
"Pekerjaan ku adalah menyelesaikan apa yang orang lain tidak sanggup lakukan.."
"Apa pun itu yang penting bayaran cocok.."
"Nah cukup itu saja ok,.."
"Sekarang ayah cepat urus semuanya, aku dan Santi harus kembali untuk melihat Ivan.."
ucap James sambil tersenyum.
Kemudian dia berdiri dan mengajak Santi meninggalkan ruangan tersebut.
Kedua orang tua James berdiri melongo, menatap bayangan punggung anaknya yang menghilang dari hadapan mereka.
"Sayang apa maksudnya, dengan melakukan apapun yang orang lain tidak bisa melakukannya, asal bayaran cocok..?"
tanya Michael KY sambil menatap istrinya.
Jennifer Cia terdiam di tempat, beberapa saat kemudian dia baru berkata,
"Ini adalah gosip di kalangan intelijen dunia, yang negara kecil seperti kita, tidak punya akses untuk berhubungan dengan mereka.."
"Di 4 penjuru Dunia ada 4 kartel besar misterius, yang kerjanya membantu negara Adi kuasa, menyelesaikan berbagai misi tidak masuk akal.."
"Kurasa James adalah salah satu diantara mereka..."
"Maksud mu..?"
tanya Michael KY kaget..
Jennifer Cia mengangguk dan berkata,
"Ya contohnya yang seperti Osama bin Laden dan yang lainnya, kira kira seperti itulah tugas mereka.."
Sementara kedua orang tua James sedang menebak nebak pekerjaan dan masa lalu James.
James sendiri sudah berbaring di kasurnya, sambil berangkulan dengan istrinya.
Di awali dengan ciuman ciuman kecil, yang akhirnya mereka berdua larut dalam kemesraan mereka hingga akhirnya Santi tertidur pulas dalam pelukan James.
James yang merasa haus pun perlahan-lahan meninggalkan Santi, yang masih tertidur lelap.
James setelah keluar dari kamar nya, dia menyempatkan diri, mengecek keadaan putranya, yang juga terlihat sedang tidur pulas.
Baru dia pergi menuju dapur, untuk mencari minuman segar.
Saat menuju dapur, pendengarannya yang tajam mendengar ada pergerakan di luar sana.
Juga ada suara bunyi kecil anjing di lumpuhkan.
James membatalkan niatnya mengambil minuman.
Dia menutup kembali kulkasnya.
Dengan cepat James bergerak mengambil sebilah pisau dapur, kemudian menyelinap keluar dari pintu samping dapur.
__ADS_1
James bergerak sangat cepat bagaikan bayang dalam kegelapan.
James melihat sekelompok orang bersenjata lengkap, sedang bergerak mengepung kediaman ayahnya.
Mereka semua mengenakan penutup muka, membawa senjata lengkap, dan memakai rompi anti peluru, lengkap dengan kacamata penglihatan malam.
Semua gerak gerik mereka sama dengan spesial force, sangat teratur dan rapi.
Tapi tiba-tiba di antara mereka mulai ada yang tumbang.
James tahu itu pasti kerjaan anak buahnya, yang sengaja dia tempat kan untuk melakukan penjagaan darurat.
Dia sendiri tidak mau kalah dalam sekejab saja, terlihat puluhan orang terkapar dengan bagian leher di robek, oleh pisau dapur James.
Pisau dapur yang biasanya digunakan untuk memotong bahan masakan, kini di tangan James berubah menjadi pisau algojo.
Yang setiap saat siap mengantar lawannya, untuk pergi menghadap raja neraka.
Setelah memastikan seluruh penyusup tidak ada yang tersisa.
James kembali masuk kedalam rumah nya.
Tak lama kemudian James keluar lagi, di tubuh mayat yang bergelimpangan itu, James meneteskan sesuatu di tubuh setiap mayat.
Dalam sekejap mata seluruh mayat itupun menghilang tinggal tersisa , pakaian dan perlengkapan serta senjata mereka saja.
James memberi kode ke anak buahnya, untuk membantu membereskan sisa kekacauan.
Dia sendiri dengan santai kembali kedalam rumah nya, melanjutkan membuka kulkas mengambil air minum.
Saat tiba di dalam kamar, James melihat HP nya bergetar getar.
Dia buru-buru meletakkan minuman juice nya.
Meraih HP tersebut, kemudian buru-buru berjalan menuju kamar mandi, baru mengangkat telpon tersebut.
Begitu telpon terangkat terdengar suara Billy yang panik dan cemas,
"Bos otak pelakunya Ferdinand Chu, Rio Ferdinand di bantu oleh sekretaris negara, wakil presiden, dan beberapa petinggi partai penguasa, musuh lama kakek bos.."
"Bos musuh besar telah tiba.."
"Arggghhh....!"
terdengar suara jeritan kesakitan Billy, lalu panggilan terputus.
James memejamkan matanya, dari suara teriakan Billy, diapun tahu nasib bawahan nya.
Billy pasti sudah gugur dalam tugas, hatinya terasa sakit, tapi dia tidak bisa apa-apa ini adalah resiko mereka.
James sambil menelpon satu persatu bawahannya, mengajak mereka semua berkumpul di taman samping rumah.
Dia sendiri bergerak meninggalkan kamar pergi menunggu rekannya, ditaman samping rumah.
Setelah menyelesaikan panggilan nya, James yang tiba di taman samping rumah, dia duduk diam termenung, menahan kesedihan hari nya, saat dia terbayang hubungan masa lalunya bersama Billy.
__ADS_1
Mulai dari mereka pertama kali bertemu di dalam kapal yang membawa mereka, untuk di jual sebagai buruh lepas, pelabuhan Alaska.
Dari sana mereka mulai berteman, melakukan berbagai petualangan berbahaya, saling tolong menolong hingga kini.
Menghadapi berbagai suka duka bersama, Billy bahkan pernah beberapa kali menahan peluru untuk nya.
Kini sahabatnya itu telah pergi mendahului nya, terbayang sampai di situ.
Tanpa terasa dua butir air mata bergulir kebawah, menggantung di pipinya.
Setelah menghapus airmatanya, wajah James pun berubah menjadi mengeras dan sedingin es.
Kedua tangannya terkepal hingga terdengar bunyi berkretekan, di buku buku jari tangan nya.
Beberapa anak buahnya yang duduk di sekitarnya, mereka semua hanya duduk diam tidak berani bersuara.
5 mobil Alphard memasuki halaman depan rumah James, yang tidak terjaga karena semua satpam dirumah James, sudah di lumpuhkan oleh penyusup yang sudah di bereskan oleh James, dan beberapa pasukan snipers nya.
Setelah semua mobil terparkir rapi di halaman depan rumah James yang luas.
Dari setiap mobil turun 10 orang bertubuh tinggi besar, berseragam militer dengan wajah dingin.
Mereka mengikuti 5 pimpinan regu yang berjalan paling depan, langsung menuju taman di samping rumah James.
Melihat kedatangan ke 5 teman lamanya, James langsung menghampiri mereka berlima dan berkata,
"Rocky, John, Chi, Jared, Yuri,.. Billy telah pergi mendahului kita.."
Mereka ber 7 tumbuh besar bersama, mereka ber 7 sama sama adalah anak anak dari berbagai negara, yang di culik untuk di perdagangkan ke Alaska.
Mendengar ucapan James, ke 5 orang itu memejamkan mata mereka, dan menengadahkan kepala mereka menatap bintang bintang di langit.
Sesaat kemudian Rocky berkata,
"Apa yang terjadi James.. mengapa bisa..?"
James kembali memejamkan matanya, dua butir air bening kembali jatuh ke pipinya.
"Musuh telah tiba, kalian bersiaga lah, Billy kemungkinan gugur ditangan musuh lama kita.."
"Beberapa hari yang lalu, aku memintanya menyelidiki siapa pelaku di balik insiden kakek ku.."
"Tadi dia menelpon memberikan informasi, tapi nasibnya kurang beruntung, dia ketahuan oleh musuh.."
ucap James sedih.
"Lalu apa langkah kita selanjutnya..?"
tanya Rocky
"Aku ingin bergerak malam ini juga, tapi Rocky Rambo kalian tidak ikut dalam misi ini.."
"Rocky kamu dan Monica mengawal anak istri ku ke Amsterdam."
"Rambo kamu mengawal kedua orang tua ku dan adik perempuan ku ke London.."
__ADS_1