AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KO UNTUK KEDUA KALINYA


__ADS_3

Andi tersungkur mencium kanvas, tidak bergerak.


Wasit mulai mengeluarkan hitungan dengan bertiarap disebelah telinga Andi.


Andi yang diam tidak bergerak, di dalam pikirannya muncul berbagai kelebat bayangan kehidupan nya yang begitu melelahkan dan penuh perjuangan.


Samar samar Andi mendengar suara wasit yang sedang menghitung angka.


Andi ingin berusaha bangun, tapi kepalanya terasa berat.


Seluruh tubuhnya terasa sulit di gerakkan, hingga ada suara lembut yang masuk ke telinganya


"Kak Andi bangun kak,...! ayo bangun kak...! bangun kak,..! kamu bisa...!"


Andi mengerdip ngerdipkan matanya, sepasang matanya perlahan lahan terbuka, dia dalam posisi miring melihat sesosok wajah yang sedang berteriak dengan cemas dari luar arena.


Melihat wajah tersebut, Andi sangat terkejut, segala rasa pusing di kepala nya langsung hilang.


"Vi... Violin... kenapa kamu bisa ada di sini.."


gumam Andi bingung.


Dan dia langsung berdiri bertepatan dengan memasuki hitungan ke sembilan.


Wasit langsung berdiri di hadapan Andi dan menepuk-nepuk pipinya dan berkata,


"Are you ready...!?"


Andi begitu melihat wasit, dia pun sadar apa yang sedang terjadi.


Andi buru-buru menganggukkan kepalanya dan menyatakan dirinya siap..


"Ok I'm ready."


Andi mengangguk kearah wasit, lalu dia menoleh kearah Violin sambil tersenyum dengan gerak bibir Andi berkata.


"Terimakasih Lin.."


Andi kembali berkonsentrasi menghadapi lawannya, Andi kini tidak mau bersikap ceroboh lagi, dia sebisa mungkin menghindari beradu jotos yang membuka peluang bagi Si badak menyerangnya.


Pukulan si badak sangatlah mengerikan, Andi sudah mencicipinya, dia tidak akan mau mengulangi kejadian seperti tadi lagi.


Cukup sekali tadi saja, sebagai pelajaran baginya, kini Andi sudah memutuskan akan terus menghindar dari serangan si badak.


Hingga si badak lengah, dan muncul kesempatan, baru Andi akan membalasnya, berharap satu pukulan langsung tuntas.

__ADS_1


Andi tidak sempat berpikir lagi kenapa Violin tiba-tiba bisa muncul di pinggir arena underground.


Andi mempercayakan semua nya pada Berry yang tentu akan membantunya mengurus Violin.


Dia kini harus berkonsentrasi menghadapi tekanan dari si badak yang mulai bergerak gerak meliuk-liuk di hadapannya.


Sambil mencari kesempatan melepaskan pukulannya yang super keras itu.


Dengan langkah menyesatkan, Andi bisa menghindari setiap pukulan yang menimbulkan angin keras di sekitar wajahnya.


Setelah berlangsung hampir 5 menit di mana setiap pukulan Si Badak selalu berhasil Andi hindari.


Si Badak mulai kesal, dan memukuli wajahnya sendiri, menyuruh Andi menyerangnya.


Tapi Andi tetap tidak memperdulikannya, hanya fokus menghindar dan terus bergerak.


Si Badak masih terus berusaha mendekati Andi, mengambil jarak yang tepat agar dia bisa melepaskan pukulan pukulan dahsyat.


Memasuki menit ke 7, si Badak mulai beringas, dia mulai asal menghantam sepenuh tenaga kearah Andi, berharap Andi panik dan kacau karena di bombardir oleh dirinya.


Tapi ternyata semua itu tidak berhasil, Andi tetap bersikap tenang menghadapi serangan-serangan si badak.


Andi masih terus mencari kesempatan yang tepat untuk menyarangkan pukulan nya yang terisi penuh tenaga sakti.


Dia hanya berhasil membuat sepasang lengan Andi memar memar semua terkena pukulan kerasnya.


Setiap terkena pukulan nya, Andi akan terhuyung-huyung kebelakang, saking kerasnya pukulan si Badak.


Melihat Si Badak mulai berkurang tenaga nya, Andi mulai berpikir, sekuat kuatnya kamu, tenaga manusia tetap ada batasnya.


Kini saatnya hampir tiba, Andi masih terus menunggu, hingga si badak mulai menurunkan kedua tangannya yang melindungi dagunya karena pegal.


Andi menanti hingga Si Badak melepaskan 3 kali pukulan kombinasinya.


Andi dengan gerakan kilat menebaskan telapak tangannya kearah mata Si badak, sesaat pandangan Si badak menjadi terganggu, karena perih di matanya yang terkena sedikit goresan tangan Andi.


Air mata mulai bercucuran menganggu pandangan nya, tapi dia masih dengan brutal melepaskan kombinasi pukulan nya kearah Andi.


Andi kembali menunggu kesempatan hingga ada celah yang terbuka di bagian bawah dagunya.


Secepat kilat Andi menusukkan jari tengahnya yang tertekuk kearah bawah jakun si badak yang merupakan titik lemah dari tubuh manusia selain mata dan lubang telinga.


Tapi perhitungan Andi yang sudah di lakukan dengan matang ternyata meleset, tertahan oleh dagu si leher beton yang di tarik kebawah.


Di saat bersamaan dia melepaskan 3 kali kombinasi pukulan yang dengan telak mendarat di perut rahang dan dagu Andi

__ADS_1


Membuat tubuh Andi langsung terpental menabrak pagar kawat. tubuh Andi langsung melorot jatuh keatas lantai seperti selembar handuk basah.


Andi kembali tergeletak tertelungkup tak bergerak di atas Kanvas.


Melihat Andi terkena pukulan hingga kembali KO, Violin tidak bisa menahan diri untuk tidak menjerit kaget.


Dia mulai menangis dan terus berteriak memanggil manggil Andi.


Dia ingin menerjang kedalam arena menghentikan pertandingan dan menolong Andi


Tapi pergerakan nya tertahan oleh Berry, akhirnya dia hanya bisa menangis sedih dalam dekapan Berry.


Sementara itu Wasit yang ikut tiarap di sebelah Andi terus memberikan hitungan nya.


Sementara itu Si Badak tersenyum puas, karena jebakan nya berhasil, dia dari menit ke 6 keatas sudah berlagak gila lepas kontrol karena emosi.


Dan memukul secara acak, hingga menit ke 9 dia mulai berpura-pura lemah, tiba di menit ke 10 dia pun mulai menunjukkan sikap bahwa dia sudah habis dan sangat lelah.


Hingga tidak kuat mengangkat kedua tangannya melindungi dagunya.


Selain itu dia juga sengaja berbuat dua kesalahan untuk memancing Andi menyerang nya.


Begitu serangan Andi gagal dengan tanpa ampun dia melepaskan 3 pukulan yang dengan telak menghantam Andi.


Si Badak sangat yakin, setelah Andi terkena pukulan seperti itu tidak bakal sanggup bangun lagi.


Dan pertandingan ini akan menjadi sejarah baru baginya, dimana dia harus meng KO kan lawannya untuk pertama kalinya di atas menit ke 10.


Ini adalah suatu hal baru yang sangat luar biasa.


Tapi wajah Si Badak berubah, saat masuk ke hitungan ke 7 jari Andi mulai bergerak gerak pada saat hitungan ke 8 sepasang pelupuk mata Andi mulai bergerak gerak.


Tepat hitungan ke 9 mata Andi terbuka kembali.


Saat hitungan ke 10, Andi sudah kembali bangkit berdiri, meski dengan tubuh bergoyang goyang sempoyongan.


Tapi Andi masih berhasil bangkit berdiri. sambil menggoyang goyangkan kepala nya mengusir rasa pusing.


Andi lalu menatap ke arah wasit dan mengatakan dirinya siap kembali bertanding.


Setelah memastikan Andi sanggup melanjutkan pertandingan, Wasit pun kembali memberi kode pertandingan di lanjutkan.


Violin dan Berry bersorak gembira di luar arena, melihat Andi sudah kembali bisa melanjutkan pertandingan.


Begitu pula dengan para penonton pendukung Andi mereka juga bersorak dengan suara riuh rendah.

__ADS_1


__ADS_2