Andi dan Boby pun berdiri dari duduknya, lalu berjalan menghampiri staf itu dan mengikutinya menuju sebuah ruangan tempat Vincent bekerja.


Staf itu mengetuk pintu sebentar, begitu ada jawaban dari dalam.


Dia baru membuka pintu mempersilahkan Andi dan Boby untuk masuk.


"Silahkan pak selanjutnya biar sama pak Vincent langsung saja.."


ucap staf itu sambil tersenyum ramah.


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih Miss Merlin.."


Setelah itu Andi pun masuk kedalam ruangan tersebut, diikuti oleh Boby dari belakangnya.


ucap pak Vincent sambil tersenyum ramah.


"Begini pak Andi pak Boby,.setelah kami telusuri, sertifikat ini asli dan sah.."


"Hanya saja, kalau boleh tahu apa hubungan pak Boby dengan pemilik sertifikat ini yang bernama Lili Biden..?"


"Ohh lili itu nama istri ku.."


jawab Boby.


"Apa pak Boby bisa tunjukkan sertifikat pernikahan kalian..?"


tanya Vincent hati hati.


Boby terlihat gelisah dan berkata,


"Kami hanya bersama sama saja, tidak memiliki surat nikah.."


"Sebenarnya ini urusan pribadi pak Boby saya tidak akan ikut campur.


Tapi berhubung saat ini pak Boby ingin menjual tanah dan rumah milik Lili Biden ke pak Andi.."


"Agar kedepannya pak Andi dan kami selaku kantor notaris, tidak terkena masalah hukum.."


"Maka masalah ini harus di perjelas, menurut data komputer kami Lili Biden ini aslinya masih punya suami, dan mereka tidak pernah resmi bercerai.."


"Nama suaminya adalah John lewington pengusaha terkemuka di Zurich."

__ADS_1


"Meski John sudah meninggal, tapi antara John lewington dan Lili Biden masih punya seorang putra bernama Louis Lewington.."


"Jadi seharusnya kepemilikan tanah dan rumah ini adalah masih menjadi hak Louis Lewington,"


"Kecuali Louis Lewington hadir dan menyetujui rumah dan tanah ini di jual.."


"Bila tidak kami tidak berani menangani case ini, bila Pak Andi tetap sangat ingin beli dari pak Boby, pak Andi boleh cari notaris lain, kami tidak mau ikut campur."


ucap Vincent tenang.


Andi menatap kearah Boby sambil menggelengkan kepalanya.dia berkata,


"Pak Boby, transaksi kita terpaksa di batalkan.."


"Aku nanti akan menghubungi Louis Lewington saja untuk bertransaksi."


Boby menatap geram kearah Vincent dan berkata,


"Kembalikan sertifikat saya sekarang juga.."


Vincent menyodorkan map yang berisi sertifikat itu kehadapan Boby dan berkata,


"Aku sarankan tinggalkan sertifikat ini disini hingga pemilik sah tiba, bila dia putuskan akan kasih ke anda.."


"Kami juga gak masalah,.tapi bila tidak, setidaknya anda tidak akan terkena tuntutan penggelapan barang milik orang lain."


"Bila terbukti penjara 5 tahun menunggu anda ."


Boby menatap kearah Vincent dengan geram dan berkata,


"Aku tidak percaya dengan mu, sertifikat ada padaku, aku tinggal di rumah tersebut.."


"Rumah itu memang di peruntukan lili pada ku, karena selama dia sakit hingga meninggal, aku lah yang mengurus dan menjaganya..!!"


teriak Boby kesal.


Setelah itu dia kembali melanjutkan berkata, setengah membentak


"Mengenai Louis, bila dia menghendaki sertifikat ini, dia boleh datang sendiri mengambilnya..!"


Lalu dengan kasar Boby menyambar map berisi sertifikat itu, lalu dia membawanya pergi sambil membanting pintu.


Andi menghela nafas melihat sikap arogan kakek tua itu.


Didalam hati Andi berpikir inilah yang orang sering bilang,


"Sungai dan Gunung dapat di ubah, tapi sifat dasar manusia sulit..."


Andi menyalami Vincent dan berkata,


"Terimakasih banyak, anda sangat profesional saya sangat kagum, ini biaya konsulnya sesuai list harga di depan sana."


"Eh ini tidak perlu pak Andi, ini sudah kewajiban profesi kami."


ucap Vincent yang hendak menolak pembayaran Andi.


Tapi Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak pak Vincent saya ikhlas dan anda memang layak untuk itu.."


"Ini nomor hp saya, tolong bantu saya hubungi Louis Lewington, bila semua berjalan lancar."

__ADS_1


"Komisi transaksi dan biaya pembuatan berkas semua adalah hak anda.."


ucap Andi sambil tersenyum dan meletakkan kartu namanya di hadapan Vincent


__ADS_2