
Saat tiba di kamar mandi lantai dua, Andi menghentikan langkahnya, dia mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi.
Sehingga dia sedikit ragu untuk masuk, tapi sesaat kemudian suara aneh itupun hilang, berganti dengan suara keran air mandi yang di buka.
Siapa yang pagi-pagi begini, sudah mandi, karena ini adalah kamar mandi dan kamar ganti wanita.
Andi sedikit ragu untuk masuk, takut nanti terjadi salah paham..
Saat Andi sedang meragu, tiba-tiba dari dalam kamar mandi, muncul ko Ahong berjalan keluar, hanya menggunakan celana pendek.
Menampilkan otot-otot ditubuhnya yang sempurna, tak lama kemudian menyusul keluar Maria sekretaris nya.
Yang pakaiannya agak tersingkap kedodoran,
Andi pun kini tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana.
Tapi dia pura-pura tidak tahu, karena hal ini bukan urusannya.
Dia hanya berkata,
"Selamat pagi ko Ahong,.. Maria.."
Lalu Andi langsung membawa peralatan nya masuk kedalam kamar mandi.
Ko Ahong sangat kaget begitu keluar dari kamar mandi, melihat Andi berdiri di hadapannya.
Sambil tersenyum Canggung dia pun berkata,
"Pagi juga..dari kapan kamu datang di...?"
"Baru aja ko,"
jawab Andi sedikit berbohong.
Maria tersenyum malu-malu dan menganggukkan kepalanya ke Andi saat mereka berpapasan.
Dia bahkan tidak berani berkata apa-apa, hanya diam dengan kepala tertunduk melewati Andi, sambil pura-pura menggunakan handuk mengelap rambutnya yang basah.
Saat Andi masuk kedalam Toilet, dia masih sempat mendengar teguran ko Ahong ke Maria.
"Lihat ulah mu..jadi malu kan..."
"Hei kalau kamu gak balas megang megang aku bisa apa sendirian..?"
sengit Maria tidak mau kalah.
Andi jadi tersenyum sendiri mendengar perdebatan lucu kedua orang itu.
Perdebatan dan Omelan masih terus berlanjut, antara kedua orang itu, sambil menuruni tangga, Tapi Andi sudah tidak menghiraukan nya.
Dia mulai konsentrasi membersihkan toilet wanita, yang jauh lebih bersih.
Tapi di sini di tempat sampah di dalam kamar mandi, Andi menemukan banyak Softex dan ****** yang di buang sembarangan di sana.
Dengan jijik Andi terpaksa memungutinya satu persatu untuk di masukkan kedalam kantong plastik hitam besar, yang di jadikan sebagai tempat penampungan semua jenis sampah.
Setelah kamar mandi atas bersih, Andi pun mulai mengelap cermin yang mengelilingi seluruh ruangan latihan lantai dua.
__ADS_1
Kemudian baru melanjutkan dengan menyapu dan mengepel, lalu memberi minyak pelumas pada roda mesin treadmill.
Setelah selesai Andi kembali pindah turun ke lantai dua, untuk mengelap semua peralatan latihan, termasuk cage dan ring buat latihan sparing para anggota sasana TAH.
Setelah itu Andi baru melakukan sapu ngepel, ko Ahong beberapa kali lewat hanya tersenyum puas melihat hasil kerja Andi.
"Di,.. setelah beres ke kantor ku bentar ya..!"
ucap ko Ahong.
"Siap ko..!"
ucap Andi sambil terus ngepel.
Setelah membuang sampah yang ada di dalam Kantong plastik hitam, ketempat sampah di pinggir jalan raya.
Andi baru pergi ke kantor ko Ahong, Andi mengetuk pintu kaca ko Ahong, sebelum mendorong pintu kaca untuk masuk.
Begitu melihat Andi masuk, ko Ahong langsung mengeluarkan dua buah kartu nama dari laci meja nya dan berkata,
"Di... sesuai janji kemaren, ini kartu nama Vincent dan berry, mereka berdua adalah manajer tinju underground yang cukup bisa di percaya."
"Katakan saja aku yang mengirim mu, mereka pasti akan membantu mu, hubungi saja salah satu diantara kedua orang ini.."
ucap Ahong sambil menyerahkan kartu nama berry dan Vincent ke Andi.
"Makasih ko Ahong,"
ucap Andi sambil menyimpan kedua kartu nama itu ke dalam dompetnya.
"Di,.. dengan kemampuan mu, ku rasa kamu tidak perlu merendahkan diri jadi petugas bersih-bersih di sini."
"Sasana tetap akan mendapatkan bonus jatah bagian, sebagai wadah yang mendaftarkan mu ke berbagai ajang pertandingan itu."
ucap Ahong memberi penjelasan.
Andi tersenyum dan berkata,
"Beres-beres bersih-bersih juga termasuk latihan ko, lagipula itu latihan yang di bayar lagi Why not.."
Ko Ahong tersenyum dan berkata,
"Terserah kamu deh, di.. ini buku panduan peraturan pertandingan MMA, kamu baca-baca saja."
"Agar tahu peraturan sebelum bertanding,"
"Kemaren saat lawan Ginting adalah pertarungan bebas, tanpa aturan."
"Tapi saat ikut ajang pertandingan itu akan berbeda, pukulan mu kemaren bisa membuat mu di diskualifikasi.."
"Jadi kamu baca dan ingat baik-baik bagian-bagian yang boleh dan di larang untuk di serang.."
Andi menerima buku panduan tersebut dan berkata,
"Makasih ko Ahong sudah diingatkan.."
Ko Ahong mengangguk, lalu berkata,
__ADS_1
"Tapi kalau di underground bebas di...kamu mau pakai gaya apapun dan menyerang bagian manapun bebas.."
"Bahkan menggigit dan mencolok mata pun tidak masalah."
ucap ko Ahong memberi penjelasan.
Andi mendengarkan dengan serius sambil menganggukkan kepalanya.
"Kamu boleh, berarti musuh mu pun boleh, jadi kamu harus ekstra hati-hati."
pesan ko Ahong.
Andi menganggukkan kepalanya.
"Nah sekarang pergilah berlatih sesuka mu.."
ucap ko Ahong sambil tersenyum.
Andi pun berdiri dari tempat duduknya dan berkata,
"Makasih ko, kalau begitu aku berlatih dulu.."
Baru saja Andi ingin membuka pintu, ko Ahong dengan senyum malu-malu berkata,
"Masalah tadi pagi...tolong ya di..."
ucap Ko Ahong sambil memberi kode tutup mulut.
Andi tersenyum dan berkata,
"Ko Ahong tenang saja.."
Tak lama kemudian Andi pun mulai berlatih pukulan tendangan dan ditutup dengan meditasi.
Saat orang mulai ramai berdatangan, Andi pun menghentikan latihannya, dia pergi mandi dan berganti pakaian bersih.
Andi menyempatkan diri mampir ke si tukang kunci untuk mengambil kunci duplikatnya Violin.
Melihat jam sudah pukul 11 siang, Andi pun buru-buru datang ke sekolah Violin.
Sampai di sana Andi langsung mendatangi kelas Violin, tiba di depan kelas Violin.
Andi yang melihat Violin masih sibuk belajar di dalam kelas.
Andi pun memilih duduk di bangku santai yang terletak tidak jauh dari kelas Violin.
Andi duduk santai di sana, sambil menunggu kelas pelajaran sekolah Violin usai.
Violin sendiri menjadi tidak tenang, melihat Andi datang menemuinya di sekolah.
Sesekali Violin, akan menoleh menatap kearah Andi yang terlihat duduk santai di bawah pohon menanti dirinya.
Untungnya jam pelajaran memang hampir usai, sehingga Andi tidak perlu menanti lama, kelas Violin pun bubar.
Melihat kelas Violin bubar Andi pun buru-buru berdiri dari duduknya, lalu berjalan menghampiri kelas Violin.
Violin langsung buru-buru keluar dari dalam kelasnya pergi menghampiri Andi.
__ADS_1
Andi sambil tersenyum lembut berkata,
"Ini Lin kunci motor mu, dan ini kunci duplikatnya."