AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERBICARA LANGSUNG DENGAN TAH


__ADS_3

Di halaman nya di gunakan untuk parkir mobil berderet-deret, sedangkan parkir motor ada di sebelah dalam.


Andi turun dari boncengan motor gadis itu, sambil menyerahkan helmnya ke gadis itu, Andi berkata,


"Kamu tunggu aku ya sebentar, aku gak lama kok..bolehkan..?"


Gadis itu sedikit meragu, dia melirik jam tangannya, kemudian berkata,


"Ongkos pulang pergi 20 ribu, sejam cash 10 ribu, gimana ?"


Andi mengangguk sambil tersenyum dan berkata,


"Ok deal, makasih banyak.."


Lalu Andi membalikkan badannya, berlari masuk kedalam Sasana, dia langsung naik kelantai dua.


Di lantai dua, Andi mendorong pintu kaca hitam, lalu melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.


Begitu masuk ada sebuah meja dan seorang resepsionis wanita menyambutnya, dan berkata,


"Ada yang bisa kami bantu pak ?"


Andi tersenyum Canggung dan berkata,


"Aku ingin bertemu pemilik Sasana TAH, ko Ahong bisa..?"


"Maaf ada urusan apa ya pak ?"


tanya si resepsionis sambil menatap Andi.


"Aku sudah membuat janji temu lewat telpon tadi sore, nama ku Andi boleh tolong bantu sampaikan ke ko Ahong saya sudah tiba.?"


"Ohh Andi...ya..ya..ko Ahong tadi memang ada pesan."


"Yuk ikut dengan saya, saya antarkan ke ruang kantor bos.."


ucap resepsionis itu ramah.


Lalu dia berjalan didepan Andi, bodynya yang aduhai dengan pakaian dan rok serba ketat.


Saat dia berjalan di depan Andi, hampir saja membuat Andi gagal fokus.


Untuk mengurangi imajinasi liar dalam pikirannya, Andi melangkah mengikuti resepsionis itu, sambil mengedarkan pandangannya melihat lihat sekitar tempat berlatih.


Suasana di sasana terlihat cukup ramai, masing-masing terlihat sibuk berlatih.


Ada yang sedang menendang dan meninju Samsak.


Ada juga yang sedang berlatih tinju dan tendangan dengan teman sparing nya.


Ada juga yang sedang beradu tarung ground fighting, dengan saling mengunci kaki dan tangan, serta leher teman sparing nya.


Ada juga yang sedang melatih menarik beban, loncat tali, serta ada yang sedang berlatih menggerak gerakkan, tali dengan kedua tangannya.


Ada yang berlatih pull up, Sit Up, push up dan angkat barbel.

__ADS_1


Ada juga yang sedang di pukulin perutnya, untuk berlatih ketahanan otot perutnya.


Andi memperhatikan semua nya, sambil terus melangkah mengikuti resepsionis bertubuh bohay itu.


Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas, di sana ada sebuah meja dan dua buah kursi sederhana.


Sedangkan di sekelilingnya penuh dengan rak yang berisi piala piagam dan medali,.hasil kemenangan pertarungan.


Di sebuah sudut pojok atas di belakang tempat duduk kursi bos, terlihat sebuah sabuk gelar juara yang di menangkan oleh ko Ahong, pemilik Sasana ini.


di bawahnya berisi sederet foto kemenangan pertarungan ko Ahong melawan musuh-musuh nya di atas ring.


"Silahkan duduk dulu pak Andi, saya akan pergi memberitahu ko Ahong."


Andi mengangguk sambil tersenyum sopan.


Sekretaris itu mengambil remote AC menyalakan pendingin ruangan, agar tidak pengab..


Setelah itu dia langsung meninggalkan ruangan tersebut.


Andi duduk melihat lihat foto-foto yang tertempel di atas meja maupun di dinding, ruangan tersebut.


Tak lama kemudian pintu terbuka dari luar, seorang pria bertubuh tinggi besar yang mengenakan kaos ketat hitam, yang mencetak otot tubuhnya yang kekar, serta celana khusus yang di gunakan oleh petinju MMA.


Dia berjalan masuk kedalam ruangan.


Dan langsung menyalami Andi sambil berkata,


"Andi ya..? silahkan duduk..maaf membuat mu menunggu.."


Setelah berjabat tangan dengan Andi,


dia baru duduk di kursi bosnya dan berkata,


"Bagaimana di..sudah di pikirkan ? apa keputusan mu.?"


tanya Ahong yang bermata sipit, menggunakan kacamata, dengan potongan rambut di cepak pendek, hanya menyisakan bagian tengahnya yang berdiri ke atas.


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku bersedia ko Ahong, kapan aku boleh mulai masuk kerja ?"


"Terserah kamu, semakin cepat semakin baik."


ucap Ko Ahong sambil tersenyum.


"Kalau begitu, besok pagi jam 6 aku akan mulai kerja.."


ucap Andi tegas.


"Bagus selamat bergabung,"


ucap Ahong sambil kembali mengulurkan tangannya menjabat tangan Andi.


"Ayo di...ikut dengan ku, aku akan menjelaskan semua detil pekerjaan mu."

__ADS_1


ucap ko Ahong kemudian berjalan keluar dari ruangan nya.


Dia mulai memberitahu semua pekerjaan Andi dengan rinci dan mengajak Andi berkeliling.


Ternyata tempat berlatih bukan hanya lantai dua saja, lantai dua di pergunakan untuk latihan petarung pria.


Sedangkan untuk petarung wanita, mereka berlatih di lantai 3, tapi tidak semua wanita di sana adalah petarung.


Yang benar-benar menjadi petarung, hanya ada dua sampai 3 orang saja, sedangkan yang lainnya, adalah ibu ibu muda, istri orang kaya, maupun simpanan pejabat dan konglomerat.


Tapi ada juga beberapa gadis putri orang kaya dan wanita karir yang ikut berlatih di sana, selain untuk kebugaran, juga untuk jaga-jaga bila di ganggu orang jahat.


Setelah menjelaskan semua pekerjaan Andi, yang intinya adalah petugas bersih-bersih dan merawat semua peralatan dan perlengkapan latihan, serta menjaga fasilitas air minum tidak sampai kosong.


Bagian WC baik toilet pria maupun wanita juga merupakan bagian dari tugas Andi.


Ko Ahong baru bertanya,


"Di... kenapa kamu memilih pekerjaan di sini ?"


"Padahal kamu tahu betul pekerjaan di sini, cukup melelahkan, gajinya pun kecil."


Andi menatap ko Ahong dan berkata,


"Pekerjaan seberat apapun tidak masalah, yang penting saya di ijinkan berlatih di sini, kalau ada kompetisi tolong ko Ahong bantu daftarkan saya."


"Mau mewakili nama sasana ataupun tidak, bukan masalah yang penting saya di ikutkan..'


"Terus terang saja ko Ahong, saya saat ini sedang membutuhkan sejumlah uang besar."


"Dan saya butuh cepat, satu satunya cara saat ini adalah mengikuti pertarungan dan memenangkannya."


Ahong mengangguk mengerti dan berkata,


Bukan cuma kamu di.. yang membutuhkan uang banyak, aku pun sama.."


"Aku tidak berjanji, kamu bisa ikut kompetisi, tapi aku akan melihat dulu kemampuan mu, setelah berlatih di sini."


"Bila kamu saya nilai layak, maka saya pasti akan saya ajukan kamu ikut kompetisi."


"Tapi bila tidak, aku hanya bisa mohon maaf."


ucap Ahong berterus terang.


Andi mengangguk dan berkata,


"Itu cukup adil.."


"Ko Ahong, kalau boleh tahu kapan ada kompetisi lagi ?"


"Minggu ini belum ada, mungkin bulan depan baru ada.'


"Tapi bila kamu butuh cepat, bisa ikut kompetisi underground, tapi kompetisi ini ilegal."


"Meski uang hadiahnya cukup banyak, tapi pertarungan di sini sangat beresiko, setiap saat bisa kehilangan nyawa.."

__ADS_1


"Ataupun cacat seumur hidup, dan semua itu bagian dari resiko yang harus ditanggung oleh petarung, tanpa ada kewajiban pergantian apa pun bila sampai terjadi sesuatu pada diri peserta petarung."


__ADS_2