AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Malam itu terlihat Andi dan Violin bergandengan tangan berjalan memasuki restoran mewah, yang di booking oleh Andi untuk makan malam acara malam valentine pertama mereka.


Suasana restoran yang tidak terlalu ramai dan terkesan mewah, membuat Violin merasa cukup nyaman.


Violin yang mengenakan long dress ketat dan panjang dengan belahan samping setinggi lutut.


Membuat dia terlihat elegan juga Sexy, bentuk tubuhnya yang indah tercetak jelas.


Sebenarnya bagian atasnya terbuka menampilkan leher bahu dan dada nya yang agak terbuka bagian atasnya.


Sehingga baju yang ketat itu membuat dua Bukit nya yang cukup besar dan bulat, seolah-olah mau melompat keluar.


Agar tidak menjadi konsumsi publik, cukup buat Andi pasangan nya saja, Violin sengaja mengenakan mantel bulu menutupinya agar tidak terlalu kentara.


Andi juga terlihat sangat gagah dalam balutan jas Armani dan mantel dinginnya yang panjang hingga selutut.


Andi menunjukkan kode booking nya kepada pelayan penyambut tamu yang berdiri di depan pintu restoran.


Pelayan itu merespon cepat langsing mengantar Andi dan Violin menggunakan lift tamu khusus menuju lantai 3.


Di mana suasana ruangan yang di kelilingi kaca dan menghadap kearah sungai dan pegunungan Alpen yang di hiasi lampu berkelap kelip terlihat sangat indah dan menakjubkan.


Membuat suasana tempat makan itu menjadi semakin menarik.


Pelayan itu mempersilahkan Andi dan Violin menuju ke sebuah meja yang tepat bersebelahan dengan jendela kaca yang menghadap langsung ke pemandangan terindah dari tempat tersebut.


Setelah pelayan itu pergi, Andi membantu Violin melepaskan mantel bulunya, melipat dan menggantungnya di sandaran kursi.


Menarik kursi tersebut buat Violin duduk, Andi baru kembali ketempat duduknya yang tepat berada di hadapan Violin.


"Bagaimana sayang tempat nya ? cukup memuaskan..?"


Violin tersenyum gembira, dan memegang tangan Andi dengan lembut sambil menganggukkan kepalanya dengan senyum bahagia menghiasi wajah nya yang cantik.


Tidak perlu menunggu lama, pelayan pelayan itu telah kembali kemeja mereka, menyajikan satu persatu masakan terbaik restoran mereka.


Setelah semuanya tersaji Violin mulai mencicipinya, satu persatu dan dia mengangguk puas.


Karena masakan di hadapannya bukan saja bentuknya yang menarik, tapi rasa masakannya pun cukup lezat dan memuaskan.


"Bagaimana?"


Tanya Andi,. penasaran.


Violin sambil tersenyum memberi tanda jempol, karena mulutnya masih sedikit penuh.


Hingga dia menggunakan wine dihadapan nya untuk membantu mendorong makanan itu masuk kedalam perut.


Violin baru bisa menjawab pertanyaan Andi,


"Enak,.. dan menarik.."


ucap Violin sambil tersenyum gembira.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Bila memuaskan nanti malam boleh dapat jatah di tunggangi lagi dong..?"

__ADS_1


Wajah Violin langsung merah mendengar ucapan Andi, dia langsung teringat kejadian yang menurutnya sangat liar dan memalukan itu.


"Kakak,..ihhh malu maluin dasar,..!"


tegur Violin menegur Andi lewat tatapan matanya, tapi bibirnya menahan senyum simpul.


Menurut Andi gaya Violin ini justru terlihat sangat sempurna dan sangat menggoda.


Sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk menjulurkan kakinya di bawah meja untuk membelai betis istrinya yang halus.


Violin jelas tersentak kaget dan wajahnya semakin merah dia langsung melototi Andi dengan sepasang mata nya yang indah..


"Kakak,..!!"


tegur Violin dengan suara tertahan.


Andi tersenyum senyum dan berkata,


"Lin coba lihat kesana.."


Violin menoleh kearah yang di tunjuk oleh Andi.


Tiba-tiba muncul kembang api warna warni yang bertuliskan


I Love U Violin, You Are My Sunshine.


Violin terbelalak hingga bangkit dari kursinya, menutupi mulutnya yang terbuka dengan tangannya.


Lalu dia menoleh kearah Andi menatap Andi dengan tatapan tak percaya dan berkata,


"Kakak ini,..?"


"Benar sayang itu semua khusus untuk mu,.. bagaimana ?"


Violin langsung maju merangkul Andi dan berbisik di telinga Andi,


"Makasih ya sayang, malam ini aku benar-benar sangat sangat bahagia.."


"Terimakasih surprise nya kak,.."


ucap Violin penuh haru.


Andi balas memeluk dan membelai bagian punggung Violin yang terbuka dengan lembut, dan berkata.


"Terimakasih juga sayang, kamu telah menerangi kehidupan ku selama ini.."


"Dan memberikan kebahagiaan yang tak terbatas untuk ku.."


Akhirnya mereka saling melepaskan pelukan mereka, karena ada tamu pasangan lain yang juga datang ke tempat itu.


Tak lama berselang selagi Andi dan Violin mulai menikmati masakan nya.


3 orang pria yang membawa alat musik dan berpakaian rapi, datang menghampiri meja Andi dan berkata,


"Maaf mengganggu waktu makannya, boleh kami temani makan malamnya, dengan hiburan musik..?"


Tanya mereka dengan sopan, Andi mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Silahkan saja.."


Dengan gerakan cepat mereka langsung menyiapkan alat musik mereka dan memainkan lagu You Are My Sunshine yang syahdu.


Sepanjang lagu itu di mainkan, Violin tidak berhenti menatap kearah Andi dengan tatapan mata mesra dan penuh rasa terimakasih.


Setelah menyelesaikan lagu tersebut, kelompok itu memainkan beberapa lagu lain yang penuh kegembiraan.


Mereka kemudian berpindah ke meja lainnya.


Selesai menikmati makan malam romantis itu, Andi dan Violin pun terlibat obrolan santai sambil minum Wine.


"Yang,.. besok apa jadwal acara kita ?"


tanya Violin sambil menatap Andi.


"Aku sudah menghubungi beberapa salesman properti di kota ini.."


"Besok mereka akan mengantar kita melihat lihat ke lokasi yang kira kira kita sukai.."


"Bila negosiasi berjalan lancar, aku ingin beli sebuah tempat peristirahatan di sini, sesuai dengan keinginan mu.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Tapi kak, bukankah tanah di sini sangat mahal, ? mereka menggunakan kurs Euro yang harganya selangit.."


bisik Violin dengan suara pelan..


Andi tersenyum dan berkata,


"Kamu lupa daftar investasi yang pernah ku tunjukkan, di sana ada beberapa perusahaan kami yang terletak di Eropa dan Inggris.."


"Tentu saja keuntungan kami juga di bayar dengan mata uang tersebut..'


"Jadi soal itu bukan masalah, sebenarnya dari dulu aku sudah berminat membeli sebuah villa di sini.."


"Kini dengan adanya kamu, yang akan menemani ku memilihnya secara sama sama. "


"Itu semakin menguatkan keinginan ku untuk membelinya, bila kamu cocok harga bukan masalah..'


"Hanya saja tawar menawar itu tetap perlu, bila tidak kita akan kehilangan momen serunya.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Kalau soal itu aku kurang paham, semua kakak yang atur saja deh.."


ucap Violin sambil mengangkat tangan tanda menyerah.


Tapi tindakannya malah membuat Andi gagal fokus, sepasang mata Andi malah fokus ke bagian ke tidak Violin yang terbuka.


Terlihat sangat putih halus dan lembut tanpa bulu sedikitpun.


Violin yang menyadari hal itu, dia langsung menurunkan kedua tangannya dan berkata dengan pelan,


"Ayo kita pulang, agar kakak bisa melihat sepuasnya.."


Violin berusaha menahan senyum sambil menggerling kearah Andi penuh arti.

__ADS_1


Andi saking bersemangat untuk bangkit berdiri, dia sampai membentur meja di hadapannya hingga menimbulkan suara berisik gelas terguling.


.


__ADS_2