AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
OPERASI SEDANG BERJALAN


__ADS_3

Andi berkata dengan serius,


"Justru sebenarnya aku sangat risih dengan masalah itu.."


"Aku sampai harus bersembunyi hampir 4 hari di apartemen, demi menghindari kejaran wartawan.."


Violin menatap Andi sambil tersenyum dan berkata,


"Tapi kan jadi asyik bersembunyi di apartemen berdua dengan Nicole.."


"Juga di kejar kejar artis yang sedang populer dewasa ini.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Tapi sayangnya aku tidak bisa, hati ku cuma ada dokter cantik ini."


Andi mengeluarkan patung kecilnya, lalu dia mensejajarkan dengan Violin.


"Tapi sekarang aku terpaksa harus khianati patung ini, karena ternyata aku jauh lebih menyukai yang di sebelahnya ini.."


"Sekarang aku sudah tidak perlu patung ini lagi ini untuk mu saja.."


ucap Andi sambil tersenyum.


Violin tertawa senang sambil menerima patung ukir Andi yang sangat mirip dengan nya.


"Lin apa kabar kedua orang tua ku dan kabar kedua orang tua mu ? apa mereka sehat sehat saja.."


"Mereka sangat mengkhawatirkan mu, tapi mereka semua baik baik saja.."


"Aku setiap week end selalu rutin temani mama mu jalan jalan dan belanja, agar dia gak sepi.."


"Ohh ya, adikmu sudah nikah, dia kini pindah tinggal di Singapura bersama suaminya.."


"Makasih ya Lin, selama ini kamu sudah temani mama ku.."


ucap Andi sambil menatap dokter cantik di hadapannya dengan mesra.


Violin tersenyum dan berkata,


"Aku sudah anggap mama kakak seperti mama ku sendiri, lagi pula dengan ada mama mu yang menemani ku, week end ku jadi tidak terlalu sepi.."


"Selain itu aku juga bisa belajar masak dari mama, semua menu makanan kesukaan mu.."

__ADS_1


Andi menarik Violin kedalam pelukannya dan berkata,


"Bisa mengenal mu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup ku.."


"Bisa hidup bersama mu, meski hanya sehari pun , itu adalah keberuntungan terbesar dalam hidup ku."


Violin membalas memeluk Andi dan berkata,


"Bila seperti itu, berjanjilah pada ku, kelak apapun yang terjadi, kakak janganlah pernah pergi meninggalkan ku bersama nya.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Meski orang ini harus pergi, aku berjanji pada mu, hati ku selamanya hanya untuk mu.."


Andi memeluk dan bercerita hingga Violin tertidur di dalam pelukannya.


Setelah sampai di kota J tiga rombongan itu pun berpisah jalan


Andi dan Violin langsung memilih pergi ke rumah sakit M, untuk menjalani persiapan operasi, yang akan di handle sendiri oleh Violin.


Berry melanjutkan perjalanannya ke kota M untuk bertemu orang tua Davina.


Sedangkan James dan Dokter Monica, mereka memiliki misi rahasia mereka sendiri.


Akhirnya di putuskan Andi akan menjalani operasinya,.setelah keadaan nya di pantau selama 3 hari dirumah sakit itu.


Pada hari kedua setelah mereka tiba di kota J, siang itu saat Andi di temani Violin sedang menonton TV.


Tiba tiba Andi tertarik dengan berita di TV, dia sedikit mengeraskan suara nya, agar lebih jelas.


Ternyata di TV sedang di siarkan berita langsung, di mana pada satu malam 3 petinggi partai terkemuka, sekretaris negara, dan wakil presiden.


Ke lima orang itu ditemukan tewas secara misterius di rumah mereka masing-masing.


Selain itu di seluruh media, tiba tiba mereka mendapatkan copy paket yang berisi data kejahatan dan korupsi ke 5 pejabat penting itu dengan pengusaha Ferdinand Chu di berbagai sektor bisnis.


Untuk kejadian heboh tersebut, Ferdinand Chu pun di tangkap polisi, seluruh aset dan keuangannya nya pun di bekukan negara, sambil menunggu putusan pengadilan keluar.


Andi dan Violin yang mendengar berita itu saling menatap, tanpa berkata apa-apa pun mereka berdua sadar siapa pelakunya.


Tanpa mengatakan sesuatu kedua orang itu hanya saling mengangguk sambil tersenyum.


Di hari ketiga Andi sebelum menjalani operasi, kembali mendengar kabar berita tentang kematian Ferdinand Chu di dalam penjara akibat terkena serangan jantung.

__ADS_1


Mendengar kabar itu, Andi pun tidak merasa heran, Ferdinand Chu adalah saksi kunci, bila dia di biarkan tetap hidup, sekali dia buka mulut, kasus akan merembet kemana-mana.


Maka cara terbaik untuk menutup kasus tersebut, adalah dengan membungkam mulut Ferdinand Chu.


Hanya orang matilah yang bisa menutupi rahasia, tidak bocor keluar.


Siang itu, tepatnya di hari ke 3, sesuai jadwal Andi dibawa oleh perawat menuju kamar operasi.


Setelah semalam terakhir Andi bertemu Violin makan dan nonton bersama.


Sedari pagi hingga siang,. di mana Andi di bawa pergi menuju kamar operasi.


Andi tidak lagi melihat Violin datang menemuinya, bahkan hingga terakhir sebelum kesadaran Andi hilang total.


Andi hanya bertemu dengan Dokter bagian anastesi.


Setelah kesadaran Andi hilang total, baru terlihat Prof Peter dan Ronaldo datang mendampingi Violin yang terlihat sudah siap dengan pakaian dokter operasinya.


Wajahnya tertutup masker, begitu pula kepalanya juga tertutup oleh penutup kepala.


Mereka bertiga segera bergerak menghampiri Andi, di mana Andi terlihat terbaring dalam posisi terbalik.


Seluruh wajahnya yang sedang di pasangi alat bantu pernafasan, kini tertutup oleh kain, hanya menyisakan kepala yang sudah di botaki rambutnya.


Ronaldo di bantu oleh ayahnya dan para perawat yang terlihat sibuk mengelap membersihkan darah yang mengalir saat batok kepala Andi sedang di buka dengan menggunakan mesin gerinda kecil dan tajam.


Di sana juga ada perawat yang melaporkan angka angka tekanan darah detak jantung nadi dan lain sebagainya, yang terpantau di layar monitor.


Setelah batok kepala terbuka, kini dengan sigap posisi Ronaldo di gantikan oleh Violin.


Violin bekerja memasukkan suatu selang lembut yang sangat halus ukurannya, menuju pusat syaraf di memori Andi yang tersumbat oleh darah beku, yang telah mengeras mirip daging tumbuh ukuran mikro.


Daging beku inilah yang kini menjadi gangguan karna semakin lama semakin besar menyumbat aliran darah menuju pusat otak.


Bila tidak di operasi, pembuluh syaraf di sekitar sana akan meledak, bila meledak Andi pun tak terselamatkan lagi nyawanya.


Saat ini Andi yang sering mengalami kesakitan hebat di kepalanya adalah akibat tekanan darah yang sulit lewat ke otak, karena adanya penyumbatan ini.


Setiap malam di mana aliran darah menuju otak sedang kencang tapi sulit lewat dan terus memaksa lewat, hingga jaringan syaraf menggembung, saat itulah Andi akan mengalami kesakitan hebat luar biasa.


Andi baru bisa merasa lega, setelah meminum aspirin dalam jumlah besar untuk mematikan rasa sakit di syarafnya.


Violin terlihat bekerja dengan serius sambil memantau layar monitor komputer, di mana gambar syaraf yang sedang di kerjai terlihat jelas di sana.

__ADS_1


Dengan pelan pelan selang halus yang masuk itu, berusaha menghancurkan gumpalan daging kecil itu.


__ADS_2