AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEJADIAN DI DEPAN GERBANG KAMPUS


__ADS_3

Andi mengantar Viona sampai di garasi kostnya Viona seperti kemaren.


Setelah mematikan mesin motor, Andi mengembalikan kunci motornya ke Viona dan berkata,


"Vi malam ini aku sangat bahagia, terimakasih ya sudah memberikan kesempatan menikmati kebahagiaan malam ini bersama-sama.."


"Semoga saja ini bukan yang terakhir, dan hanya menjadi sebuah kenangan indah saja.."


Viona tersenyum lembut dan berkata,


"Kamu ingin ini menjadi terakhir atau terus berlanjut ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Tentu saja terus berlanjut, tapi itu tidak bisa terjadi bila hanya ada keinginan satu pihak. "


Viona terdiam sesaat kemudian berkata,


"Di.. kamu kenapa ? kenapa aku menangkap ada sedikit kekecewaan dan kesinisan dalam kata-kata mu.."


"Sepanjang jalan aku juga merasa kamu lebih pendiam, apa ada sikap ku yang salah atau ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu ?"


Viona menatap Andi dengan serius menuntut jawaban.


Andi berusaha tersenyum, meski terasa sedikit pahit kemudian berkata,


"Tidak ada apa-apa Vi, mungkin itu hanya perasaan mu saja.


Lupakan saja maafkan sikap ku yang bikin kamu kurang nyaman.."


"Mimpi indah lah, besok pagi kuliah jam 7 kan,? aku jemput ya ?"


ucap Andi berusaha merubah topik sekaligus ngetes respon Viona.


Viona terdiam kemudian berkata,


"Tidak usah di,.. kita ketemuan setelah bubar kelas aja.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Baiklah, kalau begitu aku duluan bye..."


Andi membalikkan badannya, Kemudian melangkah pergi meninggalkan kost Viona dalam hening.


Viona menatap bayangan punggung Andi hingga hilang dari pandangan nya dan bergumam sendiri.


"Apakah Andi menyadari aku mengobrol dengan Rio di toilet tadi, makanya sikapnya sedikit aneh."


gumam Viona seorang diri.


"Maafkan aku di...Aku terpaksa berbohong pada mu..."


"Tapi kamu harus percaya, aku mulai suka pada mu, jangan pernah menyerah di.."


Sambil menghela nafas panjang Viona pun membalikkan badannya kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Viona melihat lampu kamar Santi sudah padam jadi dia pun tidak mengganggunya,


Viona memutuskan langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Andi setelah kembali ke kamar kostnya, dia mengambil patung Viona dan menatapnya cukup lama.


Lalu Andi membuka file fotonya,


dia memperhatikan cukup lama, Andi melihat satu persatu foto dirinya bersama Viona.


Andi tersenyum bahagia melihat foto-foto kebersamaan mereka.


Tak lama kemudian terlihat Andi mematikan ponselnya, dan menyimpan patung Viona kembali lagi ke laci meja.


Andi berbaring di kasur sambil menghela nafas panjang, lalu dia memejamkan matanya berusaha untuk tidur.


"Andi...andi,.... !"


"Apa yang mau kamu risau dan kecewakan, dari awal hubungan kalian kan memang tak lebih dari teman.."


"Viona punya hak memilih, dan dia bebas memilih siapa saja.."


"Sudahlah jangan egois dan cengeng, kamu harus tegar dan pantang menyerah."


"Ingat Viona selalu meminta mu untuk tidak pernah menyerah mengejarnya,."


"Meski jalan kedepan penuh halangan dan penderitaan, kamu musti maju terus demi Viona."


"Emang seperti itulah hidup, .jalan yang benar akan terasa sulit untuk di lalui, orang yang benar dan tepat pun akan sulit bagi mu untuk mendapatkan dan mempertahankannya."


"Jadi kamu harus terus berjuang dan berusaha bila kamu ingin kelak bisa hidup bersama Viona."


Sementara Viona juga tidak berbeda jauh dengan Andi, dia sedang memegang dan menatap patung Andi sambil tersenyum.


"Andi kamu harus percaya pada ku, aku berbohong pada mu adalah salah ku."


"Tapi aku punya alasan pribadi yang tidak bisa ku ceritakan pada mu.."


"Asal kamu tahu di,.. kamu adalah pria pertama yang sangat ku sukai, dan hampir membuat aku jatuh cinta pada mu.."


"Bertahan lah dan jangan pernah menyerah dan melepaskan nya, hari esok pasti akan lebih indah.."


Viona Kemudian memeluk Patung pemberian Andi sambil memejamkan matanya.


Keesokan paginya setelah bangun Andi ragu mau pergi menemui Viona atau tidak..


Akhirnya dia memutuskan akan menunggu Viona di gerbang Utara kampus,


yang merupakan jalan akses satu-satunya dari kost Viona menuju kampus.


Jam 6.30 Andi sudah tiba di gerbang Utara kampus menunggu Viona, Andi memilih berdiri bersandar di pos satpam yang terletak di sisi kiri pintu gerbang kampus.


Ketika menjelang jam 7 Andi akhirnya melihat Viona datang berjalan beriringan bersama Rio.


Mereka terlihat sangat serasi yang perempuan terlihat cantik menawan, yang pria bertubuh tinggi besar terlihat ganteng gagah dan tampan.

__ADS_1


Saat sudah dekat dengan gerbang, Viona sangat terkejut, dia terlihat salah tingkah dan panik. saat melihat Andi berdiri menunggunya di sana.


Tapi Andi bersikap biasa dan tenang,


dia berjalan menghampiri Viona dan berkata,


"Baru nyampe Vi, ? yuk aku antar ke kelas mu.."


Andi hanya menatap Viona sambil tersenyum lembut, mengabaikan kehadiran Rio di sana.


Viona sangat kagum dengan kesabaran dan ketenangan Andi, bila itu dirinya atau pria lain yang berada di posisi Andi.


Mereka pasti akan langsung memarahi Viona dan melabrak Rio, tapi Andi tidak.


Andi menanggapi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan bahkan menganggap Rio sama sekali tidak ada.


Sebaliknya Rio yang tidak bisa menahan emosinya, melihat Andi berani menghalangi jalannya.


Dan ingin membawa pergi gadis yang sedang berjalan bersama nya,


gengsinya tidak mengijinkan dia dilecehkan seperti itu oleh Andi.


Dia langsung bereaksi menarik bahu Andi,


dan melayang kan tinjunya yang besar dan penuh tenaga ke wajah Andi.


Rio adalah juara MAA andalan kampus, tentu saja pukulan nya tidak ringan dan sangat akurat.


Andi yang sedang tidak siap, seperti ditabrak oleh sebuah truk, langsung terpental jatuh terguling diatas lantai aspal, yang kasar dan keras.


Melihat hal ini, terjadi di depan matanya.


Viona tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung mendorong Rio sekuat tenaga kesamping.


Lalu dia berjongkok di sebelah Andi dan bertanya dengan cemas,


"Kamu tidak apa-apa di..?"


"Maafkan aku ya di,... gara-gara aku kamu jadi terluka.."


ucap Viona penuh sesal..


Andi berusaha tersenyum, meski sedikit meringis menahan nyeri di bibirnya, yang pecah berdarah.


Viona dengan penuh perhatian menggunakan selembar tissue, membersihkan darah di sisi bibir Andi dengan hati-hati.


Andi memegang tangan Viona dan berkata,


"Tidak apa-apa Vi,.. aku baik-baik saja kok, tenang saja.."


"Kamu terluka begini bagaimana aku bisa tenang, ini semua salahku.."


ucap Viona sambil berusaha membantu Andi untuk berdiri.


Melihat perhatian yang di berikan Viona ke Andi , Rio menjadi semakin marah, dia melangkah dengan beringas.

__ADS_1


Ingin memberikan Andi pukulan susulan, kalau perlu dia akan menghabisi Andi hari ini juga.


Tapi pergerakan Rio di tahan oleh dua orang satpam, yang menangkap dan menelikung tangan Rio kebelakang.


__ADS_2