
Nicole menoleh kearah Berry, Berry pun menganggukkan kepalanya, dan berkata,
"Ucapan pengawal mu sangat tepat, kalaupun kita ikut ke lokasi, hanya merepotkan saja, kita tidak bisa bantu apa-apa.."
Nicole mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu, sekarang aku beritahu papa dulu, setelah itu kita bisa langsung berangkat dengan pesawat jet pribadi ku, biar lebih cepat.."
Berry menganggukkan kepalanya, mereka ber 6 pun berlalu dari tempat kediaman Pak Kho.
Dengan di kawal paman Fei dan tiga orang rekannya, Berry dan Nicole kembali melewati jalan tadi, untuk bisa kembali ke mobil mereka.
Setelah kembali kedalam mobil, Nicole sambil menyetir melakukan panggilan ke ayahnya, menggunakan handfree.
Begitu panggilan tersambung, terdengar Nicole melakukan pembicaraan singkat dengan ayahnya.
"Pa Nicole mau ke Beijing dulu, mau mencari Seno dan John yang menjebak Andi.."
"Ya pa tenang aja, paman Fei ikut bersama Nicole pa,.."
"Ok bye pa,.."
Pembicaraan selesai Nicole pun melanjutkan menyetir.
Beberapa saat kemudian Berry sudah duduk di dalam pesawat jet supersonik milik Nicole pribadi.
Pesawat ini di belikan oleh Bos Wang sebagai hadiah ulang tahun, sekaligus perayaan anaknya kembali ke kantor pusat.
Sejak menerima kado ini, Nicole belum sempat menggunakannya, ini adalah kali pertama dia menggunakan nya.
Berry menatap dengan kagum, interior di dalam pesawat tersebut.
Berry diam diam sangat tertarik dan ingin memiliki pesawat seperti ini.
Selama 3 tahun terakhir ini.
Berry sambil mengurus Andi Automotif Company di New York yang berjalan sangat lancar tanpa hambatan.
Sehingga waktu senggang nya sangat banyak, Berry diam diam kembali aktif di pasar saham investasi.
Dengan penghasilannya yang cukup besar dari Andi, Berry berhasil menempatkan uangnya di berbagai saham perusahaan, yang memberikan keuntungan sangat besar padanya.
Kini Berry termasuk salah satu investor terkemuka di New York, Andi yang pernah menitipkan sebagian besar sahamnya untuk di kelola oleh Berry.
Andi pun ikut kecipratan rejeki yang cukup besar, hanya saja Berry sangat hapal dengan sifat Andi.
Jadi tentang keuntungan dan kekayaan Andi, Berry tidak pernah cerita.
__ADS_1
Dia hanya menyimpannya secara diam diam buat Andi, untuk jaga jaga bila suatu saat diperlukan.
Begitu pula sebaliknya, Berry sendiri tidak tahu Andi juga diam diam menyimpan 3% keuntungan Andi Automotif Company buat Berry.
Andi tidak mau ungkapkan hal itu, karena Berry suka pamer, bila di ketahui Peter Marco Doni Toni dan Carol itu sangat tidak baik.
Alasan lainnya adalah Berry boros pintar foya foya bila ada uang, selain itu Berry sangat berani dalam berinvestasi.
Jadi Andi sengaja mencadangkan uang ini buat Berry.,buat dana jaga jaga bila terjadi sesuatu pada investasinya.
Setidaknya Berry tidak akan jatuh kere, seperti saat mereka tiba di New York dulu.
Beberapa saat setelah pesawat mengudara, Berry yang duduk di hadapan Nicole pun bertanya,
"Nicole apa yang sebenarnya terjadi ?"
"Andi yang ku kenal adalah orang yang sangat berhati-hati, kenapa bisa sampai jatuh kedalam jebakan orang ?"
Nicole menghela nafas panjang dan berkata,
"Ini adalah usaha dari Wang Xing lawan bisnis ayah ku.."
"Dia ingin melumpuhkan bisnis utama ayah, dengan menarik Andi kedalam jebakan ini.."
"Bila Andi di tahan, Andi otomotif company pasti dalam masalah, sehingga dia punya kesempatan untuk menjatuhkan ayah ku di rapat umum pemegang saham. "
"Mengenai Andi bisa terjebak, dia memanfaatkan momen yang tepat, di mana Andi sedang sibuk, karena aku baru pindah ke kantor pusat."
"Hal ketiga dia memanfaatkan momen, di mana aku dan kedua orang tua ku, sedang berlibur ke Kanada, untuk melancarkan aksinya menjebak Andi."
ucap Nicole memberikan penjelasan nya.
Berry mengangguk paham, lalu sambil menatap Nicole, Berry kembali bertanya,
"Nona Wang maaf, mengapa dari kamu dan ayah mu tidak meminta pengacara untuk menjamin Andi keluar dari penjara .? padahal kalian tahu ini sebuah jebakan.."
Nicole menghela nafas sedih dan berkata,
"Aku dan ayah tentu saja ada bawa pengacara untuk pergi menjamin Andi keluar.."
"Tapi Andi menolaknya dengan alasan Aku dan ayah ku tidak boleh terlibat dan dekat dekat dengan nya.."
"Bila itu terjadi Wang Xing akan memanfaatkan momen ini, untuk menuduh ayahku dan Andi berkonspirasi menggelapkan dana group.."
"Itu adalah jebakan lanjutan yang di siapkan, untuk menjatuhkan posisi ayah ku.."
"Menurut Andi bila itu terjadi, maka kebebasan sementaranya."
__ADS_1
"Hanya akan di manfaatkan oleh lawan untuk mengirim Aku ayah ku dan Andi kedalam penjara.."
"Berdasarkan analisa ini, Andi menolak keras agar aku dan ayah ku ikut terlibat.."
"Mengenai dirinya, Andi mengatakan dia punya rencana cadangan untuk lolos dari jebakan ini..'
"Kurasa kedatangan mu lah yang akan menjadi pelaksana rencana cadangannya.."
ucap Nicole menyelesaikan penjelasannya.
Berry mengangguk dan berkata,
"Ini baru Andi, dia selalu punya plan B dan tidak suka melibatkan orang lain kedalam kesulitannya..'
"Kita ikuti sajalah arahan Andi, yang penting saat ini segera temukan John dan Seno."
Nicole mengangguk dan berkata,
"Ya kelihatannya hanya bisa seperti itu, semoga semuanya lancar.."
Sejam kemudian terlihat rombongan Paman Fei mengawal Berry dan Nicole meninggalkan bandara.
Sesuai arahan dari Paman Fei, Nicole dan Andi di antar kesebuah losmen di pinggir kota Beijing.
Setelah itu paman Fei hanya membawa seorang saja ikut dengan nya.
Sisa dua orang lagi di tugaskan stay di losmen, untuk menjaga keamanan Nicole dan Berry.
Paman Fei pergi bersama Ahong, ditengah perjalanan menuju lokasi di mana Seno dan John berada, sudah ada dua Jeep lain yang mengikuti kendaraan paman Fei dan Ahong dari belakang.
Mereka adalah kawan seperjuangan paman Fei, eks pasukan pembebasan negeri China.
Mendekati lokasi yang terletak di sebuah villa terpencil di tengah hutan.
Paman Fei mengumpulkan seluruh peserta membagi bagi tugas.
Dua orang yang memegang senjata sniper Cheytac M200 Intervention di tugaskan untuk melumpuhkan pasukan penjaga.
Afei Ahong dan 5 orang lainnya ber tugas melakukan serbuan langsung, dengan dukungan dua orang sniper itu.
Setelah melakukan rapat kecil, mereka pun mulai bergerak sesuai dengan arahan Afei.
Kedua sniper melakukan pengintaian dan pemeriksaan, setelah memastikan cocok informasi kho Cung Cung dan situasi dilapangan.
Kedua sniper mulai melepaskan tembakan yang menggunakan peredam suara itu.
Begitu tembakan di lepaskan berturut-turut 4 orang penjaga di atas atap gedung langsung roboh.
__ADS_1
Selanjutnya di susul dengan enam orang penjaga yang berada di halaman depan dan samping juga ikut roboh.
Setelah mendapatkan kode dari kedua snipers nya, Afei pun memimpin 6 orang rekannya, bergerak cepat melakukan penyerbuan dari arah pintu depan.