AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DILEMA ANDI


__ADS_3

Sesaat kemudian Andi baru menghela nafas panjang dan berkata,


"Lin terkadang hidup ini memang tidak adil, tapi begitulah cara kerjanya.."


"Kita bisa apa,? kita tidak punya pilihan lain selain berjuang dan terus berusaha mengejar kebahagiaan kita sendiri hingga titik darah terakhir."


"Ada orang yang begitu terlahir sudah kaya, dan selalu hidup beruntung, apapun yang diinginkannya pasti akan di peroleh nya dengan mudah tanpa perlu berjuang dan bersusah payah."


"Ada juga yang sejak terlahir kehidupan nya biasa saja, atau bahkan cenderung miskin dan kurang beruntung, apa yang di inginkan nya harus berjuang mati Matian."


"Terkadang setelah berjuang mati Matian pun dia tidak memperoleh hasil yang memuaskan."


"Tapi meski sudah tahu begitu, dia tidak boleh pernah berhenti berjuang, karena bila berhenti berjuang, maka dia sudah pasti akan gagal dan menjadi pecundang."


"Tapi sebaliknya bila dia terus berjuang tanpa kenal lelah dan putus asa, mungkin dia akan mencapainya, mungkin juga gagal,.tapi setidaknya dia sudah berusaha."


"Sehingga hidupnya sudah tidak perlu ada yang perlu di sesal kan lagi.."


"Dan kakak kebetulan adalah orang tipe kedua, sehingga kakak tidak punya pilihan lain,selain berjuang hingga ajal tiba."


"Lin terkadang ada hal hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi kita tidak punya pilihan lain selain menjalaninya."


Violin mengangguk, lalu dengan lembut, dia dengan sangat hati hati mengoleskan obat gosok luka dalam itu, pada luka memar di tubuh dan wajah Andi.


Andi setelah menghela nafas panjang,


Sesaat kemudian dia mulai menceritakan semua hubungan nya dengan Viona, termasuk kontrak pacaran yang di tandatangani Viona dan rencananya pindah ke kota J, untuk mencari uang membantu Viona melunasi hutang ayahnya.


Agar bisa melepaskan diri dari Rio


Sehingga mereka berdua bisa kembali hidup bersama.


"Begitulah ceritanya Lin."


"Sekarang kamu sudah tahu semuanya, kamu bantu lah kakak merahasiakannya ."


"Kamu mau kan membantu kakak..?"


tanya Andi sambil melihat wajah Violin.


Violin terlihat sangat serius sedang mengoleskan obat luka pada tubuh Andi dengan sangat hati-hati.


Violin menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Violin akan bantu dan selalu berada disisi kakak dan mendukung kakak.."


"Tapi kakak harus berjanji, kakak tidak boleh mati pergi meninggalkan Violin dan kak Viona, atau Violin tidak akan pernah memaafkan kakak.."


ucap Violin sambil mengigit bibirnya sendiri yang gemetar, air matanya berderai membasahi kedua pipinya yang halus.


Andi tersenyum dan berkata,


"Kamu tenang saja, kakak pasti akan panjang umur, lihat aja alis dan telinga kakak begitu panjang."

__ADS_1


"Kakak tidak bakal mati cepat..kakak sudah.berjanji padamu, kakak akan terus bertahan sampai bisa melihat mu menjadi seorang dokter, sesuai cita cita mu.


ucap Andi sambil tersenyum lembut.


"Tidak kak, Lin mau kakak panjang umur sampai tua, Lin tidak mau kakak cuma hidup sampai melihat Lin jadi dokter.


Itu terlalu singkat, Lin tidak mau itu.."


ucap Violin sambil menggelengkan kepalanya dengan keras.


Andi tersenyum lembut dan berkata,


"Baiklah kakak berjanji pada mu.


"Kak..?"


"Ya Lin.."


"Kak apa selain mengikuti pertarungan yang berbahaya dan sangat beresiko itu, kakak tidak punya cara lain untuk menolong kak Viona..?"


tanya Violin lirih.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ada Lin, kalau ada kakak juga tidak mau melakukan hal itu."


"Kakak benar benar tidak punya pilihan lain, selain menjalani semua pertarungan kekerasan ini."


"Tapi kakak benar benar tidak punya cara lain, cara tercepat dalam memperoleh uang untuk melepaskan kakak mu dari cengkraman Rio, hanya ini jalannya."


"Kakak harus secepatnya mengumpulkan uang, agar tidak terlambat menolong kakak mu."


"Atau semua akan jadi sia sia, begitu pula dengan kondisi kakak mu, dia sedang mempertaruhkan masa depannya dengan selalu berdekatan dengan Rio."


"Salah sedikit saja kami berdua akan kalah dengan tragis, apa kamu mengerti sekarang Lin..?"


Violin menatap Andi dengan kagum dan berkata,


"Kakak sungguh beruntung bisa mendapatkan cinta kak Andi."


Andi tersenyum pahit dan berkata,


"Kamu lihat dia beruntung, tahu kah kamu bagaimana penderitaan nya menjalani hari hari bersama Rio."


"Pagi siang malam dia hanya bisa menaruh harapan, agar aku bisa segera menolongnya, dari Kungkungan api yang setiap saat bisa membakar habis dirinya tanpa sisa.."


"Dan semua ketidak beruntungan yang berhubungan dengan kakak mu, aku lah penyebabnya."


"Kalau saja aku mampu menjaga dan melindungi kakak mu dengan baik, tentu aku bisa langsung membantu semua masalah yang di alami kakak mu dan keluarga mu."


"Tapi karena ketidak berdayaan dan ketdakmampuan ku, kakak mu Viona harus berkorban perasaan dan membahayakan dirinya berdekatan dengan orang yang tidak dia cintai."


"Bagaimana ? apa kamu masih menganggap kak Viona beruntung memilih kakak jadi kekasihnya.?"

__ADS_1


tanya Andi sambil tersenyum pahit.


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Justru kebalikan kak, semua ketidak beruntungan yang kakak alami justru bersumber dari kami."


"Bila kakak tidak mengenal kak Viona dan menjadi kekasihnya, tentu kakak tidak perlu terseret ke jalan yang penuh dengan kesulitan ini."


Andi menyentuh hidung Violin dengan gemas dan berkata,


"Kamu ini paling pintar berdebat, selalu ada aja alasan yang logis dan sulit di bantah."


"Ya sudah anggap saja ya, tapi ada satu hal yang harus kamu tahu, kakak tak pernah menyesal jatuh cinta dan mencintai kakak mu."


"Begitupula dengan pertemuan kita, juga pertemuan kakak dengan keluarga mu, kakak tidak pernah menyesalinya."


"Bahkan kakak sangat menikmati hubungan baik dengan mu dengan adik adik mu, kalau bisa dengan seluruh keluarga mu."


Sambil tersenyum Violin berkata,


"Kak kelihatannya keinginan kakak akan segera tercapai dalam waktu dekat.."


"Apa itu..?"


tanya Andi heran.


"Ibu ku minta kakak datang ke rumah, ibu ingin berbicara langsung dan mengenal kakak lebih dekat.."


ucap Violin riang.


"Serius Lin,..ini tidak boleh di buat mainan loh..?"


ucap Andi panik.


Violin tertawa dan berkata,


"Tentu serius lah kak, Violin mana berani ngarang bila ibu tidak buka mulut."


"Tapi keadaan ku sekarang ini gimana ya ?"


"Menolak datang gak sopan, datang dalam kondisi dan penampilan begini lebih lebih gak sopan."


ucap Andi terlihat serba salah.


Violin sambil tertawa menggandeng tangan Andi dan berkata,


"Justru saat ini waktu yang paling pas kak, jadi ibu bisa tahu bagaimana pengorbanan yang dilakukan oleh calon mantunya untuk nya."


"Hushh anak kecil bicara apa soal mantu.."


"Sudah sana pulang jangan kelamaan di sini, kasihan Dody dan Rina gak da yang jaga.."


ucap Andi pura-pura mengusir Violin,.agar anak kecil yang pintar bicara ini tidak terus menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2