AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MASALAH BARU


__ADS_3

"Itu sudah bagus, terus apa yang kamu lakukan setelah tahu latar belakang keluarganya..?"


"Rio meminta paman Kei yang berada di kota J yang merupakan mitra bisnis terbesar ayah Viona."


"Untuk mengatur dan menyiapkan jebakan untuk ayahnya Viona, sehingga terlilit hutang yang besar.."


"Baik dengan paman Kei maupun pihak perbankan.."


"Tehnis nya Rio gak tahu paman Kei yang atur semua, kini ayah Viona dalam masalah besar."


"Bila ayahnya tidak melunasi hutang nya tepat waktu, ayah Viona terancam gulung tikar dan masuk penjara.."


"Ayah Viona yang sedang berada dalam posisi terjepit, tidak punya pilihan selain datang ke kantor Paman Kei."


"Dia bermaksud memohon bantuan kelonggaran ke Paman Kei, agar jatuh tempo pembayaran hutang bisa ditunda."


"Paman Kei menolak bertemu dengan Ayah Viona, di saat itulah aku pura-pura sedang berkunjung ke kantor Paman Kei."


"Lalu secara tidak sengaja kami mengobrol dan aku mendengarkan semua cerita ayah Viona."


"Dari cerita-cerita itu aku pura-pura kaget saat mendengar ayah Viona menyebutkan nama putrinya, dan kampus serta kota di mana anaknya sedang kuliah.'


"Lalu aku memperkenalkan diri ku sebagai teman sekampus dengan Viona, dan berjanji akan membantu ayah Viona menemui paman Kei."


"Lalu aku mendatangi dan mengadakan negosiasi pura-pura dengan paman Kei, tak lama kemudian paman Kei pun menyetujuinya."


"Paman Kei juga membantu menjamin ke pihak perbankan soal jatuh tempo kredit ayah Viona.."


"Sehingga jatuh tempo kreditnya bisa di mundurkan hingga tahun depan."


"Lewat cara itulah aku dan keluarga Viona menjadi dekat, lalu ibu Viona lah yang mengatur agar Viona kembali dekat dengan ku."


"Tapi Andi sialan itu kembali muncul dan mengacaukan semuanya...!"


ucap Rio emosi sambil mengepalkan tangannya.


"Sebenarnya pada awalnya itu sudah bagus anak ku, tapi sayang di ujungnya kamu malah mengacaukan dengan emosi mu yang tak terkendali.."


"Tapi yang sudah terjadi biarlah kamu jadikan sebagai pelajaran, dan ambil hikmahnya saja. "


"Saat ini hasil akhir belum bisa ditentukan, siapa menang siapa kalah masih jauh."


"Menurut ayah kamu masih punya kesempatan, asalkan kamu mau gunakan akal mu dengan baik."


"Kamu masih punya peluang merebut gadis itu kembali,.. siapa itu ?... Viona ya ?... Viona.."


Kamu dengarkan ayah,


"Pertama kamu harus menciptakan Antipati keluarga Viona terhadap Andi.."


"Cara nya kamu pikirkan sendiri..."

__ADS_1


"Kedua kamu buat mereka saling salah paham, saling membenci Kemudian putus.."


"Ketiga kamu tinggal manfaatkan dukungan keluarga Viona untuk memancing ikan di air keruh."


"Nah hanya sesimple itu, kamu bisa kan ?"


ucap ayah Rio sambil menatap anaknya.


Rio mengangguk penuh semangat dan berkata,


"Bisa ayah... terimakasih ayah.."


"Nah begitu dong baru jagoan ayah, ingat pakai otak jangan mau jadi kerbau.."


ucap Ayah Rio sambil tertawa.


Rio pun ikut tertawa dan berkata,


"Ayah memang hebat, apa seperti itu cara ayah dapatin ibu dulu ?"


"Hushh..! anak kurang aja kamu..!"


ucap Ayah Rio menegur putranya sambil tertawa.


Ibu Rio hanya tersenyum, dia tentu tidak setuju dengan ajaran suaminya, tapi dia memilih diam dan tidak banyak membantah.


Dia hanya akan menegur suaminya yang keras hati dan gengsian itu, saat mereka berduaan saja.


Agar ayah Rio tidak kehilangan muka di depan anaknya.


Memang pada kenyataannya, ayah Rio memang mendapatkan dirinya dengan cara tidak terpuji, tapi hal itu tertutupi dengan kenyataan Ayah Rio sangat mencintainya, bertanggungjawab dan sangat menyayangi nya.


Perlahan-lahan ibu Rio pun melupakan hal itu, dan menerima ayah Rio sepenuh hati dan melahirkan Rio untuk nya.


Ayah Rio meskipun di luar sangat kejam terhadap semua lawan bisnisnya, tapi terhadap istri dan anak nya dia sangat lembut dan penyayang.


Terhadap Rio dia hanya keras di luar, padahal di hatinya dia sangat menyayangi putra tunggalnya ini.


Dia ingin Rio tumbuh sebagai anak yang kuat dan tidak manja, sehingga kelak bisa meneruskan bisnis yang dia bina dengan susah payah dengan baik.


Sementara itu setelah perkuliahan selesai, Viona buru-buru mendatangi kelas perkuliahan Andi.


Mereka berdua bertemu di tangga secara kebetulan, di mana Andi sedang turun Viona sedang naik.


Kedua sejoli itu saling menatap Kemudian mereka berdua sama-sama tertawa..


Tak lama kemudian Andi dan Viona berjalan kaki sambil bergandengan tangan, menuju Kost Andi.


Seperti biasa Viona ada perkuliahan jam 12 siang, jadi dia lebih memilih bermain ke kost Andi.


Andi juga sama ada perkuliahan jam 13.00 dia pun harus ke kampus sekitar jam 12 an.

__ADS_1


Saat duduk berdua di kasur Andi, Viona pun bertanya,


"Di bibir mu yang terluka masih sakit ?"


tanya Viona sambil memegang dagu Andi dengan mesra.


Andi tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berkata,


"Cuma luka kecil saja, sudah gak sakit kok.."


"Di maaf ya aku..."


ucap Viona tertunduk merasa bersalah.


Andi merangkul Viona kedalam pelukannya dan berkata,


"Tidak perlu minta maaf, aku tahu kamu pasti punya kesulitan yang sulit diungkapkan.."


"Tidak apa-apa aku mengerti kok..tenang saja.."


Di aku...aku.."


ucap Viona ragu.


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Sudahlah Vi lupakan saja, kamu lupa aku pernah berjanji tidak akan pernah marah dan akan selalu memaafkan mu."


"Jadi jauh-jauh sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkan mu, sehingga kamu tidak perlu lagi merasa bersalah dan meminta maaf."


"Yang sudah lewat lupakan saja, tidak perlu diingat-ingat lagi."


"Andi kenapa kamu selalu begitu baik...aku..aku..Hu...hu..hu..hu..!"


ucapan Viona terputus ditengah jalan.


Dia sudah tidak kuat menahan rasa harunya, langsung maju memeluk Andi dan menangis tersedu-sedu di sana.


Andi membalas memeluk Viona dengan hangat, dan berusaha menghiburnya dengan membelai kepala Viona dan berbisik,


"Sudahlah Vi jangan nangIs lagi, nanti mata mu jadi merah dan bengkak.."


"Sebentar lagi masih ada perkuliahan, ayo lah jangan menangis lagi.."


"Ada masalah apa ? ceritakan pelan-pelan, aku pasti akan membantumu mencari solusi."


Viona mengangguk dan berusaha tenang, Andi memberikan sebotol air mineral dingin ke Viona.


Setelah menghabiskan setengah botol air mineral, Viona mulai terlihat lebih tenang.


"Di... ayah ku sedang terlilit hutang yang sangat banyak, karena usaha nya di tipu orang."

__ADS_1


"Bila dia tidak sanggup melunasi hutang-hutangnya, usaha ayah ku terancam gulung tikar dan ayah ku akan masuk penjara."


"Bila itu terjadi aku tidak bisa lagi melanjutkan kuliah ku, aku harus pulang ke kota J dan mencari pekerjaan untuk membantu ibu ku."


__ADS_2